alexa snippet

Para Wanita Rohingya Mengaku Dijadikan Budak Seks Militer Myanmar

Para Wanita Rohingya Mengaku Dijadikan Budak Seks Militer Myanmar
Para wanita Rohingya di kamp pengungsi di Bangladesh, mengaku sempat dijadikan budak seks militer Myanmar sebelum berhasil melarikan diri. Foto/Dhaka Tribune/Adil Sakhawat
A+ A-
COX BAZAR - Para wanita dari komunitas Muslim Rohingya yang berhasil melarikan diri dan penyekapan militer Myanmar mengaku dijadikan budak seks. Mereka sebelumnya diculik dan dibawa ke kamp-kamp militer dan diperkosa berulang kali.

Dua wanita Rohingya yang berhasil melarikan diri dari kamp militer di Maungdaw, Rakhine, dan mengungungsi ke Bangladesh menceritakan kebrutalan militer Myanmar kepada wartawan.

Mereka takut stigma negatif melekat pada wanita Rohingya ketika berbicara secara terbuka tentang serangan asusila militer Myanmar. Mereka mengaku membutuhkan bantuan tim medis.

Serangan brutal militer Myanmar itu terjadi tak lama setelah pasukan keamanan Myanmar menyerang desa-desa warga Rohingya di negara bagian Rakhine dalam upaya mencari pemberontak. Seorang koresponden media Bangladesh, Dhaka Tribune, berbicara dengan para wanita Rohingya yang mengaku dijadikan budak seks militer Myanmar.

Mereka yang kini mengungsi di beberapa kamp di Bangladesh, mengaku diculik oleh militer Myanmar dan dibawa ke kamp-kamp, setelah rumah-rumah mereka diserang. ”Saya lolos dari kamp militer di mana saya ditahan dan berulang kali diperkosa oleh tentara lelaki,” kata seorang wanita Rohingya berusia 18 tahun di kamp Kutupalong, di Ukhiya Upazila.

Korban yang minta identitasnya dilindungi mengaku berasal dari desa Kularbill dekat dengan Kota Maungdaw. Dia diculik oleh tentara yang membunuh orangtuanya di depan matanya.

”Mereka membawa saya ke kamp mereka, karena mereka menemukan saya menarik. Dalam pertukaran untuk nyawa saya, mereka beramai-ramai (menyerang) saya setiap hari,” ujarnya.

Dia mencoba melarikan diri setelah tiga hari diculik, tapi tertangkap oleh penjaga kamp. "Kemudian mereka mengikat saya di pagar dan memperkosa saya lagi,” lanjut dia. Dia tidak bisa mengatakan berapa lama dirinya ditahan di kamp militer.

”Saya lolos lagi dan pergi ke perbatasan. Seorang perantara (pembawa perahu) melihat dan membawa saya karena kasihan pada saya. Dia membawa saya ke sini (Bangladesh) secara gratis,” katanya.

Korban lain, seorang wanita 20 tahun dari desa Hatipara di Maungdaw, mencoba menjelaskan kengerian yang dia alami. ”Anda tidak tahu bagaimana memalukannya itu, (saya) harus mengalami kekerasan seperti itu,” katanya. ”Kadang-kadang tiga atau empat orang tentara memperkosa kami selama beberapa jam.”
halaman ke-1 dari 3
views: 39.661
loading gif
Top