Kerap Jadi Sasaran Kritik, Menteri Pertahanan Jerman Pilih Mundur

Selasa, 17 Januari 2023 - 02:30 WIB
loading...
Kerap Jadi Sasaran Kritik,...
Kerap Jadi Sasaran Kritik, Menteri Pertahanan Jerman Pilih Mundur. FOTO/Reuters
A A A
BERLIN - Menteri Pertahanan Jerman Christine Lambrecht meminta Kanselir Olaf Scholz untuk membebaskannya dari jabatannya. Hal itu terungkap dalam sebuah pernyataan yang diposting oleh Kementerian Pertahanan Jerman di halaman Twitter-nya pada Senin (16/1/2023).

Lambrecht menjelaskan bahwa perhatian media padanya dan diskusi tentang tindakannya dalam beberapa bulan terakhir membayangi diskusi tentang kebutuhan Bundeswehr dan pengembangan tentara untuk kepentingan warga negara.

Baca: Tank Leopard Jerman untuk Ukraina Paling Cepat Dikirim 2024

"Oleh karena itu saya memutuskan untuk mengosongkan jabatan saya," kata penjabat menteri, seperti dikutip dari TASS.

Lambrecht telah dikritik dalam beberapa bulan terakhir karena dukungan logistik yang tidak memadai dari Angkatan Bersenjata Jerman. Dia mendapat peringkat ke-20 dalam hal popularitas di kalangan politisi Jerman.

Baru-baru ini, dia dikritik karena pidato Tahun Barunya beredar di media sosial. Terekam di trotoar dengan latar petasan yang meledak, kata-kata menteri tertahan oleh angin dan suara kembang api. Media juga menganggap beberapa kata-kata Lambrecht tidak pantas.

Scholz sendiri dilaporkan telah menerima pengunduran diri Lambrecht, Wakil Juru Bicara Pemerintah Christiane Hoffmann mengatakan pada sebuah pengarahan pada hari Senin.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menhan AS Hegseth Ungkap...
Menhan AS Hegseth Ungkap Biaya Perang Melawan Iran Sejauh Ini Sebesar Rp672 Triliun
Saat Banyak Orang Bermigrasi...
Saat Banyak Orang Bermigrasi ke Berlin, tapi 288.000 Warga Jerman Justru Pilih Tinggalkan Negaranya
Jerman akan Beli 50.000...
Jerman akan Beli 50.000 Drone Serang untuk Ukraina
Pendiri Telegram: Uni...
Pendiri Telegram: Uni Eropa Berubah Menjadi Republik Pisang
Ini Reaksi 9 Pemimpin...
Ini Reaksi 9 Pemimpin Negara NATO setelah Menerima Hadiah Pistol dari Erdogan
Rencana Volkswagen Buat...
Rencana Volkswagen Buat Rudal dengan Rafael Israel Dihalangi Para Investor Qatar
Rapat Satgas PKH di...
Rapat Satgas PKH di Kemenhan, Panglima TNI hingga Jaksa Agung Hadir, Kapolri Tak Terlihat
Jadi PM Baru, Andy Burnham...
Jadi PM Baru, Andy Burnham Izinkan AS Gunakan Pangkalan Inggris untuk Serang Iran
AS Bombardir Fasilitas...
AS Bombardir Fasilitas Nuklir Iran di Bushehr
Rekomendasi
Kapal Basarnas Terbakar...
Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru, 14 Unit dan 70 Personel Damkar Dikerahkan
Jadi Kawasan Wisata,...
Jadi Kawasan Wisata, Bali Kian Dilirik Perusahaan Asuransi
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
Berita Terkini
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
Serangan AS ke Iran...
Serangan AS ke Iran Tak Punya Strategi, Apakah Trump Sudah Putus Asa?
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved