alexametrics

Yunani Sebut Erdogan Jadikan Hagia Sophia sebagai 'Senjata' Politik

loading...
Yunani Sebut Erdogan Jadikan Hagia Sophia sebagai Senjata Politik
Kepala Gereja Ortodoks Yunani, Uskup Agung Ieronymos sebut Erdogan menggunakan agama sebagai sarana untuk mencapai tujuan geopolitiknya dengan mengubah Hagia Sophia di Istanbul menjadi masjid. Foto/REUTERS
A+ A-
ATHENA - Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan menggunakan agama sebagai sarana untuk mencapai tujuan geopolitiknya dengan mengubah Hagia Sophia di Istanbul menjadi masjid. Tudingan itu disampaikan kepala Gereja Ortodoks Yunani, Uskup Agung Ieronymos dari Athena dan All Greece.

"Transformasi agama menjadi instrumen untuk mencapai tujuan partai, geopolitik, dan geostrategis hanya mencirikan orang yang menggunakannya untuk melakukannya," ucapnya, seperti dilansir Sputnik pada Senin (13/7/2020).

(Baca juga: Erdogan: Hagia Sophia Jadi Masjid setelah Keputusan Pengadilan)

"Provokasi dan penghinaan berlaku tidak hanya untuk Gereja Ortodoks dan Kekristenan tetapi juga untuk semua umat manusia yang beradab, setiap makhluk hidup , terlepas dari agama," sambungnya.



Sementara itu, sebelumnya Paus Fransiskus, pemimpin Vatikan, mengatakan dia sangat sedih atas keputusan Turki yang mengubah status Hagia Sophia kembali menjadi masjid.

Komentar Paus Fransiskus disampaikan dari jendela studionya yang menghadap Lapangan Santo Petrus ketika Gereja Katolik menandai hari Minggu sebagai Hari Laut Internasional.



(Baca juga: Dikecam karena Ubah Hagia Sophia Menjadi Masjid, Erdogan Cuek)

Paus Fransiskus, yang mengepalai gereja Katolik Roma, menyampaikan kesedihannya sehari setelah Dewan Gereja Dunia yang berbasis di Jenewa menyatakan hal serupa.

Organisasi itu mencatat Hagia Sophia selama ini telah menjadi tempat terbuka, pertemuan, dan inspirasi bagi orang-orang dari semua bangsa. Dewan ini beranggotakan gereja Protestan, Ortodoks, dan Anglikan.
(esn)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak