Yunani Sebut Erdogan Jadikan Hagia Sophia sebagai 'Senjata' Politik

Senin, 13 Juli 2020 - 17:18 WIB
loading...
Yunani Sebut Erdogan...
Kepala Gereja Ortodoks Yunani, Uskup Agung Ieronymos sebut Erdogan menggunakan agama sebagai sarana untuk mencapai tujuan geopolitiknya dengan mengubah Hagia Sophia di Istanbul menjadi masjid. Foto/REUTERS
A A A
ATHENA - Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan menggunakan agama sebagai sarana untuk mencapai tujuan geopolitiknya dengan mengubah Hagia Sophia di Istanbul menjadi masjid. Tudingan itu disampaikan kepala Gereja Ortodoks Yunani, Uskup Agung Ieronymos dari Athena dan All Greece.

"Transformasi agama menjadi instrumen untuk mencapai tujuan partai, geopolitik, dan geostrategis hanya mencirikan orang yang menggunakannya untuk melakukannya," ucapnya, seperti dilansir Sputnik pada Senin (13/7/2020).

( Baca juga: Erdogan: Hagia Sophia Jadi Masjid setelah Keputusan Pengadilan )

"Provokasi dan penghinaan berlaku tidak hanya untuk Gereja Ortodoks dan Kekristenan tetapi juga untuk semua umat manusia yang beradab, setiap makhluk hidup , terlepas dari agama," sambungnya.

Sementara itu, sebelumnya Paus Fransiskus, pemimpin Vatikan, mengatakan dia sangat sedih atas keputusan Turki yang mengubah status Hagia Sophia kembali menjadi masjid.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kerja Sama Yunani-China...
Kerja Sama Yunani-China Diperdebatkan, Legislator Tolak Status 'Mitra Lemah'
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Turki Ekspor Kapal Perang
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
Mungkinkah Turki Serius...
Mungkinkah Turki Serius Hidupkan Kembali Kekuasaan Kekaisaran Ottoman untuk Membebaskan Yerusalem?
Wardatina Mawa Dikabarkan...
Wardatina Mawa Dikabarkan Dilamar Pria Turki, Begini Klarifikasi Lengkapnya
Gelombang Panas Dahsyat...
Gelombang Panas Dahsyat Landa Eropa, Picu Lebih dari 200 Kematian di Spanyol dan Prancis
Gempa Venezuela, Badan...
Gempa Venezuela, Badan Geologi AS Bikin Pemodelan Korban Tewas 10.000 hingga 100.000 Orang
Rekomendasi
Sejak 2023, Kabel Udara...
Sejak 2023, Kabel Udara Sepanjang 11 Kilometer di Jakarta Barat Direlokasi
UATAS dan AFPI Ajak...
UATAS dan AFPI Ajak Mahasiswa Bijak Kelola Keuangan
BPDP Dukung Jakarta...
BPDP Dukung Jakarta Fiscal Forum 2026, Perkuat Kolaborasi untuk Pembangunan Berkelanjutan
Berita Terkini
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Infografis
Setelah Hagia Sophia,...
Setelah Hagia Sophia, Turki Ubah Gereja Kuno Chora Menjadi Masjid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved