Erdogan: Hagia Sophia Jadi Masjid setelah Keputusan Pengadilan
Jum'at, 10 Juli 2020 - 23:05 WIB
loading...
Pengunjung berpose di depan Hagia Sophia setelah keputusan pengadilan di Istanbul, Turki. Foto/REUTERS
A
A
A
ISTANBUL - Presiden Turki Tayyip Erdogan mendeklarasikan Hagia Sophia dibuka untuk salat bagi Muslim pada Jumat (10/7).
Pernyataan Erdogan itu muncul beberapa jam setelah pengadilan memutuskan perubahan gedung itu menjadi museum oleh pendiri Turki modern adalah ilegal.
Sebelumnya, sejumlah pihak memperingatkan agar Turki tidak mengubah status bangunan berumur 1.500 tahun yang menjadi kebanggaan Muslim dan Kristiani itu.
“Keputusan telah diambil untuk menyerahkan manajemen Masjid Ayasofya (Hagia Sophia) pada Direktorat Urusan Agama dan membukanya untuk ibadah,” papar keputusan yang ditandatangani Erdogan.
Erdogan telah mengusulkan mengembalikan status masjid pada Situs Warisan Dunia UNESCO itu. Bangunan itu merupakan lokasi penting bagi Bizantium Kristen dan kekaisaran Ottoman Muslim dan sekarang menjadi salah satu monumen paling banyak dikunjungi di Turki.
Amerika Serikat (AS), Yunani dan para pemimpin gereja khawatir dengan perubahan status gedung Abad 6 itu. Gedung itu diubah menjadi museum pada hari-hari pertama negara Turki modern di era Mustafa Kemal Ataturk.
“Pengadilan menyimpulkan bahwa akta penyelesaian menyatakannya sebagai masjid dan penggunaannya di luar karakter ini tidak mustahil secara legal,” papar Dewan Negara, pengadilan administratif tertinggi di Turki, saat membacakan keputusannya di Ankara.
Pernyataan Erdogan itu muncul beberapa jam setelah pengadilan memutuskan perubahan gedung itu menjadi museum oleh pendiri Turki modern adalah ilegal.
Sebelumnya, sejumlah pihak memperingatkan agar Turki tidak mengubah status bangunan berumur 1.500 tahun yang menjadi kebanggaan Muslim dan Kristiani itu.
“Keputusan telah diambil untuk menyerahkan manajemen Masjid Ayasofya (Hagia Sophia) pada Direktorat Urusan Agama dan membukanya untuk ibadah,” papar keputusan yang ditandatangani Erdogan.
Erdogan telah mengusulkan mengembalikan status masjid pada Situs Warisan Dunia UNESCO itu. Bangunan itu merupakan lokasi penting bagi Bizantium Kristen dan kekaisaran Ottoman Muslim dan sekarang menjadi salah satu monumen paling banyak dikunjungi di Turki.
Amerika Serikat (AS), Yunani dan para pemimpin gereja khawatir dengan perubahan status gedung Abad 6 itu. Gedung itu diubah menjadi museum pada hari-hari pertama negara Turki modern di era Mustafa Kemal Ataturk.
“Pengadilan menyimpulkan bahwa akta penyelesaian menyatakannya sebagai masjid dan penggunaannya di luar karakter ini tidak mustahil secara legal,” papar Dewan Negara, pengadilan administratif tertinggi di Turki, saat membacakan keputusannya di Ankara.
Lihat Juga :