Profil Adriaan Vlok, Menteri Kepolisian Era Apartheid Afrika Selatan yang Telah Meninggal Dunia

Selasa, 10 Januari 2023 - 19:17 WIB
loading...
Profil Adriaan Vlok,...
Adriaan Vlok merupakan Menteri Kepolisian pada era Apartheid di Afrika Selatan. Foto/tendex.com
A A A
CAPE TOWN - Adriaan Vlok merupakan Menteri Kepolisian pada era Apartheid di Afrika Selatan yang meninggal pada Minggu 8 Januari tahun 2023.Adriaan meninggal dalam usia 85 tahun di rumah sakit dekat Pretoria.

Mantan menteri hukum dan ketertiban, yang mengawasi penumpasan brutal polisi terhadap penentang pemerintahan kulit putih meninggal pagi ini di Rumah Sakit Unitas di Centurion, setelah tiba-tiba mengalami kesakitan.

Kabar itu diungkap juru bicara keluarga dalam pernyataan di media, dikutip dari Enca-com.

Berikut profil Adriaan Vlok mantan menteri Kepolisian era apartheid Afrika Selatan yang telah meninggal dunia.

Baca juga: Seorang Kardinal Ungkap Rencana Rahasia Gulingkan Paus Fransiskus

Dikutip dari Sahistory.org.za, Adriaan Vlok atau yang memiliki nama lengkap Adriaan Johannes Vlok adalah pria yang lahir di kota Northern pada tanggal 11 Desember 1937 di Afrika Selatan.

Sejak kecil ia tinggal di kota Northern Cape di Sutherland atau tempat yang dulunya bernama Provinsi Cape sejak tanggal 11 Desember tahun 1937.

Vlok lahir dari pasangan Nicolaas Vlok dan Bett Oliver dimana dia dibesarkan di perkebunan kecil pedesaan di sepanjang sungai Orange.

Baca juga: Negara Uni Eropa Ini Terapkan Kembali Wajib Militer

Dia menempuh pendidikan pertamanya di Sekolah Dasar Neil Drift dan lulus dari Keimoes High School pada tahun 1956 berlokasi di Keimoes. Kemudian ia melanjutkan pendidikannya di Universitas Pretoria dan lulus pada tahun 1962.

Vlok telah memulai karirnya dengan bekerja di kantor hakim untuk Departemen Kehakiman di Keimoes dan Upington bergabung dengan Partai Nasional pada tahun 1959.

Dari tahun 1959 hingga 1966, Vlok bertugas di Pretoria yang memiliki jabatan sebagai wakil sekretaris Departemen Kehakiman sambil belajar untuk Diploma Pengacara di Universitas Pretoria.

Pada tahun 1970, Vlok mengundurkan diri dari Departemen Kehakiman dengan tujuan memasuki dunia politik.

Dua tahun setelahnya ia terpilih menjadi anggota Dewan Kota Verwoerdburg (sekarang dikenal sebagai Centurion) hingga tahun 1974.

Seiring berjalannya waktu karirnya mulai moncer, pada bulan September 1984, ia diangkat sebagai Wakil Menteri Pertahanan dan kemudian diangkat menjadi Wakil Menteri Hukum.

Selama menjabat sebagai Wakil Menteri Hukum dan Ketertiban, Vlok bertanggung jawab atas penindasan dan penahanan sekitar 30.000 orang dan mengawasi 17 organisasi anti-apartheid.

Posisi Vlok pada jabatan menteri hukum dan ketertiban sangat kontroversial, sebab ia telah mengaku melakukan kejahatan pengeboman markas besar Dewan Gereja Afrika Selatan di Khotso House dan markas Cosatu.

Pada pertengahan 2006, Adriaan Vlok mengajukan diri dan meminta maaf atas segala tindakannya dan siap menjalani prosesi hukum yang ada.

Dikutip dari iol.co.za, Di masa akhir hidupnya Vlok mulai menjalankan kebaikan kepada sesama dengan mendirikan badan amal pemberian makan anak bernama Feed a Child initiative.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kedubes Iran di Afrika...
Kedubes Iran di Afrika Selatan Ejek Trump Terkait Rilis Dokumen Rahasia UFO
Buaya 4,5 Meter Ini...
Buaya 4,5 Meter Ini Dievakuasi dengan Helikopter, Ada Tubuh Manusia di Dalam Perutnya
Wabah Hantavirus Serang...
Wabah Hantavirus Serang Kapal Pesiar di Atlantik, 3 Orang Tewas
Dibantu Tentara Rusia,...
Dibantu Tentara Rusia, Mali Sukses Gagalkan Kudeta Militer
China Isi Kekosongan...
China Isi Kekosongan Militer di Benua Afrika, Penjualan Senjata Melonjak
Afrika Selatan Usir...
Afrika Selatan Usir Diplomat Israel, Harus Pergi dalam 72 Jam
Maroko Jadi Sorotan...
Maroko Jadi Sorotan di Piala Dunia 2026, Ternyata Negeri Ini Melahirkan 6 Tarekat Besar Dunia
Presiden Serbia Aleksandar...
Presiden Serbia Aleksandar Vučić Umumkan Pengunduran Diri
Israel Ungkap 2 Skenario...
Israel Ungkap 2 Skenario Perang AS-Iran Pecah Lagi
Rekomendasi
Suasana Jelang Sidang...
Suasana Jelang Sidang Perdana Dokter Tifa, TNI-Polri dan Rantis Brimob Bersiaga di PN Jaktim
Maroko Jadi Sorotan...
Maroko Jadi Sorotan di Piala Dunia 2026, Ternyata Negeri Ini Melahirkan 6 Tarekat Besar Dunia
Harry Kane Cetak Brace,...
Harry Kane Cetak Brace, Inggris Singkirkan DR Kongo
Berita Terkini
Demi Cinta Bertaruh...
Demi Cinta Bertaruh Nyawa, Pasangan Ini Lamaran di Puncak Gedung Empire State 443 Meter
AS Pertimbangkan Tarik...
AS Pertimbangkan Tarik Pasukan dari Arab Saudi, Berseteru Gara-gara Perang Iran
Israel Ancam Serang...
Israel Ancam Serang Iran Ketiga Kalinya Meski Sedang Negosiasi dengan AS
Tetangga Indonesia Ini...
Tetangga Indonesia Ini Beli Lagi 24 Rudal Canggih Hellfire AS, Harganya Rp401 Miliar
Helikopter Angkatan...
Helikopter Angkatan Laut AS Jatuh di Laut Arab, 1 Awak Hilang, Ditembak Iran?
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan...
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan Trump Bertambah Rp25 Triliun
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved