Paus Fransiskus Kecam Penerapan Hukuman Mati di Iran
Selasa, 10 Januari 2023 - 02:30 WIB
loading...
A
A
A
“Hak untuk hidup juga terancam di tempat-tempat di mana hukuman mati terus diterapkan, seperti yang terjadi akhir-akhir ini di Iran, menyusul demonstrasi baru-baru ini yang menuntut penghormatan yang lebih besar terhadap martabat perempuan,” kata Fransiskus, seperti dikutip dari AP, Senin (9/1/2023).
Baca: Paus Francis: Ingatlah Perang yang Melelahkan dan Orang Miskin
“Hukuman mati tidak dapat diterapkan untuk keadilan negara yang diklaim, karena itu tidak menimbulkan efek jera atau memberikan keadilan kepada para korban, tetapi hanya mengobarkan rasa haus akan balas dendam,” lanjutnya.
Komentarnya menandai pernyataan publik pertamanya tentang protes yang meletus di Iran pada pertengahan September tahun lalu atas kematian Mahsa Amini. Wanita berusia 22 tahun itu meninggal setelah ditangkap oleh polisi moralitas Iran karena diduga melanggar aturan berpakaian ketat Republik Islam.
Kaum wanita Iran telah memainkan peran utama dalam protes, dengan banyak yang secara terbuka melepas jilbab wajib, yang dikenal sebagai hijab. Sedikitnya empat orang telah dieksekusi sejak demonstrasi dimulai, setelah pengadilan cepat dan tertutup yang dikritik secara internasional.
Baca: Paus Francis: Ingatlah Perang yang Melelahkan dan Orang Miskin
“Hukuman mati tidak dapat diterapkan untuk keadilan negara yang diklaim, karena itu tidak menimbulkan efek jera atau memberikan keadilan kepada para korban, tetapi hanya mengobarkan rasa haus akan balas dendam,” lanjutnya.
Komentarnya menandai pernyataan publik pertamanya tentang protes yang meletus di Iran pada pertengahan September tahun lalu atas kematian Mahsa Amini. Wanita berusia 22 tahun itu meninggal setelah ditangkap oleh polisi moralitas Iran karena diduga melanggar aturan berpakaian ketat Republik Islam.
Kaum wanita Iran telah memainkan peran utama dalam protes, dengan banyak yang secara terbuka melepas jilbab wajib, yang dikenal sebagai hijab. Sedikitnya empat orang telah dieksekusi sejak demonstrasi dimulai, setelah pengadilan cepat dan tertutup yang dikritik secara internasional.
Lihat Juga :