China Tutup Seribu Akun Medsos Pengkritik Kebijakan Pemerintah

Sabtu, 07 Januari 2023 - 22:25 WIB
loading...
China Tutup Seribu Akun...
China Tutup Seribu Akun Medsos Pengkritik Kebijakan Pemerintah. FOTO/Reuters
A A A
BEIJING - China telah menangguhkan atau menutup akun media sosial lebih dari 1.000 kritikus terhadap kebijakan pemerintah terkait wabah Covid-19 . Langkah itu diambil Beijing saat negara tersebut bergerak untuk membatalkan pembatasan ketat anti-virus.

Platform media sosial Sina Weibo yang populer mengaku telah menangani 12.854 pelanggaran, termasuk serangan terhadap para ahli, sarjana dan pekerja medis dan mengeluarkan larangan sementara atau permanen pada 1.120 akun.

Baca: China: Setop Politisasi Pandemi COVID-19

Partai Komunis yang berkuasa sebagian besar mengandalkan komunitas medis untuk membenarkan penguncian yang keras, tindakan karantina dan pengujian massal, yang hampir semuanya tiba-tiba ditinggalkan bulan lalu.

“Perusahaan akan terus meningkatkan penyelidikan dan pembersihan semua jenis konten ilegal, dan menciptakan lingkungan komunitas yang harmonis dan ramah bagi sebagian besar pengguna," kata Sina Weibo dalam sebuah pernyataan, Kamis (5/1/2023), seperti dikutip dari AP.

Kritik, yang sebagian besar terfokus pada penegakan peraturan yang keras, termasuk pembatasan perjalanan terbuka yang membuat orang terkurung di rumah mereka selama berminggu-minggu, terkadang disegel di dalam tanpa makanan atau perawatan medis yang memadai.

Baca: Diduga Jadi Mata-mata China, Taiwan Tahan Para Perwira Militernya

Kemarahan juga dilampiaskan atas persyaratan bahwa siapa pun yang berpotensi dites positif atau telah melakukan kontak dengan orang tersebut harus dikurung untuk observasi di rumah sakit lapangan, di mana kepadatan penduduk, makanan yang buruk, dan kebersihan sering dikeluhkan.

Biaya sosial dan ekonomi akhirnya memicu protes jalanan yang jarang terjadi di Beijing dan kota-kota lain, kemungkinan memengaruhi keputusan partai untuk segera melonggarkan langkah-langkah yang paling ketat.

Sebagai bagian dari perubahan terbaru, China juga tidak akan lagi mengajukan tuntutan pidana terhadap orang yang dituduh melanggar peraturan karantina perbatasan, menurut pemberitahuan yang dikeluarkan oleh lima departemen pemerintah pada hari Sabtu.

Baca: Pertama dalam 300 Tahun, China Kehilangan Gelar Negara Terpadat di Dunia Tahun Ini

Individu yang saat ini ditahan akan dibebaskan dan aset yang disita dikembalikan, kata pemberitahuan itu.

“Penyesuaian dilakukan setelah secara komprehensif mempertimbangkan bahaya perilaku terhadap masyarakat, dan bertujuan untuk beradaptasi dengan situasi baru pencegahan dan pengendalian epidemi,” kata situs web surat kabar resmi China Daily dalam sebuah laporan.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Viral! Kebun Binatang...
Viral! Kebun Binatang China Cari Pemeran Beruang Hitam, Gajinya Rp263,6 Juta
Kerja Sama Yunani-China...
Kerja Sama Yunani-China Diperdebatkan, Legislator Tolak Status 'Mitra Lemah'
Jepang Sangkal Militernya...
Jepang Sangkal Militernya Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk China
China Bikin Replika...
China Bikin Replika Kapal Perang AS untuk Jadi Target Tes Rudal
LineShine Jadi Superkomputer...
LineShine Jadi Superkomputer Tercepat di Dunia, China Mampu Kalahkan AS
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Bukan Utang, Purbaya...
Bukan Utang, Purbaya Tegaskan Pendanaan AIIB Rp303 Triliun Murni Investasi
Penembakan Massal di...
Penembakan Massal di Sekolah Filipina Tewaskan 3 Siswa, 2 Pelaku Remaja Ditahan
Ngeri! Suhu Paris Lebih...
Ngeri! Suhu Paris Lebih Panas daripada Makkah
Rekomendasi
T1, Inikah Mobil Listrik...
T1, Inikah Mobil Listrik Pertama BAIC di Indonesia?
Kawal Transformasi Terintegrasi...
Kawal Transformasi Terintegrasi untuk Perkuat Bio Farma Group
MSIN Putuskan Tak Bagi...
MSIN Putuskan Tak Bagi Dividen, Fokus Perkuat Platform Digital
Berita Terkini
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved