Aktivis LGBTQ Ini Dibunuh, Jasadnya Dimasukkan Kotak dan Dibuang di Jalan
Sabtu, 07 Januari 2023 - 13:02 WIB
loading...
Edwin Chiloba, aktivis LGBTQ Kenya, dibunuh. Jasadnya dimasukkan kotak logam dan dibuang di dekat jalan kota. Foto/Lawren Studios via BBC
A
A
A
ELDORET - Edwin Chiloba, aktivis lesbian, gay, biseksual, transgender, dan queer ( LGBTQ ) Kenya tewas dibunuh. Jasadnya ditemukan di dalam kotak logam dan dibuang di dekat jalan di sekitar kota Eldoret.
Selain sebagai aktivis LGBTQ ternama, korban juga dikenal sebagai perancang busana muda. Polisi setempat sedang menyelidiki kematian Chiloba.
Seorang tersangka, yang diyakini sebagai teman korban, telah ditangkap. Namun polisi belum mengungkap motifnya.
Kelompok-kelompok hak asasi manusia (HAM) di Kenya, di mana melakukan hubungan seks sesama jenis dilarang, mengaitkan pembunuhan Chiloba dengan seksualitasnya.
Baca juga: 6 Negara Mengerikan bagi Kaum LGBT, Termasuk Menghukum Mati Gay
Salah satu kelompok HAM memperkirakan bahwa lebih dari separuh total anggota komunitas LGBTQ Kenya telah diserang.
"Kata-kata bahkan tidak bisa menjelaskan bagaimana perasaan kami sebagai komunitas saat ini. Jiwa lain hilang karena kebencian. Anda akan dirindukan," tulis kelompok HAM Galck+ di Twitter, seperti dikutip BBC, Sabtu (7/1/2023).
Selain sebagai aktivis LGBTQ ternama, korban juga dikenal sebagai perancang busana muda. Polisi setempat sedang menyelidiki kematian Chiloba.
Seorang tersangka, yang diyakini sebagai teman korban, telah ditangkap. Namun polisi belum mengungkap motifnya.
Kelompok-kelompok hak asasi manusia (HAM) di Kenya, di mana melakukan hubungan seks sesama jenis dilarang, mengaitkan pembunuhan Chiloba dengan seksualitasnya.
Baca juga: 6 Negara Mengerikan bagi Kaum LGBT, Termasuk Menghukum Mati Gay
Salah satu kelompok HAM memperkirakan bahwa lebih dari separuh total anggota komunitas LGBTQ Kenya telah diserang.
"Kata-kata bahkan tidak bisa menjelaskan bagaimana perasaan kami sebagai komunitas saat ini. Jiwa lain hilang karena kebencian. Anda akan dirindukan," tulis kelompok HAM Galck+ di Twitter, seperti dikutip BBC, Sabtu (7/1/2023).
Lihat Juga :