Nasib Eks Menteri Luar Negeri Korea Utara Ini Tidak Diketahui

Kamis, 05 Januari 2023 - 22:34 WIB
loading...
Nasib Eks Menteri Luar...
Mantan Menteri Luar Negeri Korea Utara Ri Yong-ho. Foto/Bloomberg
A A A
SEOUL - Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un telah membersihkan mantan menteri luar negeri Ri Yong-ho. Hal itu diungkapkan anggota parlemen Korea Selatan (Korsel) mengutip pejabat intelijen.

Ri Yong-ho diketahui memainkan peran penting dalam pertemuan puncak pemimpun Korut itu dengan mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada 2018 dan 2019.

Ri Yong-ho tidak terlihat di depan publik sejak pembicaraan denuklirisasi dengan Washington terhenti setelah pertemuan puncak yang gagal antara Kim dan Trump pada awal 2019 di Vietnam. Namun media Jepang, Yomiuri Shimbun, pada hari Rabu melaporkan bahwa dia dieksekusi tahun lalu, mengutip sumber tanpa nama.

Anggota komite intelijen parlemen Korsel, Yoo Sang-bum mengatakan, Badan Intelijen Nasional negara itu mengatakan kepada anggota parlemen bahwa Ri telah dibersihkan tetapi tidak jelas apakah dia dieksekusi.

Baca: Gedung Putih: AS-Korsel Siapkan Respons Efektif pada Penggunaan Nuklir Korut

"Mereka mengkonfirmasi pembersihan Ri tetapi bukan eksekusinya," kata Yoo kepada wartawan setelah pengarahan oleh agen mata-mata Korsel seperti dikutip dari Channel News Asia, Kamis (5/1/2023).

Yoo mengatakan agensi tidak menjelaskan mengapa Ri dibersihkan, dan anggota parlemen itu tidak dapat mengkonfirmasi laporan Yomiuri yang juga mengatakan beberapa diplomat lain yang pernah bekerja di Kedutaan Besar Korut di Inggris juga dieksekusi.

Ri terakhir disebutkan di media pemerintah Korut pada April 2020, ketika dia dicopot dari Komisi Urusan Negara, badan pembuat keputusan tertinggi yang diketuai oleh Kim Jong-un. Dia dipecat dari pekerjaan diplomat tertinggi beberapa bulan sebelumnya.

Seorang diplomat karir yang bersuara lembut dengan pengalaman bertahun-tahun dalam negosiasi nuklir, Ri menemani Kim ke Singapura dan Hanoi untuk pertemuan puncak dengan Trump masing-masing pada tahun 2018 dan 2019.

Baca: Rusia Apresiasi Dukungan Korea Utara untuk Perang di Ukraina

Ri mengadakan konferensi pers tak lama setelah KTT Hanoi berantakan, mengatakan Kim telah membuat "proposal realistis" tetapi Trump menuntut lebih banyak konsesi.

Ada laporan media tentang eksekusi beberapa pejabat Pyongyang yang terlibat dalam KTT yang gagal, tetapi beberapa akhirnya muncul kembali di media pemerintah setelah beberapa saat.

Yoo juga mengatakan bahwa agen mata-mata mengaitkan pemecatan Pak Jong-chon baru-baru ini, yang pernah menjadi pejabat militer terkuat kedua setelah Kim, karena kurangnya kesiapan selama pelatihan dan kurangnya kepemimpinan.

"Kim telah menggantikan pimpinan militer sama sekali, dan itu pada akhirnya ditujukan untuk memperketat cengkeramannya atas militer," kata Yoo.

Baca: Kim Jong-un Pecat Pemimpin Militer Terkuat Kedua di Korea Utara
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Korea Utara Marah AS...
Korea Utara Marah AS Jual Rudal Canggih ke Korea Selatan, Menyebutnya Ekspor Perang
Trump: AS dan Iran Teken...
Trump: AS dan Iran Teken Kesepakatan Hari Ini, Selat Hormuz Akan Dibuka untuk Semua
3 Alasan Provinsi Alberta...
3 Alasan Provinsi Alberta Ingin Tinggalkan Kanada dan Bergabung dengan AS
Trump Cari Jalan Keluar...
Trump Cari Jalan Keluar Secepatnya untuk Hindari Dampak Politik dan Ekonomi Perang Iran
Trump Puji Unggahan...
Trump Puji Unggahan Menlu Iran tentang Kemungkinan Kesepakatan AS-Iran Sangat Positif
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Suvenir Kapal Perang...
Suvenir Kapal Perang Mikasa dari Menhan Jepang untuk Presiden Prabowo
Taiwan Luncurkan Puluhan...
Taiwan Luncurkan Puluhan Rudal HIMARS ke Arah China
Sebelum Meninggal Dunia,...
Sebelum Meninggal Dunia, Putri Thailand Bajrakitiyabha Alami Gangguan Jantung Serius
Rekomendasi
PB LEMKARI Gelar Kongres...
PB LEMKARI Gelar Kongres Luar Biasa 2026, Sempurnakan Nama dan Logo Organisasi
Eropa Wajibkan Pelabelan...
Eropa Wajibkan Pelabelan Konten yang Dihasilkan AI
Peduli Lingkungan, Aliansi...
Peduli Lingkungan, Aliansi Lintas Agama-Kementerian LH Serukan Tobat Ekologis Nasional
Berita Terkini
AS Habisi Bos Geng Tren...
AS Habisi Bos Geng Tren de Aragua, Markasnya di Venezuela Dibom hingga Berkeping-keping
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Trump Setuju Cairkan Aset Iran Rp426,7 Triliun yang Dibekukan AS
Korea Utara Marah AS...
Korea Utara Marah AS Jual Rudal Canggih ke Korea Selatan, Menyebutnya Ekspor Perang
Profesor AS: Israel,...
Profesor AS: Israel, Bukan Iran, yang Jadi Ancaman Nuklir Utama di Timur Tengah
Trump: AS dan Iran Teken...
Trump: AS dan Iran Teken Kesepakatan Hari Ini, Selat Hormuz Akan Dibuka untuk Semua
10 Negara dengan Rudal...
10 Negara dengan Rudal Balistik Terkuat di Dunia, Juaranya Bukan AS
Infografis
Keren! ini Beberapa...
Keren! ini Beberapa Warteg yang Berada di Luar Negeri
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved