3 Negara Mayoritas Muslim yang Dulunya Pernah Jadi Negeri Komunis

Kamis, 05 Januari 2023 - 19:54 WIB
loading...
A A A
Tak sendiri, dia menunjuk Babrak Karmal sebagai Wakil Perdana Menteri. Pada akhirnya, mereka memproklamirkan sebuah pemerintahan baru dan mengklaim bebas pengaruh Soviet.

Akan tetapi, seiring waktu tujuan mereka telah terbongkar. Hal ini membuat pemimpin Islam dan etnis konservatif menolak kebijakan-kebijakan rezim dan memunculkan pergolakan bersenjata.

Sekitar bulan Juni 1978, gerakan gerilya mujahidin dibentuk dengan tujuan melawan pemerintahan yang didukung Uni Soviet. Saat rezim mulai goyah, Uni Soviet datang dan menginvasi Afghanistan pada 1979.

Pada pergolakan yang terjadi antara kelompok mujahidin melawan tentara Afghanistan yang didukung Uni Soviet, tercatat sekitar 2,8 juta warganya yang melarikan diri.

Pada 1989, Uni Soviet mulai menarik diri. Dalam hal ini, kelompok Mujahidin melanjutkan perlawan untuk menggulingkan rezim komunis pimpinan Najibullah yang ditunjuk Soviet.

Kekuasan komunis akhirnya lengser. Kelompok mujahidin kemudian membentuk negara yang berlandaskan Islami dengan Burhanuddin Rabbani sebagai Presiden. Akan tetapi, saat itu telah terjadi pergolakan internal terkait perebutan pemimpin yang nantinya akan memunculkan konflik lain selain dari komunis.

Saat ini, Afghanistan dikenal sebagai negara mayoritas muslim. Namun, negara tersebut beberapa waktu yang lalu dikuasai oleh kelompok Taliban yang sampai saat ini masih menjalankan pemerintahan.

2. Yaman

Yaman merupakan salah satu negara yang berada di kawasan Asia Barat. Dalam sejarahnya, negara ini juga lekat kaitannya dengan pengaruh paham komunis.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Houthi Ancam Serang...
Houthi Ancam Serang Infrastruktur Minyak Saudi jika Perang Terus Berlanjut
Yaman Memanas, Houthi...
Yaman Memanas, Houthi Ancam Serang Fasilitas Minyak di Arab Saudi
Pertahanan Udara Arab...
Pertahanan Udara Arab Saudi Cegat Rudal Balistik Houthi
Gencatan Senjata Berakhir!...
Gencatan Senjata Berakhir! Perang Houthi dan Arab Saudi Bisa Pecah Kapan Saja
2 Negara Muslim Ini...
2 Negara Muslim Ini Saling Serang, Ini 7 Alasan Konflik Itu Tak Mudah Diselesaikan
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Darat dan Udara ke Afghanistan, 29 Tentara Taliban Tewas
Siapa Pemasang Kiswah...
Siapa Pemasang Kiswah Kakbah Pertama? Ini Kisah Uniknya dari Negeri Yaman
Korban Tewas Gempa Venezuela...
Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 5.208 Jiwa, 16.740 Orang Terluka
Menlu Rusia: AS Terlibat...
Menlu Rusia: AS Terlibat Langsung dalam Perang Ukraina!
Rekomendasi
Dokter Tifa Klaim Simpan...
Dokter Tifa Klaim Simpan Bukti Kejanggalan Ijazah Jokowi Meski Eksepsinya Diterima
Laba Bank Mandiri Naik...
Laba Bank Mandiri Naik 25% Jadi Rp28,5 Triliun di Semester I-2026
AREA Indonesia Siap...
AREA Indonesia Siap Perkuat Kolaborasi Dukung Program 3 Juta Rumah
Berita Terkini
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
Iran Ungkap Radar AS...
Iran Ungkap Radar AS Mengalami Malam Gelap akibat Serangan Rudal
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved