Diduga Jadi Mata-mata China, Taiwan Tahan Para Perwira Militernya

Kamis, 05 Januari 2023 - 13:32 WIB
loading...
Diduga Jadi Mata-mata...
Taiwan menahan para perwira militernya karena diduga menjadi mata-mata China. Foto/REUTERS
A A A
TAIPEI - Taiwan menahan tiga perwira aktif dan seorang pensiunan perwira Angkatan Udara. Mereka yang ditahan diduga menjadi mata-mata untuk China .

Penahanan para perwira militer Taipei itu diungkap Central News Agency (CNA), yang mengindikasikan sejauh mana Beijing mengintai tetangganya yang jauh lebih kecil tersebut.

Menurut laporan CNA yang dikutip Bloomberg, Kamis (5/1/2023), seorang mantan perwira meninggalkan militer pada 2013 dan mulai melakukan bisnis di China, di mana dia direkrut untuk membangun jaringan spionase.

Laporan itu tidak mengungkap identitas para perwira aktif dan pensiunan perwira Taiwan yang ditahan.

Baca juga: Ancaman China Meningkat, AS Jual Sistem Anti-Tank ke Taiwan

Jaksa setempat mencurigai mantan perwira merekrut enam perwira dan dibayar antara NTD200.000 hingga NTD700.000 melalui perusahaan cangkang.

Mantan perwira dan tiga perwira yang aktif bertugas di Angkatan Udara dan Angkatan Laut ditahan di selatan kota Kaohsiung. Tiga perwira aktif lainnya dibebaskan dengan jaminan.

Taiwan telah berjuang untuk menyingkirkan spionase dalam militernya oleh China, yang memiliki lebih banyak sumber daya.

Amerika Serikat (AS)—pendukung militer terbesar Taiwan—telah lama mengkhawatirkan kemampuan pulau yang memiliki pemerintahan sendiri itu dalam menjaga teknologi dan rahasia lainnya dari tangan Beijing.

Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan pada November bahwa mata-mata China merupakan ancaman serius. Komentar itu muncul ketika pihak berwenang meluncurkan penyelidikan terhadap seorang perwira infanteri karena diduga mengambil NTD40.000 sebulan dari China untuk mengumpulkan intelijen dan menyerah jika perang pecah.

Masalah mata-mata memengaruhi tingkat tertinggi militer Taiwan.

Mantan Wakil Menteri Pertahanan Chang Che-ping—yang pernah menjadi pejabat militer terpenting ketiga Taiwan—diselidiki pada tahun 2021 karena kekhawatiran tentang kontak dengan jaringan mata-mata China.

Dia dibebaskan dan menjadi saksi dalam kasus yang mengarah pada dakwaan atas tuduhan mata-mata pada bulan Juni terhadap seorang pensiunan jenderal dan letnan kolonel.

AS meningkatkan dukungan militernya untuk Taiwan, yang tahun lalu mendeteksi sekitar 1.700 serangan pesawat perang ke zona identifikasi pertahanan udara yang sensitif dan lebih dari 660 kapal di perairan terdekat.

Anggota Parlemen AS pada bulan Desember menyetujui tagihan pengeluaran USD1,7 triliun yang memungkinkan penjualan senjata hingga USD10 miliar ke Taiwan.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
China Tangkap Warga...
China Tangkap Warga Negara AS Atas Tuduhan Spionase
Program Rudal Iran Tak...
Program Rudal Iran Tak Dibahas dalam MoU Kesepakatan Damai dengan AS
Rekomendasi
5 Fakta Menarik Timnas...
5 Fakta Menarik Timnas Belgia Ditahan Imbang Mesir di Piala Dunia 2026
Cerita Aiman Ricky Jadi...
Cerita Aiman Ricky Jadi Petugas Haji, Belajar Sabar dan Melayani Jemaah
KPU Kaji Penerapan E-Voting...
KPU Kaji Penerapan E-Voting untuk Pemilu di Luar Negeri, Ini Alasannya
Berita Terkini
Presiden Mahmoud Abbas:...
Presiden Mahmoud Abbas: Pilpres Palestina Digelar Awal 2027
Ini Alasan Trump Puji...
Ini Alasan Trump Puji Putin dan Xi Jinping atas Kesepakatan Damai AS-Iran
AS dan Iran Sepakat...
AS dan Iran Sepakat Damai, Netanyahu Jadi Sasaran Kemarahan Warga Israel
Presiden Belarusia:...
Presiden Belarusia: Lobi Yahudi Menipu Putin
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh di Pangkalan California, 8 Orang Tewas
4 Fakta Memalukan Keluarga...
4 Fakta Memalukan Keluarga Kerajaan Norwegia Divonis 4 Tahun Penjara karena Pemerkosaan
Infografis
Militer China Kepung...
Militer China Kepung Taiwan untuk Simulasi Invasi Besar-besaran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved