Jerman Dituding Tak Hormati Polandia Soal Ganti Rugi Perang Dunia II

Rabu, 04 Januari 2023 - 23:05 WIB
loading...
Jerman Dituding Tak...
Warga sipil Yahudi digiring ke jalan oleh tentara Jerman selama penghancuran Ghetto Warsawa, di Polandia, 1943. Foto/Arsip Nasional AS/REUTERS
A A A
WARSAWA - Penolakan Jerman membayar ganti rugi Perang Dunia II ke Polandia adalah tanda standar ganda dan tidak menghormati rakyat Polandia.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Polandia Arkadiusz Mularczyk mengungkapkan hal itu pada Rabu (4/1/2023).

Polandia menuntut USD1,37 triliun dari Berlin sebagai kompensasi atas pembunuhan dan penghancuran yang dilakukan pasukan Adolf Hitler selama pendudukan Jerman yang berlangsung antara tahun 1939 dan 1945.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Jerman mengatakan pada Selasa bahwa masalah kerusakan perang "tetap ditutup" dan Berlin tidak bermaksud merundingkan kembali masalah tersebut.

Mularczyk mengecam posisi Jerman sebagai "salah".

“Kasus kompensasi yang belum terselesaikan untuk Polandia atas dampak Perang Dunia II tetap terbuka, secara moral, politik, dan hukum,” tweet Mularczyk pada Rabu.

Baca juga: Gendong Rudal Hipersonik Zircon, Kapal Perang Rusia Ini Resmi Tugas Tempur

“Kami memiliki kampanye internasional di depan kami, tetapi saya yakin kami akan menang untuk Polandia dan rakyat Polandia,” ujar dia.

“Kerugian Polandia tidak terbayangkan, dan Jerman telah menerima laporan kami tentang masalah ini,” papar diplomat itu kepada Badan Pers Polandia pada Selasa.

Dia menambahkan, "Jawaban mereka, dirangkum dalam satu kalimat, menunjukkan sikap yang sangat tidak sopan terhadap Polandia dan rakyat Polandia."

Mularczyk menuduh Berlin menerapkan standar ganda, menunjukkan negara itu setuju tahun lalu untuk membayar 1,1 miliar euro (USD1,16 miliar) kepada Namibia sebagai kompensasi atas kekejaman era kolonial.

Dia mengatakan Warsawa akan terus mencari kompensasi “secara konsisten dan intensif.”

Jerman menyatakan kewajiban terkait Perang Dunia II diselesaikan secara komprehensif berdasarkan perjanjian 1990 yang membuka jalan bagi reunifikasi negara selama tahun-tahun terakhir Perang Dingin.

Berlin juga berpendapat Warsawa melepaskan hak untuk mengklaim reparasi berdasarkan kesepakatan tahun 1953 dengan Jerman Timur.

Warsawa, bagaimanapun, bersikeras Polandia, yang saat itu diperintah pemerintah Komunis, ditekan untuk menandatangani perjanjian 1953 oleh Uni Soviet.

Polandia semakin menyerukan reparasi sejak Partai Hukum dan Keadilan (PiS) yang konservatif kembali berkuasa pada 2015.

Pemerintah mengajukan klaim resmi kepada Jerman pada Oktober dan mengatakan pada Selasa bahwa pihaknya akan meminta bantuan PBB.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Jenderal Jerman Duga...
Jenderal Jerman Duga Rusia Bakal Kerahkan Senjata Nuklir ke Luar Angkasa, Bisa Picu Kiamat Satelit
Tak Ingin Bernasib seperti...
Tak Ingin Bernasib seperti Ukraina, Polandia Operasikan Jet Tempur Siluman
Jamu Presiden Steinmeier,...
Jamu Presiden Steinmeier, Prabowo Sebut Jerman Jadi Inspirasi Inovasi Teknologi
AS Rilis 14 Poin Perjanjian...
AS Rilis 14 Poin Perjanjian yang Disepakati dengan Iran untuk Akhiri Perang
Walk Out saat Negosiasi...
Walk Out saat Negosiasi dengan AS, Iran: Kami Tak Berunding di Bawah Tekanan!
Rekomendasi
Mau Ikut Pilih Logo...
Mau Ikut Pilih Logo HUT ke-81 Kemerdekaan RI? Begini Caranya
Kepala BSKDN Kemendagri:...
Kepala BSKDN Kemendagri: Inovasi Kunci Pembangunan Daerah
RPN dan BPDP Latih Keterampilan...
RPN dan BPDP Latih Keterampilan Panen Sawit Rakyat di Sumsel
Berita Terkini
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
Menlu AS Jual Kesepakatan...
Menlu AS Jual Kesepakatan Damai dengan Iran ke Negara-negara Arab
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved