AS Terus Bangun Radar Canggih di Palau untuk Awasi China
Minggu, 01 Januari 2023 - 06:01 WIB
loading...
Pemandangan dari atas Pulau Peleliu di Palau. Foto/japan-forward.com
A
A
A
PALAU - Pada tahun 2020, Palau mendorong Amerika Serikat (AS) untuk membangun pangkalan militer di pulau itu untuk menghalangi China.
Beijing dituduh oleh negara Pasifik tersebut sebagai "aktivitas destabilisasi yang sedang berlangsung".
Pembangunan Tactical Mobile Over-the-Horizon Radar (TACMOR) canggih Angkatan Udara AS, yang sedang berlangsung di pulau Pasifik Palau, mencerminkan "kewaspadaan yang meningkat" oleh Washington di Pasifik.
Kehadiran radar canggih itu dapat menjadi penting untuk memantau "aktivitas China" , menurut American Press.
Laporan tersebut mengutip dokumen anggaran Angkatan Udara FY2023 yang mengatakan, "Pengembangan, pengujian dan evaluasi, dan akuisisi sistem dan komponen terkait akan memberi para prajurit perang kemampuan menutup celah dalam cakupan pengawasan di wilayah utama wilayah Pasifik yang diminati Amerika Serikat dan sekutu kita."
Baca juga: Presiden China Xi Jinping Sampaikan Pidato Panjang Sambut Tahun Baru 2023
Menurut outlet tersebut, proyek senilai USD17 miliar menggarisbawahi dorongan Pentagon memberikan "kehadiran militer AS yang gigih di Indo-Pasifik akhir-akhir ini."
Beijing dituduh oleh negara Pasifik tersebut sebagai "aktivitas destabilisasi yang sedang berlangsung".
Pembangunan Tactical Mobile Over-the-Horizon Radar (TACMOR) canggih Angkatan Udara AS, yang sedang berlangsung di pulau Pasifik Palau, mencerminkan "kewaspadaan yang meningkat" oleh Washington di Pasifik.
Kehadiran radar canggih itu dapat menjadi penting untuk memantau "aktivitas China" , menurut American Press.
Laporan tersebut mengutip dokumen anggaran Angkatan Udara FY2023 yang mengatakan, "Pengembangan, pengujian dan evaluasi, dan akuisisi sistem dan komponen terkait akan memberi para prajurit perang kemampuan menutup celah dalam cakupan pengawasan di wilayah utama wilayah Pasifik yang diminati Amerika Serikat dan sekutu kita."
Baca juga: Presiden China Xi Jinping Sampaikan Pidato Panjang Sambut Tahun Baru 2023
Menurut outlet tersebut, proyek senilai USD17 miliar menggarisbawahi dorongan Pentagon memberikan "kehadiran militer AS yang gigih di Indo-Pasifik akhir-akhir ini."
Lihat Juga :