Oposisi Venezuela Lengserkan Juan Guaido dari Presiden Interim
Sabtu, 31 Desember 2022 - 13:39 WIB
loading...
A
A
A
Pemerintahan sementaranya juga diberikan kendali atas aset pemerintah Venezuela di luar negeri yang telah dibekukan, termasuk Citgo, kilang minyak yang berbasis di Houston.
Tetapi oposisi yang dipimpin Guaido gagal memenangkan militer Venezuela atau pengadilan negara di pihaknya, sementara pemerintahan Maduro menghadapi demonstrasi jalanan dan semakin memperketat cengkeramannya di negara Amerika Selatan itu.
Kegagalan melengserkan Maduro membuat rakyat Venezuela frustrasi, yang berjuang dengan inflasi tinggi, kekurangan pangan, dan upah terendah di Amerika Selatan — kesulitan yang mendorong jutaan orang untuk bermigrasi dalam beberapa tahun terakhir.
Dalam jajak pendapat yang dilakukan oleh Universitas Andres Bello Venezuela pada bulan November, hanya 6% rakyat Venezuela yang mengatakan mereka akan memilih Guaido jika dia berpartisipasi dalam pemilihan pendahuluan presiden tahun depan, sementara beberapa pemimpin oposisi lainnya mendapatkan jumlah yang lebih besar.
Pengaruh Guaido juga berkurang sejak akhir 2020, ketika Majelis Nasional yang memilihnya sebagai presiden sementara digantikan oleh legislator baru yang dipilih dalam pemilihan yang diboikot oleh partai oposisi.
Banyak anggota Majelis Nasional 2015 sekarang berada di pengasingan, tetapi mereka terus mengklaim sebagai cabang legislatif Venezuela yang sah dan mengadakan pertemuan online di mana mereka membuat keputusan tentang isu-isu yang melibatkan “pemerintah sementara”.
Pada hari Jumat, 72 dari 109 mantan legislator yang berpartisipasi dalam sesi online memberikan suara mendukung langkah yang menyerukan penggantian pemerintahan sementara Guaido dengan sebuah komite yang terdiri dari beberapa pemimpin oposisi.
Baca: Lagi, Inggris Tolak Serahkan 31 Ton Emas Venezuela yang Disimpan di Bank of England
Tetapi oposisi yang dipimpin Guaido gagal memenangkan militer Venezuela atau pengadilan negara di pihaknya, sementara pemerintahan Maduro menghadapi demonstrasi jalanan dan semakin memperketat cengkeramannya di negara Amerika Selatan itu.
Kegagalan melengserkan Maduro membuat rakyat Venezuela frustrasi, yang berjuang dengan inflasi tinggi, kekurangan pangan, dan upah terendah di Amerika Selatan — kesulitan yang mendorong jutaan orang untuk bermigrasi dalam beberapa tahun terakhir.
Dalam jajak pendapat yang dilakukan oleh Universitas Andres Bello Venezuela pada bulan November, hanya 6% rakyat Venezuela yang mengatakan mereka akan memilih Guaido jika dia berpartisipasi dalam pemilihan pendahuluan presiden tahun depan, sementara beberapa pemimpin oposisi lainnya mendapatkan jumlah yang lebih besar.
Pengaruh Guaido juga berkurang sejak akhir 2020, ketika Majelis Nasional yang memilihnya sebagai presiden sementara digantikan oleh legislator baru yang dipilih dalam pemilihan yang diboikot oleh partai oposisi.
Banyak anggota Majelis Nasional 2015 sekarang berada di pengasingan, tetapi mereka terus mengklaim sebagai cabang legislatif Venezuela yang sah dan mengadakan pertemuan online di mana mereka membuat keputusan tentang isu-isu yang melibatkan “pemerintah sementara”.
Pada hari Jumat, 72 dari 109 mantan legislator yang berpartisipasi dalam sesi online memberikan suara mendukung langkah yang menyerukan penggantian pemerintahan sementara Guaido dengan sebuah komite yang terdiri dari beberapa pemimpin oposisi.
Baca: Lagi, Inggris Tolak Serahkan 31 Ton Emas Venezuela yang Disimpan di Bank of England
(ian)
Lihat Juga :