Putin Ungkap Ancaman terhadap Negara-negara Bekas Soviet

Selasa, 27 Desember 2022 - 15:04 WIB
loading...
Putin Ungkap Ancaman...
Presiden Rusia Vladimir Putin dan para kepala negara CIS menghadiri pertemuan puncak informal Persemakmuran Negara-Negara Merdeka (CIS) di St Petersburg, Rusia. Foto/Sputnik/Alexei Danichev
A A A
MOSKOW - Republik-republik pasca-Soviet menghadapi semakin banyak ancaman eksternal terhadap keamanan mereka. Presiden Rusia Vladimir Putin memperingatkan hal itu pada pertemuan puncak informal para pemimpin Persemakmuran Negara-Negara Merdeka (CIS) di St Petersburg pada Senin (26/12/2022).

Putin menekankan, sementara para aktor regional terkadang memiliki pendapat yang berbeda, mereka siap bekerja sama untuk menyelesaikan perselisihan apa pun.

"Lingkaran persahabatan adalah bukti kesiapan anggota CIS untuk bekerja sama dalam semangat kemitraan strategis sejati, saling menguntungkan, dan menghormati kepentingan semua negara," papar Putin.

Putin menyoroti peran yang dimainkan CIS dalam mendukung keamanan dan stabilitas kawasan.

“Sayangnya, tantangan dan ancaman di bidang ini, terutama yang datang dari luar, semakin meningkat setiap tahunnya,” ujar dia.

Baca juga: FSB Habisi 4 Penyabotase asal Ukraina saat Coba Masuk Rusia

Terhadap latar belakang ini, dia menambahkan badan intelijen CIS dan lembaga keamanan lainnya telah terlibat dalam "kontak dekat".

Putin memang mengakui anggota CIS terkadang berselisih. “Namun yang utama adalah kita siap dan mau bekerja sama. Bahkan jika ada masalah yang muncul, kita berusaha menyelesaikannya sendiri, bersama-sama, sambil saling memberikan bantuan dan mediasi yang bersahabat,” papar dia.

Menurut pemimpin Rusia itu, “Memperdalam kerja sama antara anggota CIS sejalan dengan kepentingan mendasar rakyat negara kita, karena membantu mengatasi masalah sosial dan ekonomi sambil berkontribusi pada keamanan regional.”

Putin juga menunjukkan anggota CIS sangat erat dalam hal budaya dan sejarah, dengan bahasa Rusia menjadi “kekuatan pemersatu yang kuat, menyatukan negara multinasional kita.”

Pernyataan presiden datang setelah dia menuduh Barat "merancang skenario untuk memicu konflik baru" di ruang pasca-Soviet dalam upaya mengejar "kebijakan mendikte di semua bidang."

Dia mengutip konflik Ukraina sebagai contoh dari upaya tersebut pada pertemuan September dengan para kepala badan keamanan CIS.

Dibentuk setelah pembubaran Uni Soviet dan menggabungkan beberapa bekas republiknya, CIS mempromosikan kerja sama dalam urusan ekonomi, politik, dan militer.

Selain Putin, KTT tersebut dihadiri para pemimpin Azerbaijan, Armenia, Belarusia, Kazakhstan, Kyrgyzstan, Tajikistan, Turkmenistan, dan Uzbekistan.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Meningkat, Perang Hadir di Depan Rumah Warga Rusia
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Putin: Serangan Rudal...
Putin: Serangan Rudal Hipersonik Oreshnik Rusia terhadap Ukraina Hanya Tes, Belum Skala Penuh
PM Inggris: Rusia Akan...
PM Inggris: Rusia Akan Serang NATO 4 Tahun Lagi
Kamuflase Kendaraan...
Kamuflase Kendaraan Perang Rusia Bisa Mengecoh Drone Berteknologi AI
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur 21 Target Militer hingga Pangkalan di Yordania
Iran Klaim 70% Serangannya...
Iran Klaim 70% Serangannya Hantam Target Pangkalan AS di Timur Tengah
Rekomendasi
OTT KPK di BPK Berujung...
OTT KPK di BPK Berujung 5 Tersangka, Bupati Muara Enim Edison Ikut Terjerat
Perkuat Gerak Pelayanan,...
Perkuat Gerak Pelayanan, PKB Jabar Gelar PKBFest
Politeknik STIA LAN...
Politeknik STIA LAN Jakarta Gelar ICoGPASS, Konferensi Internasional untuk Entaskan Kemiskinan
Berita Terkini
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
Iran Serang Pangkalan...
Iran Serang Pangkalan Yordania Markas Jet Tempur Siluman F-35, F-15, dan F-16 AS
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
AS Tolak Masuk Wasit...
AS Tolak Masuk Wasit Piala Dunia Omar Artan, Alasannya Terlibat Organisasi Teroris
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
Ini Bukti Biadabnya...
Ini Bukti Biadabnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat
Infografis
Ancaman Perang Kian...
Ancaman Perang Kian Nyata, 8 Negara Minta Warganya Tinggalkan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved