Terungkap, Twitter Bantu Langsung Kampanye Propaganda Pentagon

Rabu, 21 Desember 2022 - 13:02 WIB
loading...
A A A
Kolusi yang terungkap berlangsung setidaknya sejak 2017, ketika Nathaniel Kahler, pejabat yang bekerja dengan Komando Pusat AS, mengirim email ke Twitter, meminta verifikasi dan "daftar putih" dari beberapa lusin akun berbahasa Arab yang digunakan CENTCOM "untuk memperkuat pesan tertentu.”

Pada hari yang sama, anggota tim integritas Twitter menerapkan "tag pengecualian khusus" yang pada dasarnya memberikan akun itu hak verifikasi tanpa tanda centang biru yang terlihat.

Baca juga: Ledakan Guncang Pipa Gas Utama Rusia, Harga Energi Eropa Menggila

Sementara Pentagon diduga berjanji tidak menyembunyikan afiliasi mereka, di beberapa titik bios profil dan foto dari beberapa akun ini diubah, dan mereka mulai menyamar sebagai pengguna biasa atau sumber opini dan informasi yang "tidak memihak".

Beberapa akun dalam daftar tersebut mempromosikan militan yang didukung Amerika Serikat (AS) di Suriah, dan propaganda anti-Iran di Irak.

Akun lainnya digunakan untuk membenarkan serangan pesawat tak berawak AS sebagai "akurat" dan hanya membunuh teroris, bukan warga sipil, di Yaman.

“Sepertinya DOD (Departemen Pertahanan AS) melakukan sesuatu yang curang dan jelas tidak sejalan dengan apa yang mereka berikan kepada kita saat itu,” ujar seorang mantan karyawan Twitter kepada The Intercept.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump akan Bicara dengan...
Trump akan Bicara dengan Hizbullah jika Presiden Lebanon Mau
Menlu Rubio Ungkap AS...
Menlu Rubio Ungkap AS Masih Bersedia Negosiasi dengan Iran
RUU Integrasi Militer...
RUU Integrasi Militer AS-Israel Dianggap Ancaman Eksistensial, Anggota Kongres Diseru Menolak
Trump Setujui Kesepakatan...
Trump Setujui Kesepakatan Nuklir Arab Saudi yang Memungkinkan Pengayaan Uranium
Trump Ingin Terus Serang...
Trump Ingin Terus Serang Iran dari Pangkalan Militer Inggris
Menhan AS Hegseth Ungkap...
Menhan AS Hegseth Ungkap Biaya Perang Melawan Iran Sejauh Ini Sebesar Rp672 Triliun
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Houthi Umumkan Blokade...
Houthi Umumkan Blokade Laut Terhadap Arab Saudi
Balas Dendam, Iran Klaim...
Balas Dendam, Iran Klaim Hancurkan Pusat Data Amazon di Bahrain
Rekomendasi
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
Nihayatul Wafiroh: Pakta...
Nihayatul Wafiroh: Pakta Integritas Bukti Keseriusan Perempuan Bangsa Besarkan PKB
Berita Terkini
Jika Arab Saudi Punya...
Jika Arab Saudi Punya Senjata Nuklir, Kenapa Banyak Negara Khawatir?
4 Fakta Gunung Pickaxe,...
4 Fakta Gunung Pickaxe, Fasilitas Rahasia Nuklir Iran yang Jadi Target Serangan AS
Siapa Khalil al-Hayya?...
Siapa Khalil al-Hayya? Pemimpin Baru Hamas yang Dikenal sebagai Tangan Kanan Iran di Gaza
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
Serangan AS ke Iran...
Serangan AS ke Iran Tak Punya Strategi, Apakah Trump Sudah Putus Asa?
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Infografis
7 Alasan Vladimir Putin...
7 Alasan Vladimir Putin Tak Bantu Iran Lawan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved