China Minta AS Cabut Sanksi Iran

Selasa, 20 Desember 2022 - 16:35 WIB
loading...
China Minta AS Cabut...
China minta AS mencabut sanksi Iran untuk menghindupkan kembali pembicaraan perjanjian nuklir 2015. Foto/Ilustrasi
A A A
NEW YORK - China mendesak Amerika Serikat (AS) untuk mencabut sanksi terhadap Iran dan berhenti mengancam Teheran untuk menghidupkan kembali negosiasi perjanjian nuklir 2015 yang terhenti.

Wakil Perwakilan Tetap China untuk PBB, Geng Shuang, juga mengatakan pada sesi Dewan Keamanan bahwa resolusi baru yang disahkan oleh Badan Energi Atom Internasional (IAEA) untuk menekan Iran agar bekerja sama tidak akan menghasilkan apa-apa selain meningkatkan konflik, merusak kepercayaan dan membayangi negosiasi.

“Semua pihak harus melihat situasi jangka panjang dan keseluruhan serta menghindari langkah apa pun yang dapat meningkatkan situasi dan merusak proses negosiasi,” kata Geng, menurut portal berita chinanews.com.cn seperti dikutip dari South China Morning Post, Selasa (20/12/2022).

Geng mengatakan keputusan AS pada 2018 untuk menarik diri dari perjanjian, di mana Iran setuju untuk membatasi program nuklirnya dengan imbalan keringanan dari sanksi ekonomi, telah menyebabkan kebuntuan saat ini.

Meskipun Presiden Joe Biden telah mengatakan bahwa AS ingin menghidupkan kembali perjanjian, yang telah ditinggalkan oleh Donald Trump, pembicaraan untuk memulihkannya, yang dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Bersama, telah terhenti sejak Agustus, dengan Iran dan AS saling menyalahkan atas kebuntuan itu.

“Sebagai pencipta krisis nuklir Iran, AS harus mengakui tanggung jawabnya dan memimpin dalam mengambil langkah-langkah praktis,” ucap Geng.

Baca: Iran Klaim Pengayaan Uraniumnya Meningkat Dua Kali Lipat
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Iran Akan Selalu Cepat dan Tegas Setiap Serangan AS
UEA Keluarkan Alarm...
UEA Keluarkan Alarm Rudal Iran, Beberapa Detik Kemudian Dicabut, Pemerintah Minta Maaf
Pesawat Tabrak Gedung...
Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi di China, 1 Jam Setelahnya Tampak Normal
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
Kapten Mehdi Taremi:...
Kapten Mehdi Taremi: FIFA Tak Adil, Iran Sendirian dan Tidak Ada yang Membantu Kami
Kemlu Pastikan 3 WNI...
Kemlu Pastikan 3 WNI di Venezuela Aman Pascagempa Dahsyat M7,1
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Melonjak Jadi 164 Orang, Hampir 1.000 Lainnya Luka
Rekomendasi
Boni Hargens: Peningkatan...
Boni Hargens: Peningkatan Kepercayaan Publik kepada Polri Perkuat Stabilitas Demokrasi
Raih Penghargaan Infobank,...
Raih Penghargaan Infobank, MNC Guna Usaha Indonesia Catat Kinerja Unggul Selama 10 Tahun Berturut-turut
Markas Judi Online Hayam...
Markas Judi Online Hayam Wuruk Mirip di Kamboja dan Myanmar
Berita Terkini
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Iran Akan Selalu Cepat dan Tegas Setiap Serangan AS
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
UEA Keluarkan Alarm...
UEA Keluarkan Alarm Rudal Iran, Beberapa Detik Kemudian Dicabut, Pemerintah Minta Maaf
Pesawat Tabrak Gedung...
Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi di China, 1 Jam Setelahnya Tampak Normal
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved