Kazakhstan Bantah China Soal Pneumonia Lebih Mematikan dari Covid-19

Sabtu, 11 Juli 2020 - 02:32 WIB
loading...
A A A
Negara Asia Tengah yang kaya energi dengan cepat menerapkan penguncian regional dan pembatasan perjalanan untuk membendung pandemi Covid-19, tetapi telah menghadapi peningkatan infeksi setelah mencabut pembatasan itu pada bulan Mei.

Pada akhir Juni, Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev memecat menteri kesehatan negara itu, menyalahkannya atas kesalahan yang membantu memicu gelombang kedua penularan.

Otoritas Kazakhstan telah memberlakukan penguncian nasional selama dua minggu mulai hari Minggu untuk menahan wabah Covid-19.

Negara itu sejauh ini telah mendaftarkan lebih dari 53.000 kasus, termasuk 264 kematian.

Diminta untuk mengomentari bantahan Kazakhstan terhadap klaim Kedutaan Besar China, juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian menahan diri untuk berkomentar. Ia hanya mengatakan bahwa Beijing berharap untuk menerima lebih banyak informasi.

"China berharap untuk melanjutkan kerja sama dengan Kazakhstan untuk bersama-sama memerangi epidemi dan menjaga kesehatan masyarakat di kedua negara," katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Viral, Robot China Ini...
Viral, Robot China Ini Mengemis di Jalan untuk Bayar Listrik
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Pertama Kalinya, China...
Pertama Kalinya, China Pamer Peluncuran Rudal Hipersonik Dongfeng-17 sebagai Pesan untuk AS
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Menkeu Purbaya Raih...
Menkeu Purbaya Raih Gelar Profesor Kehormatan Bidang Ekonomi dari Nankai University
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Hampir Setengah Warga...
Hampir Setengah Warga Israel Dukung Serangan ke Lebanon meski Harus Melawan Trump
Rekomendasi
Rieke Diah Pitaloka...
Rieke Diah Pitaloka Beri Dukungan untuk Nikita Mirzani Jelang Sidang PK Perdana
Pascapengumuman MSCI,...
Pascapengumuman MSCI, IHSG Sesi Siang Ambruk 1,62% ke Level 6.002
60 Ribu Guru Dipanggil...
60 Ribu Guru Dipanggil PPG 2026 Tahap 2, Ini Tahapan dan Dokumen yang Wajib Disiapkan
Berita Terkini
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Senat AS Sahkan Resolusi...
Senat AS Sahkan Resolusi Penghentian Perang Iran, Pukulan Telak bagi Trump
Trump Ungkap Dana Iran...
Trump Ungkap Dana Iran yang Dilepaskan akan Digunakan untuk Beli Barang-barang AS
Pertama Kali, Dokter...
Pertama Kali, Dokter Belanda Suntik Mati Seorang Anak di Bawah Usia 12 Tahun
PBB Mulai Evakuasi 11.000...
PBB Mulai Evakuasi 11.000 Pelaut yang Terdampar di Selat Hormuz
Trump: Produsen Mobil...
Trump: Produsen Mobil AS Bisa Produksi Rudal
Infografis
Konsumsi Gula Harian...
Konsumsi Gula Harian Jangan Lebih dari 6 Sendok Teh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved