AS Bersihkan Nama Bapak Bom Atom Amerika dari Tuduhan Mata-mata Soviet
loading...
A
A
A
WASHINGTON - Pemerintah Amerika Serikat (AS) membersihkan nama fisikawan J Robert Oppenheimer sang "Bapak Bom Atom" Amerika dari tuduhan sebagai mata-mata Uni Soviet.
Tuduhan itulah yang membuat Komisi Energi Atom (AEC)—pendahulu Departemen Energi AS—mencabut izin kemananan untuk Oppenheimer.
Fisikawan yang telah meninggal tahun 1967 itu menjadi tokoh kunci dalam pembuatan bom atom pertama selama Perang Dunia II.
Oppenheimer telah dibersihkan namanya secara anumerta setelah Menteri Energi AS Jennifer M Granholm membatalkan keputusan tahun 1954 yang mencabut izin keamanannya.
Dalam pernyataan tertulis pada hari Jumat, Granholm menekankan bahwa langkah Komisi Energi Atom (AEC) mencabut izin keamanan Oppenheimer saat itu adalah hasil dari proses cacat yang bertentangan dengan peraturan komisi itu sendiri.
“Seiring berjalannya waktu, semakin banyak bukti yang terungkap tentang bias dan ketidakadilan proses yang dialami Dr Oppenheimer sementara bukti kesetiaan dan kecintaannya pada negara semakin ditegaskan,” kata Granholm, seperti dikutip Sputnik, Sabtu (17/12/2022).
"Dengan senang hati mengumumkan bahwa Departemen Energi telah mengosongkan keputusan Komisi Energi Atom tahun 1954 dalam masalah J Robert Oppenheimer," lanjut pernyataan Granholm.
Pada awal 1940-an, fisikawan itu memimpin Laboratorium Los Alamos yang sangat rahasia, yang didukung oleh mantan Presiden AS Franklin Roosevelt sebagai rumah Proyek Manhattan untuk membuat bom atom pertama selama Perang Dunia II.
Oppenheimer mengawasi ledakan bom atom pertama di gurun New Mexico sebelum senjata nuklir digunakan untuk pertama kalinya dalam pengeboman mematikan di Hiroshima dan Nagasaki Jepang pada Agustus 1945.
Fisikawan itu menentang proliferasi nuklir dan pengembangan bom hidrogen setelah Perang Dunia II, yang mendorong AEC mencabut izin keamanannya pada tahun 1954 di tengah tuduhan bahwa Oppenheimer merupakan mata-mata Uni Soviet.
Ilmuwan top pemerintah AS itu meninggal karena kanker pada tahun 1967 pada usia 62 tahun.
Pada tahun 2014, dokumen dari persidangannya dideklasifikasi, menimbulkan keraguan atas tuduhan ketidaksetiaan yang dialamatkan pada ilmuwan tersebut.
Dokumen-dokumen tersebut, khususnya, menunjukkan bahwa penentangan Oppenheimer terhadap proyek bom hidrogen adalah lebih karena alasan teknis dan militer daripada sikap pro-Soviet.
Tuduhan itulah yang membuat Komisi Energi Atom (AEC)—pendahulu Departemen Energi AS—mencabut izin kemananan untuk Oppenheimer.
Fisikawan yang telah meninggal tahun 1967 itu menjadi tokoh kunci dalam pembuatan bom atom pertama selama Perang Dunia II.
Oppenheimer telah dibersihkan namanya secara anumerta setelah Menteri Energi AS Jennifer M Granholm membatalkan keputusan tahun 1954 yang mencabut izin keamanannya.
Dalam pernyataan tertulis pada hari Jumat, Granholm menekankan bahwa langkah Komisi Energi Atom (AEC) mencabut izin keamanan Oppenheimer saat itu adalah hasil dari proses cacat yang bertentangan dengan peraturan komisi itu sendiri.
“Seiring berjalannya waktu, semakin banyak bukti yang terungkap tentang bias dan ketidakadilan proses yang dialami Dr Oppenheimer sementara bukti kesetiaan dan kecintaannya pada negara semakin ditegaskan,” kata Granholm, seperti dikutip Sputnik, Sabtu (17/12/2022).
"Dengan senang hati mengumumkan bahwa Departemen Energi telah mengosongkan keputusan Komisi Energi Atom tahun 1954 dalam masalah J Robert Oppenheimer," lanjut pernyataan Granholm.
Pada awal 1940-an, fisikawan itu memimpin Laboratorium Los Alamos yang sangat rahasia, yang didukung oleh mantan Presiden AS Franklin Roosevelt sebagai rumah Proyek Manhattan untuk membuat bom atom pertama selama Perang Dunia II.
Oppenheimer mengawasi ledakan bom atom pertama di gurun New Mexico sebelum senjata nuklir digunakan untuk pertama kalinya dalam pengeboman mematikan di Hiroshima dan Nagasaki Jepang pada Agustus 1945.
Fisikawan itu menentang proliferasi nuklir dan pengembangan bom hidrogen setelah Perang Dunia II, yang mendorong AEC mencabut izin keamanannya pada tahun 1954 di tengah tuduhan bahwa Oppenheimer merupakan mata-mata Uni Soviet.
Ilmuwan top pemerintah AS itu meninggal karena kanker pada tahun 1967 pada usia 62 tahun.
Pada tahun 2014, dokumen dari persidangannya dideklasifikasi, menimbulkan keraguan atas tuduhan ketidaksetiaan yang dialamatkan pada ilmuwan tersebut.
Dokumen-dokumen tersebut, khususnya, menunjukkan bahwa penentangan Oppenheimer terhadap proyek bom hidrogen adalah lebih karena alasan teknis dan militer daripada sikap pro-Soviet.
(min)