5 Koalisi Politik Malaysia Dukung Pemerintahan Persatuan Anwar Ibrahim
Jum'at, 16 Desember 2022 - 20:52 WIB
loading...
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim (tengah) bersama para pemimpin koalisi politik lainnya setelah penandatanganan nota kesepahaman tentang pemerintah persatuan pada 16 Desember 2022. Foto/Kantor PM Malaysia/Afiq Hambali
A
A
A
KUALA LUMPUR - Pemimpin lima koalisi politik dan partai di pemerintahan Perdana Menteri (PM) Anwar Ibrahim menandatangani nota kesepahaman (MOU) untuk mendukung pemerintahannya pada Jumat (16/12/2022).
MOU tersebut antara lain menyatakan semua pihak dalam koalisi masing-masing harus memberikan suara mendukung perdana menteri dalam segala hal yang berkaitan dengan kepercayaan dan dukungan, serta hal-hal yang dapat mempengaruhi legitimasi pemerintah.
Dalam konferensi pers setelah menyaksikan penandatanganan tersebut, Anwar mengatakan, “Kami telah mencapai konsensus dengan tujuan yang jelas untuk membangun negara dan memastikan sistem politik kami stabil.”
“Kami akan fokus pada tata kelola yang baik dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih meyakinkan,” ujar dia.
“Ini tidak dapat dicapai tanpa kerja sama para pemimpin partai dari semenanjung, Sabah, dan Sarawak,” papar dia.
Baca juga: Bukan Gertak Sambal, Rusia Pasang 2 Rudal Nuklir Yars di Silo
Anwar yang juga Ketua Pakatan Harapan (PH) menambahkan, MOU tersebut disepakati berdasarkan keinginan untuk tata pemerintahan dan pertumbuhan ekonomi yang baik.
“Bukan soal jabatan atau penghargaan, tapi prinsip dan kebijakan yang berlandaskan tata kelola yang baik dan (dalam memastikan) pertumbuhan ekonomi yang dinamis,” ungkap dia.
Dia menambahkan, “Saya berharap pemerintah persatuan ini akan menjadi tim yang kuat yang dapat menyelesaikan setiap masalah yang muncul dan menjadi satu suara.”
Baca juga: Zelensky: Ukraina adalah Satu-satunya yang Membayar Harga Konflik
Bersama Anwar, MOU ditandatangani bersama oleh Ketua Barisan Nasional (BN) Ahmad Zahid Hamidi, Ketua Gabungan Parti Sarawak (GPS) Abang Johari Openg, Ketua Gabungan Rakyat Sabah (GRS) Hajiji Noor dan Presiden Parti Warisan (Warisan) Shafie Apdal.
MOU tersebut antara lain menyatakan semua pihak dalam koalisi masing-masing harus memberikan suara mendukung perdana menteri dalam segala hal yang berkaitan dengan kepercayaan dan dukungan, serta hal-hal yang dapat mempengaruhi legitimasi pemerintah.
Dalam konferensi pers setelah menyaksikan penandatanganan tersebut, Anwar mengatakan, “Kami telah mencapai konsensus dengan tujuan yang jelas untuk membangun negara dan memastikan sistem politik kami stabil.”
“Kami akan fokus pada tata kelola yang baik dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih meyakinkan,” ujar dia.
“Ini tidak dapat dicapai tanpa kerja sama para pemimpin partai dari semenanjung, Sabah, dan Sarawak,” papar dia.
Baca juga: Bukan Gertak Sambal, Rusia Pasang 2 Rudal Nuklir Yars di Silo
Anwar yang juga Ketua Pakatan Harapan (PH) menambahkan, MOU tersebut disepakati berdasarkan keinginan untuk tata pemerintahan dan pertumbuhan ekonomi yang baik.
“Bukan soal jabatan atau penghargaan, tapi prinsip dan kebijakan yang berlandaskan tata kelola yang baik dan (dalam memastikan) pertumbuhan ekonomi yang dinamis,” ungkap dia.
Dia menambahkan, “Saya berharap pemerintah persatuan ini akan menjadi tim yang kuat yang dapat menyelesaikan setiap masalah yang muncul dan menjadi satu suara.”
Baca juga: Zelensky: Ukraina adalah Satu-satunya yang Membayar Harga Konflik
Bersama Anwar, MOU ditandatangani bersama oleh Ketua Barisan Nasional (BN) Ahmad Zahid Hamidi, Ketua Gabungan Parti Sarawak (GPS) Abang Johari Openg, Ketua Gabungan Rakyat Sabah (GRS) Hajiji Noor dan Presiden Parti Warisan (Warisan) Shafie Apdal.
Lihat Juga :