Keracunan Minuman Keras, 31 Orang Tewas di India
Jum'at, 16 Desember 2022 - 13:11 WIB
loading...
A
A
A
“Kami telah menangkap 126 orang dalam 48 jam terakhir setelah insiden itu dilaporkan dan dua kasus telah didaftarkan,” kata Kumar seperti dikutip dari Al Jazeera, Jumat (16/12/2022).
Dr Gopal Krishna, yang mengepalai pusat kesehatan primer di Saran, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa hampir 55 orang melapor ke pusat tersebut pada hari Rabu dengan berbagai penyakit.
“Beberapa mengeluh kehilangan penglihatan, mual, pusing, berkeringat, gula darah tinggi, dan tekanan darah tinggi. Di antara mereka, 15 dipulangkan setelah perawatan dan sisanya dirujuk ke rumah sakit yang berbeda untuk perawatan lanjutan,” tuturnya, menambahkan bahwa empat orang meninggal segera setelah datang ke pusat kesehatan tersebut.
Beberapa partai oposisi, termasuk Partai Nasionalis Hindu Bharatiya Janata (BJP), mengadakan protes pada hari Kamis di luar gedung legislatif negara bagian untuk menuntut pencabutan larangan minuman keras dan sejumlah kompensasi uang diberikan kepada keluarga yang berduka.
Pemimpin BJP negara bagian, Sushil Modi mengatakan, lebih dari 1.000 orang tewas setelah minum minuman keras tercemar sejak larangan itu diberlakukan enam tahun lalu.
Baca: Wanita Ini Diperkosa Beramai-ramai oleh 3 Pria, Disiksa dengan Senjata Tajam
Menteri utama Bihar Nitish Kumar menolak tuntutan oposisi dan mengatakan larangan penjualan minuman keras adalah bukan keinginan pribadinya tetapi tanggapan atas teriakan para wanita di negara bagian itu.
Dr Gopal Krishna, yang mengepalai pusat kesehatan primer di Saran, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa hampir 55 orang melapor ke pusat tersebut pada hari Rabu dengan berbagai penyakit.
“Beberapa mengeluh kehilangan penglihatan, mual, pusing, berkeringat, gula darah tinggi, dan tekanan darah tinggi. Di antara mereka, 15 dipulangkan setelah perawatan dan sisanya dirujuk ke rumah sakit yang berbeda untuk perawatan lanjutan,” tuturnya, menambahkan bahwa empat orang meninggal segera setelah datang ke pusat kesehatan tersebut.
Beberapa partai oposisi, termasuk Partai Nasionalis Hindu Bharatiya Janata (BJP), mengadakan protes pada hari Kamis di luar gedung legislatif negara bagian untuk menuntut pencabutan larangan minuman keras dan sejumlah kompensasi uang diberikan kepada keluarga yang berduka.
Pemimpin BJP negara bagian, Sushil Modi mengatakan, lebih dari 1.000 orang tewas setelah minum minuman keras tercemar sejak larangan itu diberlakukan enam tahun lalu.
Baca: Wanita Ini Diperkosa Beramai-ramai oleh 3 Pria, Disiksa dengan Senjata Tajam
Menteri utama Bihar Nitish Kumar menolak tuntutan oposisi dan mengatakan larangan penjualan minuman keras adalah bukan keinginan pribadinya tetapi tanggapan atas teriakan para wanita di negara bagian itu.
Lihat Juga :