AS Pontang-panting Bujuk Hampir 50 Negara Afrika Agar Jauhi Rusia

Kamis, 15 Desember 2022 - 13:06 WIB
loading...
AS Pontang-panting Bujuk...
Presiden AS Joe Biden berbicara di depan para pemimpin negara-negara Afrika di Washington. Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menjadi tuan rumah konferensi tingkat tinggi (KTT) di Washington dengan hampir 50 negara Afrika.

Biden menjanjikan peningkatan investasi dan bantuan pada saat dia berjuang mempertahankan dukungan para pemimpin benua Afrika dengan kampanyenya menghukum dan mengisolasi Rusia atas konflik Ukraina.

“Negara-negara Afrika sebagian besar ‘bertentangan’ dan semakin frustrasi atas upaya Biden menggalang dukungan untuk Kiev dan kecaman global terhadap Rusia,” papar laporan Washington Post awal pekan ini.

Pada Rabu (14/12/2022), pemerintahan Biden mengadakan KTT Pemimpin AS-Afrika pertama di Washington dalam delapan tahun, menjanjikan USD15 miliar investasi baru di benua itu.

“Acara itu datang saat Gedung Putih bekerja, dengan keberhasilan yang beragam sejauh ini, untuk membujuk dukungan dari negara-negara Afrika yang sangat terpukul oleh konsekuensi perang di Ukraina, terutama kekurangan gandum dan gangguan pasokan makanan tetapi juga kenaikan harga pupuk dan bahan bakar,” papar laporan Post.

Baca juga: Hina Erdogan, Wali Kota Istanbul Divonis 2 Tahun Penjara

Media lain, The Hill, mencatat para pemimpin Afrika skeptis AS adalah mitra yang dapat diandalkan.

“Mereka tidak melihat kita sebagai orang yang dipercaya,” ungkap Cameron Hudson, pakar Afrika di Pusat Kajian Strategis dan Internasional, kepada The Hill.

Dia menjelaskan, “Mereka melihat kita sebagai orang yang tidak dapat diandalkan, dan pertemuan puncak ini adalah awal dari upaya mencoba menulis ulang narasi itu.”

Baca juga: Trump akan Buat Pengumuman Besar Hari Ini: Amerika Butuh Superhero!

Ebenezer Obadare, rekan senior di Dewan Hubungan Luar Negeri, berspekulasi reaksi para pemimpin Afrika terhadap konflik Ukraina mungkin telah "mengguncang" para pembuat kebijakan AS.

AS tampak khawatir dengan pengaruh kuat China dan Rusia di benua Afrika. “Sepertinya ini adalah pembukaan. Ini tampaknya lahir dari kesadaran bahwa segala sesuatunya tidak seperti dulu lagi,” papar dia.

“Dan jika Amerika Serikat harus mempertahankan sekutunya di wilayah tersebut, ia harus melakukan ciuman,” ungkap dia.

Biden memulai upaya tersebut pada Rabu, mencoba meyakinkan para pemimpin yang berkunjung bahwa Washington melihat kemakmuran Afrika sebagai prioritas utama.

Dia juga berbicara tentang peran benua Afrika dalam mengatasi “perang dan ketidakstabilan,” di antara krisis global lainnya.

“Kami tidak dapat menyelesaikan salah satu masalah ini tanpa kepemimpinan Afrika di meja perundingan,” ujar Biden.

Afrika Selatan adalah salah satu negara yang menolak sanksi anti-Rusia. Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa, yang sebelumnya menyatakan NATO menghasut krisis Ukraina, mendesak Biden pada September untuk tidak "menghukum" negara-negara Afrika dengan menekan mereka memutuskan hubungan dengan Moskow.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Trump Caci Maki Netanyahu:...
Trump Caci Maki Netanyahu: Semua Orang Yahudi Muak Denganmu!
China Bikin Replika...
China Bikin Replika Kapal Perang AS untuk Jadi Target Tes Rudal
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Umumkan Pengunduran Diri
Nah, Menteri Israel...
Nah, Menteri Israel Ini Sebut Perdamaian AS-Iran Tak Tahan Lama
Rekomendasi
Bertambah, Jumlah Peserta...
Bertambah, Jumlah Peserta SPPI Kopdes Merah Putih yang Meninggal Jadi 4 Orang
PLN EPI Dorong Zero...
PLN EPI Dorong Zero Waste lewat Pengelolaan Sampah Terpilah dan Daur Ulang
Kinerja Solid, Laba...
Kinerja Solid, Laba Bersih MSIN Melonjak 140% Jadi Rp985 Miliar di 2025
Berita Terkini
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Infografis
7 Wilayah AS yang Diperoleh...
7 Wilayah AS yang Diperoleh dengan Membeli dan Merebut dari Negara Lain
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved