ISIS Klaim Serangan Bom Kabul, China Desak Warganya Tinggalkan Afghanistan

Rabu, 14 Desember 2022 - 00:15 WIB
loading...
A A A
Pemerintah Taliban baru-baru ini juga membuat pernyataan yang mengatakan akan menerapkan hukum Islam, atau Syariah, seperti yang dilakukan ketika Taliban sebelumnya memerintah Afghanistan pada akhir 1990-an. Dalam beberapa minggu terakhir, Taliban telah melakukan eksekusi dan pencambukan depan publik pada beberapa kesempatan terhadap mereka yang dihukum di pengadilan Taliban atas kejahatan seperti pembunuhan dan perzinahan.

China memiliki kepentingan ekonomi dan pertambangan di negara itu meskipun mereka yang mengetahui pembicaraan sebelumnya antara Taliban dan pejabat China mengatakan Beijing menginginkan komitmen Taliban untuk mencegah Uighur mendirikan operasi di Afghanistan.

Perusahaan China, dengan dukungan pemerintah yang kuat, secara tentatif berusaha mengejar peluang dalam mengeksploitasi deposit sumber daya Afghanistan yang luas dan belum berkembang, terutama tambang Mes Aynak yang diyakini menyimpan deposit tembaga terbesar di dunia.

Pada bulan Oktober, juru bicara pemerintah yang ditunjuk Taliban Zabihullah Mujahid menyoroti China sebagai bagian penting dari pembangunan ekonomi Afghanistan. China juga telah mengungkapkan aspirasinya untuk memainkan peran utama di Afghanistan setelah penarikan pasukan Amerika Serikat (AS). Menteri Luar Negeri China Wang Yi pada konferensi regional baru-baru ini memimpin seruan agar AS mencairkan aset Afghanistan yang ditahan di luar negeri dan mengakhiri sanksi terhadap pemerintah Taliban.

Afiliasi regional ISIS — dikenal sebagai Negara Islam di Provinsi Khorasan — telah meningkatkan serangannya sejak Taliban mengambil alih Afghanistan pada Agustus 2021.

Baca: Pakistan Tuding Taliban Serang Kota Perbatasan

(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
LineShine Jadi Superkomputer...
LineShine Jadi Superkomputer Tercepat di Dunia, China Mampu Kalahkan AS
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Viral, Robot China Ini...
Viral, Robot China Ini Mengemis di Jalan untuk Bayar Listrik
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Pertama Kalinya, China...
Pertama Kalinya, China Pamer Peluncuran Rudal Hipersonik Dongfeng-17 sebagai Pesan untuk AS
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
Menkeu Purbaya Raih...
Menkeu Purbaya Raih Gelar Profesor Kehormatan Bidang Ekonomi dari Nankai University
Penembakan Massal di...
Penembakan Massal di Sekolah Filipina Tewaskan 3 Siswa, 2 Pelaku Remaja Ditahan
Prancis Konfirmasi Kasus...
Prancis Konfirmasi Kasus Ebola Pertama, Pasien Seorang Dokter!
Rekomendasi
Danamon Gelar DIVE-Chapter...
Danamon Gelar DIVE-Chapter Youth, Kenalkan Perbankan ke Generasi Muda
HUT ke-80 Bhayangkara,...
HUT ke-80 Bhayangkara, Polda NTT Perkuat Kesehatan Mental Personel lewat USEFT
3 Pengamen di Bekasi...
3 Pengamen di Bekasi Coba Bakar Rumah Warga, Sempat Ditangkap dan Diselesaikan Melalui RJ
Berita Terkini
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Mengapa Negara-negara...
Mengapa Negara-negara Arab Khawatir Kesepakatan Iran Jadi Titik Balik yang Membawa Bencana?
Infografis
Militer Rusia, Iran,...
Militer Rusia, Iran, dan China Jauh Tinggalkan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved