Ngeri! Dokter di India Keluarkan 1,5 Kg Koin dari Perut Seorang Pria

Sabtu, 03 Desember 2022 - 20:33 WIB
loading...
Ngeri! Dokter di India Keluarkan 1,5 Kg Koin dari Perut Seorang Pria
Dokter di India mengeluarkan 1,5 kg koin dari perut seorang pria. Foto/Independent
A A A
NEW DELHI - Seorang dokter di India mengeluarkan setidaknya 187 koin dari perut seorang pria berusia 58 tahun yang memiliki kondisi kejiwaan.

Dokter di rumah sakit di distrik Bagalkot di negara bagian Karnataka, India selatan, mengatakan pria itu muntah-muntah dan mengeluh sakit perut.

Pada hari Rabu, Dr Eshwar Kalaburgi, salah satu dokter di Rumah Sakit HSK di Bengaluru, mengatakan bahwa pria yang menderita skizofrenia itu telah menelan koin selama 2-3 bulan terakhir.

Baca: Dokter Bingung Temukan 233 Koin, Baterai, dan Sekrup di Perut Seorang Pria

Koin-koin itu beratnya total 1,5kg. Rumah sakit melakukan endoskopi dan mengeluarkan 187 koin. Ada 56 koin pecahan 5 rupee, 51 koin pecahan 2 rupee dan 80 koin pecahan 1 rupee.

“Dalam kondisi ini, pasien tidak menyadari apa yang mereka lakukan. Ini adalah kasus yang jarang terjadi. Ini adalah kasus pertama bagi saya selama 40 tahun pelayanan saya,” kata Kalaburgi seperti dikutip Independent dari kantor berita ANI, Sabtu (3/12/2022).

Operasi untuk mengeluarkan semua koin dari perut pria itu memakan waktu lebih dari dua jam.

Baca: Dokter di Turki 'Shock' Temukan 158 Benda Logam di Perut Wanita

"Perutnya sangat membesar dan banyak koin tersangkut di berbagai tempat di perut," ungkap Kalaburgi.

Pasien sendiri dilaporkan dalam kondisi stabil setelah operasi.

Menurut laporan Indian Journal of Psychiatry 2017, di India, skizofrenia memiliki tingkat prevalensi 2-3 per 1.000. Laporan tersebut mengatakan bahwa keterbatasan sumber daya, kemiskinan, kurangnya pendidikan dan akses yang tidak memadai ke fasilitas perawatan kesehatan bagi pasien membuat masalah penyediaan perawatan sangat menakutkan di India.

Baca: Viral Video Dokter Berjuang Keluarkan Ular dari Telinga Pasien
(ian)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2559 seconds (10.101#12.26)