Lima Bom Surat Dikirim ke Sejumlah Target di Spanyol, Termasuk Perdana Menteri

Jum'at, 02 Desember 2022 - 03:09 WIB
loading...
Lima Bom Surat Dikirim ke Sejumlah Target di Spanyol, Termasuk Perdana Menteri
Spanyol meningkatkan langkah-langkah keamanan setelah lima bom surat dikirim ke sejumlah target, termasuk perdana menteri. Foto/BBC
A A A
MADRID - Ahlipenjinak bom telah menjinakkan bom surat kelima pada hari Kamis ketika Spanyol meningkatkan keamanan untuk menghadapi serentetan alat peledak yang dikirim ke sasaran profil tinggi, termasuk perdana menteri dan duta besar Ukraina di Madrid.

Wakil Menteri Dalam Negeri Spanyol kepada wartawan mengatakan indikasi awal menunjukkan bahwa kelima paket itu dikirim dari dalam Spanyol.

Rafael Perez, menteri junior yang bertanggung jawab untuk keamanan, mengatakan perangkat buatan sendiri itu dikirim dalam paket cokelat berisi bubuk yang mudah terbakar dan tripwire yang akan menghasilkan "api tiba-tiba" daripada ledakan.

Paket-paket itu ditujukan kepada kepala lembaga tempat mereka dikirim.

Perez mengatakan salah satu perangkat meledak dan melukai seorang petugas keamanan di kedutaan Ukraina di Madrid. Sedangkan tiga lainnya diledakkan oleh pasukan keamanan dalam ledakan terkendali dan satu tetap utuh untuk tujuan penyelidikan.

“Tampaknya mereka semua dikirim dari dalam negeri tetapi kami mendasarkan ini pada inspeksi visual awal tanpa memiliki laporan teknis yang mendalam,” katanya seperti dikutip dari Al Arabiya, Jumat (2/12/2022).

Paket lain diterima pada Rabu malam di markas produsen senjata Spanyol Instalaza di Zaragoza, timur laut Spanyol, kata polisi.

Baca: BREAKING NEWS: Ledakan Hantam Kedutaan Ukraina di Madrid

Untuk diketahui, Instalaza memproduksi peluncur roket C90 yang dipasok Spanyol ke Ukraina.

Pasukan keamanan Spanyol juga menemukan sebuah perangkat pada Kamis pagi dalam sebuah amplop yang dikirim ke pusat satelit Uni Eropa yang terletak di pangkalan angkatan udara di Torrejon de Ardoz, dekat Madrid, kata kementerian pertahanan.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2602 seconds (11.210#12.26)