Intelijen Turki Gagalkan Serangan Bom Pager Kedua di Lebanon

Rabu, 07 Mei 2025 - 06:12 WIB
loading...
Intelijen Turki Gagalkan...
Ambulans dikelilingi orang-orang di pintu masuk Pusat Medis Universitas Amerika di Beirut, pada 17 September 2024, setelah ledakan bom pager di Lebanon. Foto/hurriyet daily news
A A A
ANKARA - Media Turki melaporkan Intelijen Turki menghentikan gelombang kedua bom pager yang menargetkan warga Lebanon.

Pada bulan September 2024, sebanyak 9 orang tewas dan sekitar 3.000 orang terluka, termasuk duta besar Iran untuk Lebanon, ketika ribuan pager meledak hampir bersamaan di Lebanon.

Daily Sabah dan Hurriyet Daily News melaporkan, tak lama setelah serangan tersebut, otoritas Turki mencegat pengiriman yang diberi label sebagai "pemotong makanan" tetapi mengungkapkan pengiriman tersebut berisi 1.300 pager Gold Apollo 924 R3 GP.

Perangkat ini, mirip dengan yang sebelumnya digunakan dalam ledakan yang menargetkan pejuang Hizbullah, dilengkapi dengan pengisi daya, kabel, dan material lainnya.

Sebanyak 9 orang tewas dan sekitar 2.750 orang terluka oleh pager genggam yang meledak di seluruh Lebanon, menurut menteri kesehatan negara tersebut pada akhir 2024.

Firass Abiad mengatakan seorang gadis berusia delapan tahun termasuk di antara mereka yang tewas dan lebih dari 200 orang berada dalam kondisi kritis setelah perangkat komunikasi meledak pada hari Selasa, dengan sebagian besar luka dilaporkan di wajah, tangan, dan perut.

Hizbullah Lebanon menyalahkan Israel atas serangkaian ledakan pager, dengan mengatakan Israel akan mendapatkan "hukuman yang adil".
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Drone Hizbullah Hantam...
Drone Hizbullah Hantam Israel, IDF Bombardir Lebanon
Pejuang Hizbullah Sergap...
Pejuang Hizbullah Sergap Pasukan Israel di Lebanon
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
Hamas Peringatkan Israel...
Hamas Peringatkan Israel Perluas Garis Kuning Gaza untuk Gagalkan Perundingan Gencatan Senjata
Militer AS Bangun Pangkalan...
Militer AS Bangun Pangkalan Baru di Dekat Perbatasan Gaza untuk Dukung Rencana Pasca-Perang
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Wardatina Mawa Dikabarkan...
Wardatina Mawa Dikabarkan Dilamar Pria Turki, Begini Klarifikasi Lengkapnya
Pilu Seorang Ibu Gugat...
Pilu Seorang Ibu Gugat OpenAI Usai Kematian Putrinya Dikaitkan ChatGPT
Jet Tempur F-16 AS Tembak...
Jet Tempur F-16 AS Tembak Benda Dikira UFO Pakai Rudal Rp9 Miliar, Ternyata Balon Pramuka
Rekomendasi
Berawal dari HP Kentang,...
Berawal dari HP Kentang, Adang Haedaroh Sukses Jadi Kreator Gaming dengan 61 Ribu Followers
Limbad Jenguk Haji Bolot...
Limbad Jenguk Haji Bolot di Rumah Sakit, Doakan Sang Komedian Cepat Sembuh
Walhi Minta Pembahasan...
Walhi Minta Pembahasan Revisi UU HAM Ditunda
Berita Terkini
Warga China dan Rusia...
Warga China dan Rusia Berlomba Melahirkan Bayi di AS demi Status Kewarganegaraan
Perjanjian Damai Iran...
Perjanjian Damai Iran Jadi Kekalahan Paling Memalukan bagi AS, Ini 3 Alasannya
Setelah 4 Bulan Berperang,...
Setelah 4 Bulan Berperang, Ini 7 Hal yang Membuat Iran Lebih Kuat
Berlatih di Tijuana,...
Berlatih di Tijuana, Timnas Iran Dikawal 300 Pasukan Elite Meksiko
Jika Dicairkan, Aset...
Jika Dicairkan, Aset Beku Iran Jadi Oksigen Segar untuk Kebangkitan Ekonomi Iran
Militerisasi Jepang...
Militerisasi Jepang dan Bahaya Radiasi Radio Aktif
Infografis
Turki Bantu Ekspor 15.000...
Turki Bantu Ekspor 15.000 Ton Telur saat Flu Burung Merebak di AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved