Israel Jatuhkan 100.000 Ton Bom di Gaza, Hapus 2.200 Keluarga

Sabtu, 10 Mei 2025 - 00:01 WIB
loading...
Israel Jatuhkan 100.000...
Asap mengepul setelah serangan udara Israel terhadap lingkungan Tuffah di Jalur Gaza pada 4 Mei 2025. Foto/Mahmoud ?ssa/Anadolu Agency
A A A
GAZA - Israel telah menjatuhkan 100.000 ton bahan peledak di Jalur Gaza sejak melancarkan genosida 19 bulan lalu, menewaskan atau menyebabkan lebih dari 62.000 warga Palestina hilang dan melakukan lebih dari 12.000 pembantaian.

Pernyataan itu diungkap kantor media pemerintah Gaza pada hari Kamis (8/5/2025), dilansir Anadolu.

Pernyataan tersebut merinci statistik utama perang yang dimulai pada 7 Oktober 2023. “Pemboman Israel menyebabkan lebih dari 62.000 kematian atau penghilangan warga Palestina, termasuk lebih dari 10.000 orang yang masih terperangkap di bawah reruntuhan dengan nasib yang tidak diketahui,” ungkap kantor tersebut.

Israel melakukan lebih dari 12.000 pembantaian, termasuk 11.926 terhadap anggota rumah tangga Palestina, menghapus 2.200 keluarga dan 6.350 orang dari catatan sipil.

Kampanye tersebut juga menargetkan pemakaman, dengan pasukan Israel mencuri 2.300 jenazah dari kuburan Gaza dan membangun tujuh kuburan massal di dalam rumah sakit, 529 orang di antaranya telah ditemukan sejauh ini.

Mengenai krisis kesehatan, kantor tersebut melaporkan lebih dari 2,1 juta kasus penyakit menular yang disebabkan pemindahan paksa dan runtuhnya infrastruktur kesehatan Gaza, termasuk 71.338 kasus hepatitis.

Penghancuran meluas ke infrastruktur keagamaan dan kemanusiaan, dengan pasukan Israel menghancurkan 828 masjid secara keseluruhan dan 167 masjid sebagian rusak, menargetkan tiga gereja, dan menghancurkan 19 dari 60 kuburan baik secara keseluruhan maupun sebagian.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
Ini Identitas Korban...
Ini Identitas Korban Tewas dan Hilang Akibat Ledakan Bom Sisa Perang Dunia II di Biak Numfor
Sebulan Ditahan di Libya,...
Sebulan Ditahan di Libya, Tiga Aktivis Pro Palestina Akhirnya Bebas
Harga BBM di AS Belum...
Harga BBM di AS Belum Turun Signifikan, Trump Sebut Konsumen Ditipu
Rekomendasi
Purbaya dan Kepala BGN...
Purbaya dan Kepala BGN Dijadwalkan Bertemu Hari Ini, Bedah Anggaran?
IPOT Edukasi Transformasi...
IPOT Edukasi Transformasi AI dan Literasi Finansial ke Generasi Muda eSports
Lisa BLACKPINK Akui...
Lisa BLACKPINK Akui Sering Patah Hati, Rumor Putus dari Frederic Arnault Makin Menguat
Berita Terkini
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Mengapa Negara-negara...
Mengapa Negara-negara Arab Khawatir Kesepakatan Iran Jadi Titik Balik yang Membawa Bencana?
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Seluruh WNI di Venezuela...
Seluruh WNI di Venezuela Aman, Gedung KBRI di Caracas Tidak Rusak
Infografis
Iran-Israel Perang,...
Iran-Israel Perang, Ini Peta Pangkalan Militer AS di Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved