Huawei dan Jejak Pengaruh China di Jantung Demokrasi Eropa

Minggu, 11 Mei 2025 - 07:41 WIB
loading...
Huawei dan Jejak Pengaruh...
Otorita Eropa selidiki tuduhan skema uang demi pengaruh yang libatkan Huawei. Foto/Ilustrasi dari Michael Tsang
A A A
JAKARTA - Setelah adanya tuduhan "korupsi aktif di dalam Parlemen Eropa", Komisi Eropa memutus semua hubungan dengan kelompok lobi yang terafiliasi raksasa teknologi China, Huawei.

Tuduhan adanya skema “uang demi pengaruh” yang melibatkan Huawei telah membuka selubung kekuasaan negara China. Skandal ini, yang kini sedang diselidiki otoritas Eropa, bukan sekadar kasus suap; ini mencerminkan strategi yang lebih luas dari Beijing untuk menancapkan pengaruhnya ke seluruh dunia, bahkan dengan mengorbankan lembaga-lembaga demokratis.

Mengutip dari situs MEMRI, Minggu (11/5/2025), inti dari permasalahan ini adalah dugaan skema di mana sebanyak 15 anggota aktif dan mantan anggota Parlemen Eropa (MEP) dicurigai menerima suap dari Huawei.

Baca Juga: Spionase Global China: dari Pangeran Andrew hingga Parlemen Eropa

Ini bukan hanya soal uang berpindah tangan; ini tentang subversi yang disengaja terhadap proses demokrasi.

Intelijen Belgia memulai penyelidikan terhadap skema ini, yang memicu penggerebekan terkoordinasi di Belgia, Prancis, dan Portugal pada 13 Maret.

Operasi ini menargetkan kantor para pelobi yang bekerja untuk Huawei bahkan hingga asisten parlemen Eropa, menegaskan keseriusan otoritas dalam memandang keterkaitan antara kepentingan korporasi China dan pembuatan kebijakan Eropa.

Strategi Dua Jalur


Tindakan Huawei, sebagaimana dituduhkan, jauh melampaui lobi korporasi pada umumnya. Perusahaan ini dicurigai menjalin kerja sama erat dengan militer dan dinas intelijen China—sebuah fakta yang seharusnya membunyikan alarm di setiap ibu kota negara Barat. Dengan kapitalisasi pasar sebesar USD178 miliar, Huawei tidak hanya memiliki kekuatan finansial, tetapi juga kemampuan teknologi untuk mengancam keamanan nasional.

Operasinya mencakup 170 negara, menanamkan diri dalam infrastruktur telekomunikasi penting yang menjadi tulang punggung masyarakat modern. Sementara negara-negara Barat, termasuk Amerika Serikat, telah lama melarang Huawei dari jaringan telekomunikasi mereka karena alasan keamanan, kerangka regulasi dan keamanan Eropa tampak jauh lebih longgar—setidaknya di permukaan.

Perbedaan ini sangat mengkhawatirkan. Meski telah mendapat peringatan berulang kali dari Amerika Serikat maupun Uni Eropa tentang potensi ancaman keamanan dari Huawei, perusahaan ini tetap tertanam dalam sistem telekomunikasi Eropa pada tingkat yang belum terlihat sejak tahun 2022.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Biksu Buddha di China...
Biksu Buddha di China Dilaporkan Ditahan usai Peringati Peristiwa Tiananmen
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
Siapa Liao Dan? Pria...
Siapa Liao Dan? Pria yang Dijuluki Penipu Paling Setia di China
Jet Tempur Masa Depan...
Jet Tempur Masa Depan untuk Menggantikan Rafale dan Eurofighter Gagal Terwujud, Ini 4 Alasannya
Menjaga Persahabatan...
Menjaga Persahabatan atau Menebar Pengaruh, 6 Alasan Xi Jinping Berkunjung ke Korut
Namanya Terseret Kasus...
Namanya Terseret Kasus Dugaan Suap Impor Bea Cukai, Raffi Ahmad Buka Suara
Putin: Rusia Siap Berkompromi...
Putin: Rusia Siap Berkompromi untuk Capai Perdamaian dengan Ukraina
Aturan Baru, Israel...
Aturan Baru, Israel Larang Wartawan Publikasikan Serangan Rudal Iran Hantam Fasilitas Militer
Rekomendasi
AS Diskriminatif, Cabut...
AS Diskriminatif, Cabut Kuota Tiket Suporter Timnas Iran di Piala Dunia 2026
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
Mitsubishi Triton Ralliart...
Mitsubishi Triton Ralliart Merapat, Nissan Tendang Navara Nismo
Berita Terkini
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Drone Iran Gempur Armada...
Drone Iran Gempur Armada Kelima AS di Bahrain
Suara Ledakan Terdengar...
Suara Ledakan Terdengar di Bandar Abbas dan Pulau Qeshm, Iran Segera Balas Serangan AS
Biksu Buddha di China...
Biksu Buddha di China Dilaporkan Ditahan usai Peringati Peristiwa Tiananmen
Trump Akui AS Balas...
Trump Akui AS Balas Penembakan Helikopter oleh Iran, Meski Awalnya Meremehkan
AS Serang Iran, Balas...
AS Serang Iran, Balas Jatuhnya Helikopter AH-64 Apache Dekat Selat Hormuz
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved