Arsenik Ditemukan di Tubuh Mantan Presiden Georgia yang Dipenjara

Senin, 28 November 2022 - 21:21 WIB
loading...
Arsenik Ditemukan di...
Mantan Presiden Georgia Mikheil Saakashvili memegang lilin sambil berdoa untuk Ukraina saat sidang pengadilan di Tbilisi, Georgia, 17 Maret 2022. Foto/REUTERS/Irakli Gedenidze
A A A
TBILISI - Potongan kuku yang diambil dari mantan Presiden Georgia Mikhail Saakashvili yang dipenjara dinyatakan positif mengandung arsenik.

Pengacaranya mengungkapkan klaim tersebut menjelang sidang pengadilan yang melibatkan kliennya.

Para pendukung Saakashvili menyatakan dia sakit parah dan memiliki logam berat beracun di tubuhnya.

Shalva Khachapuridze, yang mewakili Saakashvili, mengatakan pada Senin (28/11/2022) bahwa hasil tes toksikologi sampel kliennya akan tersedia di kemudian hari.

“Kehadiran unsur beracun dikonfirmasi kepadanya melalui panggilan telepon,” ujar dia kepada wartawan pada Senin, menurut stasiun televisi swasta Mtavari Arkhi.

Baca juga: Rusia: Aktivitas Penelitian Biologi Militer AS Ancaman bagi Dunia

Saakashvili menyelinap ke Georgia pada tahun 2021 menjelang pemilu lokal, meskipun berisiko ditangkap dan menghadapi tuntutan atas berbagai tuduhan.

Saat itu, dia sudah dijatuhi hukuman in absentia berdasarkan beberapa dakwaan, sementara dakwaan yang lain masih tertunda.

“Pada Jumat, dia akan hadir di hadapan pengadilan atas dugaan pelanggaran terbaru, penyeberangan ilegal perbatasan nasional,” ungkap Khachapuridze.

Baca juga: Zelensky Dikecam karena Tuntut Uang dari Pembayar Pajak AS

Pengacara menyatakan kliennya mungkin harus menggunakan kursi roda untuk menghadiri persidangan karena dia tidak dapat berjalan dengan baik.

Pendukung Saakashvili sebelumnya mengklaim kondisinya memburuk secara signifikan dalam tahanan Georgia.

Dia dilaporkan telah didiagnosis dengan 17 penyakit, termasuk tuberkulosis dan demensia.

Sebelumnya pada November, seorang dokter dari lembaga swadaya yang berbasis di Georgia mengklaim sampel rambut yang diambil dari Saakashvili menunjukkan jejak merkuri dan dua logam berat lainnya, yang dia nilai sebagai bukti kemungkinan keracunan.

Klaim tersebut didukung ibu politisi tersebut. Namun Saakashvili sendiri menekankan dalam pernyataan yang diposting di media sosial bahwa dia tidak membuat tuduhan apa pun tentang permainan curang.

Kementerian Kehakiman Georgia bereaksi dengan meminta biro forensik nasional memeriksa narapidana terkenal itu.

Kesehatan Saakashvili akan disebutkan dalam laporan yang akan datang oleh Parlemen Eropa (EP) tentang kemajuan yang dibuat dalam implementasi Perjanjian Asosiasi 2014 dengan Georgia.

Dokumen tersebut dapat mengikat negara yang diberi status kandidat dengan pembebasan mantan presiden, menurut amandemen yang diadopsi bulan ini oleh Komite Urusan Luar Negeri EP.

Partai yang berkuasa di negara itu, Georgian Dream, meremehkan tekanan dari Uni Eropa. Wali Kota Tbilisi Kakha Kaladze, yang juga menjabat sebagai sekretaris jenderal partai, menegaskan bahwa isi draf laporan itu “tidak berharga”, karena mengandung interpretasi yang salah tentang apa yang terjadi dalam politik Georgia.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ghana Sahkan RUU Anti-LGBT,...
Ghana Sahkan RUU Anti-LGBT, Membela Gay Bakal Dipenjara 5 Tahun
Eks PM Thailand Thaksin...
Eks PM Thailand Thaksin Shinawatra Dibebaskan dari Penjara, Korupsi tapi Dihukum Ringan
Ingin Buka Lagi Penjara...
Ingin Buka Lagi Penjara Alcatraz, Trump Minta Dana Rp2,6 Triliun
Viral, Eks Pangeran...
Viral, Eks Pangeran Andrew Duduk Lemas usai Dibebaskan dari Penjara Terkait Skandal Epstein
Anggota DPR Ini Dipenjara...
Anggota DPR Ini Dipenjara 8 Bulan karena Mengkritik Presiden
Hong Kong Hukum Bos...
Hong Kong Hukum Bos Apple Daily Jimmy Lai 20 Tahun Penjara, Kritiknya Dicap Kolusi dengan Asing
Menkum Supratman Sampaikan...
Menkum Supratman Sampaikan Capaian Posbankum di Legal Forum Rusia dan Perkuat Kerja Sama Ekstradisi Narapidana
Teken Perjanjian Damai...
Teken Perjanjian Damai dengan AS, Dubes Iran: InsyaAllah Kita Dapat Perdamaian Permanen di Kawasan
Ngeri! Suhu Paris Lebih...
Ngeri! Suhu Paris Lebih Panas daripada Makkah
Rekomendasi
Pelatih Portugal Kesal...
Pelatih Portugal Kesal Ronaldo Diminta Diistirahatkan: Itu Kekanak-kanakan!
Perbarui IPKP PPKP Daruba,...
Perbarui IPKP PPKP Daruba, BNPP Soroti Transportasi hingga Infrastruktur Morotai
Kasus Dugaan Pemerasan...
Kasus Dugaan Pemerasan Pengusaha Muda, Ini Tanggapan Kuasa Hukum Tersangka
Berita Terkini
5 Fakta Kim Jong-un...
5 Fakta Kim Jong-un Enggan Berbicara tentang Ibunya, Dijuluki Anak Haram dari Seorang Selir
Ancaman Nyata Zionis...
Ancaman Nyata Zionis Bukan Iran, Industri Militer Israel Berlomba Melawan Drone Hizbullah
3 Alasan Iran Serang...
3 Alasan Iran Serang Kuwait dan Bahrain, Ada Pergerakan Membantu Militer AS
7 Pemimpin yang Mengubah...
7 Pemimpin yang Mengubah Dunia, Fatima al Fihri yang Mendirikan Kampus Pertama di Dunia
Iran Buat Senjata yang...
Iran Buat Senjata yang Lebih Canggih selama Perang dengan AS-Israel, Ini Bocorannya
Helikopter Saudi Aramco...
Helikopter Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved