Uni Eropa Siapkan Paket Sanksi Baru untuk Rusia

Jum'at, 25 November 2022 - 06:00 WIB
loading...
Uni Eropa Siapkan Paket Sanksi Baru untuk Rusia
Ilustrasi
A A A
HELSINKI - Uni Eropa menyiapkan paket sanksi kesembilan bagi Rusia . Paket sanksi ini sebagai tanggapan atas serangan Moskow terhadap Ukraina, kata ketua Komisi Eropa, Ursula von der Leyen saat berkunjung ke Finlandia, Kamis (24/11/2022).

"Kami bekerja keras untuk memukul Rusia di mana itu menyakitkan untuk menumpulkan lebih jauh kapasitasnya untuk berperang di Ukraina dan saya dapat mengumumkan hari ini bahwa kami bekerja dengan kecepatan penuh pada paket sanksi kesembilan," kata von der Leyen, seperti dikutip dari Reuters.

Baca: Parlemen Uni Eropa Tuding Rusia Negara Sponsor Terorisme, Moskow Murka

"Dan, saya yakin bahwa kami akan segera menyetujui pembatasan harga global minyak Rusia dengan G7 dan mitra utama lainnya. Kami tidak akan berhenti sampai Ukraina menang atas Putin dan perangnya yang melanggar hukum dan biadab," lanjutnya.

Von der Leyen tidak memberikan perincian tentang langkah-langkah apa yang dapat dilakukan oleh babak baru sanksi UE. Bulan lalu, serikat pekerja memberikan persetujuan akhir untuk sanksi kedelapan atas invasi, termasuk lebih banyak pembatasan pada perdagangan baja dan produk teknologi.

Pada konferensi pers bersama dengan Perdana Menteri Finlandia dan Estonia, dan Wakil Perdana Menteri Swedia, von der Leyen mengatakan, serangan Rusia terhadap infrastruktur sipil Ukraina seperti pasokan listrik merupakan kejahatan perang.

Baca: Parlemen Eropa Tetapkan Rusia Negara Sponsor Terorisme

"Saya juga tahu teman-teman Ukraina kami akan mengatasi strategi ini karena mereka kuat dan tujuan mereka adil. Dan, kami Uni Eropa berdiri di sini bersama mereka di masa-masa yang sangat sulit ini selama diperlukan," katanya.

Parlemen Eropa pada hari Rabu menunjuk Rusia sebagai negara sponsor terorisme, dengan alasan bahwa serangan militernya terhadap sasaran sipil Ukraina seperti infrastruktur energi, rumah sakit, sekolah dan tempat penampungan melanggar hukum internasional.

Rusia menyangkal dengan sengaja menargetkan warga sipil di Ukraina, tetapi mengakui kampanye serangan terhadap tenaga listrik dan infrastruktur lainnya, yang menurut Moskow ditujukan untuk mengurangi kemampuan Kiev untuk melawan dan mendorongnya untuk bernegosiasi.
(esn)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1494 seconds (10.101#12.26)