Kepala HAM PBB Desak Iran Hentikan Kekerasan pada Demonstran

Kamis, 24 November 2022 - 23:15 WIB
loading...
Kepala HAM PBB Desak Iran Hentikan Kekerasan pada Demonstran
Kepala HAM PBB Desak Iran Hentikan Kekerasan pada Demonstran. FOTO/Reuters
A A A
TEHERAN - Kepala hak asasi PBB , Volker Turk menuntut diakhirinya penggunaan kekuatan yang “tidak perlu” terhadap pengunjuk rasa di Iran . Hal itu diungkapkannya pada pertemuan mendesak Dewan Hak Asasi Manusia, Kamis (24/11/2022).

Badan hak asasi tertinggi PBB mengadakan sesi yang diadakan secara khusus untuk membahas apakah akan meluncurkan penyelidikan internasional tingkat tinggi terhadap tindakan keras mematikan terhadap protes massal yang mengguncang Iran.

Baca: Iran: 40 Warga Asing Ditangkap di Tengah Aksi Protes

Turk, dalam penampilan pertamanya di hadapan dewan sejak mengambil perannya, mengatakan, Iran terperosok dalam krisis hak asasi manusia sepenuhnya. "Penggunaan kekuatan yang tidak perlu dan tidak proporsional harus diakhiri," kata Turk, seperti dikutip dari AFP.

“Metode lama dan mentalitas benteng dari mereka yang menggunakan kekuatan sama sekali tidak berfungsi. Bahkan, mereka hanya memperburuk situasi. Kami sekarang berada dalam krisis hak asasi manusia sepenuhnya,” lanjutnya.

Turk mengatakan, orang-orang dari seluruh masyarakat Iran berteriak-teriak untuk perubahan, menunjukkan keberanian yang luar biasa. “Saya mendesak pemerintah dan mereka yang berkuasa untuk mendengarkan," katanya.

“Pasukan keamanan telah menggunakan peluru tajam, birdshot dan pelet logam lainnya, gas air mata dan pentungan. Menurut sumber yang dapat dipercaya, perkiraan konservatif jumlah korban tewas sejauh ini mencapai lebih dari 300, termasuk setidaknya 40 anak-anak. Ini tidak bisa diterima,” lanjut Turk.

Baca: Aktris Iran Ditangkap setelah Pamer Video Copot Jilbab

Menurutnya, sekitar 14.000 orang, termasuk anak-anak, sejauh ini telah ditangkap dalam konteks protes. Dia juga mengatakan bahwa menurut sumber resmi, setidaknya 21 orang yang ditangkap dalam konteks protes saat ini menghadapi hukuman mati, di mana setidaknya enam telah dijatuhi hukuman mati atas tuduhan permusuhan terhadap Tuhan dan korupsi di Bumi.

Turk mengatakan pernyataan telah berusaha untuk mendelegitimasi para pengunjuk rasa dan melabeli mereka sebagai agen musuh dan negara asing. “Itu narasi yang nyaman. Seperti yang telah kita lihat sepanjang sejarah, itu adalah narasi khas tirani,” ujarnya.

Turk mengatakan impunitas yang terus-menerus untuk pelanggaran hak asasi manusia tetap menjadi salah satu tantangan utama di Iran, yang semakin memicu ketidakpuasan dan ketidakpercayaan.

“Oleh karena itu, saya menyerukan proses investigasi yang independen, tidak memihak dan transparan terhadap dugaan pelanggaran hak asasi manusia, sesuai dengan standar internasional,” katanya.
(esn)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1914 seconds (11.210#12.26)