Ternyata Corona Bisa Menyebar di Udara, Masker Wajib Dipakai
Kamis, 09 Juli 2020 - 06:41 WIB
loading...
A
A
A
Dia mengungkapkan, WHO akan memublikasikan laporan ilmiah terkait transmisi virus corona dalam berbagai moda. Dia mengatakan, bukan hanya jaga jarak, WHO juga akan mewajibkan penggunaan masker di lokasi tertentu.
Hal senada diungkapkan Direktur Teknik WHO untuk pencegahan dan pengendalian infeksi, Benedetta Allegranzi. Dia mengatakan bahwa bukti yang muncul dari penularan virus corona melalui udara di lingkungan padat, tertutup, berventilasi buruk yang telah dijelaskan, tidak dapat dikesampingkan. Hanya, para pejabat WHO memperingatkan bahwa bukti tersebut bersifat awal dan memerlukan penilaian lebih lanjut. “Memang ada bukti penularan virus corona melalui udara, tetapi itu belum definitif,” kata Allegranzi.
Pernyataan WHO itu sebagai respons setelah ratusan ilmuwan mengatakan ada bukti yang mengindikasikan bahwa partikel-partikel yang lebih kecil, yang bisa bergerak lebih jauh, juga dapat menginfeksi manusia. Dalam surat terbuka kepada WHO, 239 ilmuwan di 32 negara menguraikan bukti yang menunjukkan bahwa partikel yang lebih kecil dapat menginfeksi manusia lewat udara. Mereka mendesak WHO untuk memperbarui informasi tentang virus corona. (Baca juga: PT KAI Tambah Perjalanan Kereta Jarak Jauh dari dan ke Jakarta)
Para ilmuwan mengatakan baik dipaparkan melalui droplet dari hidung dan mulut atau partikel yang lebih kecil, virus corona menular melalui udara dan dapat menginfeksi orang ketika dihirup.
Jose Jimenez, seorang pakar kimia dari University of Colorado yang menandatangani surat terbuka itu, menegaskan bahwa para ilmuwan menginginkan WHO mengakui bukti itu. "Ini jelas bukan serangan terhadap WHO. Ini debat ilmiah, tetapi kami merasa kami harus mengumumkannya kepada publik karena mereka menolak untuk mendengar bukti setelah banyak percakapan dengan mereka," katanya kepada kantor berita Reuters.
Hal senada diungkapkan Direktur Teknik WHO untuk pencegahan dan pengendalian infeksi, Benedetta Allegranzi. Dia mengatakan bahwa bukti yang muncul dari penularan virus corona melalui udara di lingkungan padat, tertutup, berventilasi buruk yang telah dijelaskan, tidak dapat dikesampingkan. Hanya, para pejabat WHO memperingatkan bahwa bukti tersebut bersifat awal dan memerlukan penilaian lebih lanjut. “Memang ada bukti penularan virus corona melalui udara, tetapi itu belum definitif,” kata Allegranzi.
Pernyataan WHO itu sebagai respons setelah ratusan ilmuwan mengatakan ada bukti yang mengindikasikan bahwa partikel-partikel yang lebih kecil, yang bisa bergerak lebih jauh, juga dapat menginfeksi manusia. Dalam surat terbuka kepada WHO, 239 ilmuwan di 32 negara menguraikan bukti yang menunjukkan bahwa partikel yang lebih kecil dapat menginfeksi manusia lewat udara. Mereka mendesak WHO untuk memperbarui informasi tentang virus corona. (Baca juga: PT KAI Tambah Perjalanan Kereta Jarak Jauh dari dan ke Jakarta)
Para ilmuwan mengatakan baik dipaparkan melalui droplet dari hidung dan mulut atau partikel yang lebih kecil, virus corona menular melalui udara dan dapat menginfeksi orang ketika dihirup.
Jose Jimenez, seorang pakar kimia dari University of Colorado yang menandatangani surat terbuka itu, menegaskan bahwa para ilmuwan menginginkan WHO mengakui bukti itu. "Ini jelas bukan serangan terhadap WHO. Ini debat ilmiah, tetapi kami merasa kami harus mengumumkannya kepada publik karena mereka menolak untuk mendengar bukti setelah banyak percakapan dengan mereka," katanya kepada kantor berita Reuters.
Lihat Juga :