Taliban Hukum Cambuk 12 Orang di Depan Ratusan Warga Afghanistan

Kamis, 24 November 2022 - 03:30 WIB
loading...
Taliban Hukum Cambuk...
Taliban Hukum Cambuk 12 Orang di Depan Ratusan Warga Afghanistan. FOTO/Reuters
A A A
ISLAMABAD - Taliban melakukan hukum cambuk pada tiga wanita dan sembilan pria di depan ratusan penonton di stadion olahraga, Rabu (23/11/2022). Ini menandakan dimulainya kembali bentuk hukuman brutal yang menjadi ciri pemerintahan mereka pada 1990-an.

Kantor gubernur provinsi Logar, di selatan ibu kota Kabul, mengundang “para cendekiawan terhormat, sesepuh, pemimpin suku dan masyarakat setempat” ke stadion di kota Pul Alam di Logar. Undangan untuk acara pukul 09.00 tersebut disebarkan melalui media sosial.

Baca: Taliban Larang Perempuan Afghanistan Nonton Piala Dunia

“Mereka yang dihukum masing-masing menerima antara 21 dan 39 cambukan, setelah dinyatakan bersalah di pengadilan pencurian dan perzinahan setempat,” kata seorang pejabat di kantor gubernur yang berbicara dengan syarat anonim karena dia tidak diizinkan untuk berbagi rincian dengan media.

Seperti dilaporkan AP, pejabat itu mengatakan ratusan orang menghadiri cambuk itu dan larangan mengambil foto dan video diberlakukan.

Hukum cambuk di depan umum seperti itu, serta eksekusi publik dan rajam untuk kejahatan yang diakui, adalah hal biasa selama periode pertama pemerintahan Taliban, dari 1996 hingga 2001 ketika gerilyawan diusir dalam invasi pimpinan AS.

Baca: Gulingkan Pemerintah Afghanistan, Taliban Sita Dana AS Lebih dari Rp892 M

Setelah pemberontakan 20 tahun, Taliban kembali berkuasa pada Agustus 2021, bertepatan dengan penarikan pasukan AS dan asing lainnya dari negara itu. Segera setelah pengambilalihan kedua mereka atas negara itu, Taliban berjanji untuk lebih moderat dan mengizinkan hak-hak perempuan dan minoritas. Namun, janji itu tak terbukti.

Hukuman cambuk di depan publik pertama yang dikonfirmasi sejak pengambilalihan Taliban tahun lalu terjadi pada 11 November, ketika 19 pria dan wanita masing-masing menerima 39 cambukan karena dugaan pencurian, perzinahan, dan melarikan diri dari rumah.

Dimulainya kembali praktik tersebut menggarisbawahi niat Taliban untuk tetap berpegang pada interpretasi ketat mereka terhadap hukum Islam, atau Syariah.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
2 Negara Muslim Ini...
2 Negara Muslim Ini Saling Serang, Ini 7 Alasan Konflik Itu Tak Mudah Diselesaikan
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Darat dan Udara ke Afghanistan, 29 Tentara Taliban Tewas
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Hukum Baru Taliban:...
Hukum Baru Taliban: Diamnya Gadis Perawan Berarti Persetujuan untuk Menikah
Afghanistan: Pakistan...
Afghanistan: Pakistan Bombardir Rumah Sakit Kabul, 400 Orang Tewas!
Perbandingan Kekuatan...
Perbandingan Kekuatan Militer Pakistan vs Afghanistan: Bak David vs Goliath
Ayah dan Anak Diselamatkan...
Ayah dan Anak Diselamatkan Setelah 4 Hari Terkubur Reruntuhan Bangunan Pasca-gempa Venezuela
Iran Desak Militer Negara...
Iran Desak Militer Negara Barat Angkat Kaki dari Timur Tengah: Biang Masalah!
Rekomendasi
Tak Hanya Andalkan Teknologi,...
Tak Hanya Andalkan Teknologi, KAI Bangun Loyalitas via Pelayanan Berkualitas
Badan Siber PP GP Ansor...
Badan Siber PP GP Ansor Kritik Ketertutupan Pembahasan RUU Keamanan dan Ketahanan Siber
5 Fakta Menarik Prancis...
5 Fakta Menarik Prancis Lolos ke Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Jumlah Korban Tewas...
Jumlah Korban Tewas Akibat Gempa Bumi Venezuela Meningkat Jadi 1.943 Jiwa
Oman Tawarkan Rencana...
Oman Tawarkan Rencana Pasca-Konflik pada AS tentang Biaya Melewati Selat Hormuz
2 Negara Muslim Ini...
2 Negara Muslim Ini Saling Serang, Ini 7 Alasan Konflik Itu Tak Mudah Diselesaikan
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Infografis
128.000 Warga Israel...
128.000 Warga Israel Dukung Penghentian Genosida di Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved