Gulingkan Pemerintah Afghanistan, Taliban Sita Dana AS Lebih dari Rp892 M

Jum'at, 18 November 2022 - 07:52 WIB
loading...
Gulingkan Pemerintah...
Taliban dilaporkan kemungkinan telah menyita lebih dari Rp892 miliar dana milik AS yang diperuntukkan pemerintah Afghanistan yang digulingkan kelompok tersebut. Foto/Ilustrasi
A A A
WASHINGTON - Taliban dilaporkan kemungkinan telah menyita lebih dari USD50 juta atau sekitar Rp786,7 miliar dana yang disediakan oleh Amerika Serikat (AS) untuk pemerintah Afghanistan yang digulingkan kelompok tersebut.

Hal itu berdasarkan laporan baru-baru ini dari Inspektur Jenderal Khusus untuk Rekonstruksi Afghanistan (SIGAR).

Menurut laporan SIGAR, yang dirilis minggu lalu, Departemen Pertahanan AS memberikan USD45,6 juta (Rp717,4 miliar), Departemen Luar Negeri memberikan USD2 juta (Rp31,4 miliar), dan Badan Pembangunan Internasional AS (USAID) memberikan USD10 juta (Rp157,3 miliar) pada tahun 2021 sebelum Taliban berkuasa dan AS berhenti memberikan bantuan.

“Begitu uang ditransfer, badan-badan AS kehilangan visibilitas atas dana tersebut dan bergantung pada pemerintah Afghanistan untuk mencairkan dana untuk tujuan yang dimaksudkan,” tulis SIGAR dalam laporan tersebut.

“Kemungkinan sebagian dari USD57,6 juta (Rp902,1 miliar) tetap berada di rekening yang dikendalikan pemerintah Afghanistan ketika Taliban kembali berkuasa,” sambung laporan tersebut seperti dilansir dari Washington Examiner, Jumat (18/11/2022).

Baca: Profil Hibatullah Akhundzada, Pemimpin Tertinggi Taliban Afghanistan

Jumlah tersebut adalah sebagian kecil dari lebih dari USD17,3 miliar (Rp272,1 triliun) bantuan anggaran yang diberikan oleh Departemen Pertahanan dan Luar Negeri AS serta USAID ke Afghanistan dari tahun 2002 hingga Agustus 2021.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Diduga Terlibat dalam...
Diduga Terlibat dalam Skandal Seks, Bill Gates Hadapi Sidang di DPR AS
Bagaimana AS Kehilangan...
Bagaimana AS Kehilangan Helikopter Apache Pertama dalam Perang dengan Iran?
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Drone Iran Gempur Armada...
Drone Iran Gempur Armada Kelima AS di Bahrain
Suara Ledakan Terdengar...
Suara Ledakan Terdengar di Bandar Abbas dan Pulau Qeshm, Iran Segera Balas Serangan AS
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Krisis Demografi China:...
Krisis Demografi China: Pemerintah Dorong Gerakan Lansia Merawat Lansia
Kejam! Parlemen Israel...
Kejam! Parlemen Israel Sahkan UU Sita Pajak Bea Cukai Palestina
Rekomendasi
Terima Suap Rp15 Juta...
Terima Suap Rp15 Juta dan Urus Perkara, Hakim PN Cilacap Dipecat
Binus School dan Damai...
Binus School dan Damai Indah Golf Sinergi Perkuat Pengembangan Soft Skill Siswa
Hasil Australia Open...
Hasil Australia Open 2026: Alwi Farhan ke 16 Besar, Anthony Ginting Tersingkir
Berita Terkini
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
4 Pemicu Kerusuhan di...
4 Pemicu Kerusuhan di Irlandia Utara, dari Agitator Sayap Kanan Picu hingga Warisan Sejarah
5 Fakta Krisis Timur...
5 Fakta Krisis Timur Tengah Membara, Apache Ditembak Jatuh hingga 3 Negara Arab Dirudal Iran
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Kehancuran di Pangkalan Udara Israel Akibat Serangan Iran
Kerusuhan Meluas di...
Kerusuhan Meluas di Irlandia Utara, Rumah dan Mobil Dibakar
Diduga Terlibat dalam...
Diduga Terlibat dalam Skandal Seks, Bill Gates Hadapi Sidang di DPR AS
Infografis
AS Tepis Bisa Matikan...
AS Tepis Bisa Matikan Jet Tempur Siluman F-35 dari Jarak Jauh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved