Taliban Larang Perempuan Afghanistan Nonton Piala Dunia

Sabtu, 19 November 2022 - 08:27 WIB
loading...
Taliban Larang Perempuan Afghanistan Nonton Piala Dunia
Taliban melarang perempuang Afghanistan nonton Piala Dunia di depan umum. Foto/Ilustrasi
A A A
LONDON - Taliban kembali menerapkan larangan terhadap kaum perempuan Afghanistan . Kali ini mereka melarang perempuan Afghanistan menonton Piala Dunia di depan umum. Hal itu diungkapkan seorang pemimpin oposisi yang mengunjungi Inggris.

Ali Maisam Nazary, kepala hubungan luar negeri untuk Front Perlawanan Nasional (NRF), tiba di London pada hari Rabu dengan peringatan bahwa penguasa negara itu menjadi lebih radikal dari hari ke hari.

"Ini kelompok teroris yang menindas yang telah menahan seluruh penduduk, dan khususnya perempuan," kata Nazary.

“Mereka tidak lagi menikmati hak-hak mereka sebagai manusia dan warga negara itu. Satu perbedaan dari tahun lalu adalah bagaimana olahraga kehilangan dukungan pemerintah dengan kelompok teroris saat ini yang mengontrol negara bukan untuk mempromosikan olahraga tersebut," sambungnya.

“Banyak stadion tidak beroperasi dan perempuan tidak akan dapat menonton Piala Dunia di ruang publik seperti yang mereka lakukan sebelumnya,” ujarnya seperti dikutip dari Metro.co.uk, Sabtu (19/11/2022).

NRF, yang pusatnya berada di timur laut Lembah Panjshir, sedang melakukan kampanye gerilya melawan Taliban menyusul keruntuhan pemerintah yang didukung Barat pada Agustus 2021.

"Hanya beberapa hari yang lalu Taliban mengumumkan bahwa perempuan tidak diizinkan mengunjungi restoran, kafe, tempat umum semacam itu," ucap Nazary.

"Mereka tidak diizinkan mengunjungi taman lagi, menggunakan pemandian umum, mereka telah mengumumkan tindakan keras, itu terjadi sejak tahun lalu dan baru-baru ini menjadi jauh lebih parah," imbuhnya.

Baca: Taliban Larang Wanita Afghanistan Masuk Taman Hiburan di Kabul

Nazary mengatakan Qatar, tuan rumah Piala Dunia tahun ini, harus menutup kantor penghubung Taliban di Doha. Menurutnya, Taliban menjadi semakin tidak toleran.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2893 seconds (11.210#12.26)