Israel Menyerah pada Tekanan AS untuk Bantu Ukraina

Jum'at, 18 November 2022 - 18:02 WIB
loading...
Israel Menyerah pada...
Seorang pria mengibarkan bendera Ukraina dari balkon di depan pengunjuk rasa yang mendukung Kiev, di Tel Aviv, Israel, 26 Februari 2022. Foto/REUTERS/Ronen Zvulun
A A A
TEL AVIV - Pemerintah Amerika Serikat (AS) mendorong Israel ke dalam satu kali kesepakatan untuk memberi Ukraina "materi strategis" misterius beberapa pekan lalu.

Surat kabar Israel Haaretz mengungkapkan hal itu pada Kamis (17/11/2022). Tel Aviv dilaporkan ingin rincian kesepakatan dirahasiakan untuk menghindari kejengkelan Rusia.

Mengutip tiga "pejabat diplomatik senior Eropa", Haaretz melaporkan Washington mendekati pemerintah Israel beberapa pekan lalu.

AS menekan Israel untuk memasok baterai anti-pesawat ke Ukraina. Meski Israel menolak permintaan itu, mereka untuk mendanai “materi strategis” sebagai gantinya.

Baca juga: Zelensky Sesumbar Ukraina Bebas Korupsi dan Pengaruh Rusia

“Beberapa juta dolar ditransfer ke negara anggota NATO yang sangat terlibat dalam memasok peralatan militer ke Ukraina," ungkap laporan itu.

Negara itu kemudian membeli bahan-bahan tersebut dan mengirimkannya ke Ukraina.

Sumber Haaretz menuntut agar sifat dari materi ini dirahasiakan, sementara Tel Aviv meminta semua pihak yang terlibat dalam kesepakatan untuk tidak mengungkapkannya secara terbuka, "agar tidak membuat marah (Presiden Rusia Vladimir) Putin."

Baca juga: Ajudan Zelensky: Serangan Rudal Polandia adalah Cerita Bagus

Laporan Haaretz tidak menyebutkan nama anggota NATO yang terlibat dalam kesepakatan itu. Namun, itu menyerupai kesepakatan pasar abu-abu sebelumnya yang melibatkan Polandia.

Kembali pada bulan September, situs berita Ibrani Zman Yisrael melaporkan setidaknya satu kontraktor pertahanan Israel mengirimkan sistem anti-drone ke Polandia, dengan Warsawa kemudian mengirimnya ke Ukraina.

Pemerintah Israel dilaporkan menutup mata terhadap pengaturan ini, meskipun secara resmi menolak memasok senjata ofensif ke Kiev.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky telah berulang kali meminta Israel memasok negaranya dengan senjata, termasuk sistem pertahanan udara Iron Dome.

Israel yang bergantung pada hubungan diplomatik dengan Moskow untuk menerbangkan pesawat tempurnya di wilayah udara Suriah yang dikuasai Rusia telah secara resmi menolak, dan hanya mengirimkan peralatan pertahanan seperti helm dan pelindung tubuh.

Namun, para pejabat Ukraina mengatakan kepada New York Times bulan lalu bahwa Israel memberikan dukungan intelijen kepada militernya.

Tak hanya itu, satu perusahaan Israel mengirimkan citra satelit berisi posisi pasukan Rusia ke Kiev.

Menteri Pertahanan Ukraina Alexey Reznikov kemudian membantahnya dalam wawancara dengan Haaretz, sebelum menegaskan, “Israel akan malu jika tidak mendukung kami.”

Dengan perubahan dalam pemerintahan yang ditetapkan untuk membawa Benjamin Netanyahu kembali berkuasa di Israel, sumber Haaretz mengatakan akan tergantung pada tokoh sayap kanan veteran itu apakah akan mengulangi kesepakatan "materi strategis".

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
AS atau Iran yang Menang...
AS atau Iran yang Menang Perang? Ini Jawaban Mengejutkan 10 Pakar Militer
Senator Amerika Geram...
Senator Amerika Geram dengan Kesepakatan AS dan Iran: 'Juju Saja, Kita Menyerah'
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, Wapres Amerika Berbalik Kecam Israel
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Serangan Rusia Tewaskan...
Serangan Rusia Tewaskan 9 Orang di Ukraina, Katedral Bersejarah Kyiv Terbakar
8 Fakta Eton College,...
8 Fakta Eton College, Sekolah Elite Pilihan Pangeran George yang Biayanya Rp1,4 Miliar!
Rekomendasi
Warga Tangsel Resah...
Warga Tangsel Resah Dipungut Biaya Pemakaman hingga Jutaan Rupiah
Beda dengan PKB, Golkar...
Beda dengan PKB, Golkar Pilih Hormati Sikap PDIP sebagai Partai Penyeimbang
KAI Logistik Angkut...
KAI Logistik Angkut 6,8 Juta Ton Barang hingga Mei 2026, Terbanyak Batu Bara
Berita Terkini
Komite Administrasi...
Komite Administrasi Gaza Ungkap Prioritas Rekonstruksi Sudah Ditetapkan, Siap Mulai Pekerjaan
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Ungkap Kekerasan Obstetri...
Ungkap Kekerasan Obstetri di RS, Dokter Wanita Ini Ditangkap atas Tuduhan Sebar Hoaks
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
AS atau Iran yang Menang...
AS atau Iran yang Menang Perang? Ini Jawaban Mengejutkan 10 Pakar Militer
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved