Balas Serangan Rudal, Ukraina Ledakkan Depot Minyak Rusia dengan Drone

Rabu, 16 November 2022 - 22:56 WIB
loading...
Balas Serangan Rudal,...
Balas serangan rudal, Ukraina ledakkan depot minyak Rusia dengan drone. Foto/Daily Mail
A A A
MOSKOW - Ukraina berhasil meledakkan depot minyak Rusia 190 mil dari Moskow dalam serangan pesawat tak berawak atau drone. Serangan balasan itu dilakukan sehari setelah pasukan Rusia meluncurkan rentetan 90 rudal.

Gambar menunjukkan dugaan serangan drone militer Ukraina di depot minyak Rusia hanya 190 mil dari Moskow.

"Serangan pukul 04.00 meledakkan depot minyak di pemukiman Stalnoi Kon," kata gubernur regional Andrey Klychkov.

"Tidak ada korban jiwa. Semua layanan darurat bekerja di lokasi," imbuh Klychkov seperti dilansir dari Daily Mail, Rabu (16/11/2022).

Sementara itu pejabat Ukraina Anton Geraschenko memperhatikan ledakan depot itu tanpa mengaku bertanggung jawab.

Dia memposting gambar situs yang terbakar - yang tidak mungkin diverifikasi - dan keterangan: "Merokok di tempat yang salah mencapai wilayah Oryol."

Gambar yang belum diverifikasi di media sosial menunjukkan apa yang tampak seperti pecahan tunggal di sisi tangki penyimpanan minyak, menghitam oleh jelaga.

Baca: Rusia: Ledakan di Polandia Disebabkan Rudal Pertahanan Udara Ukraina

Logo Transneft, operator saluran pipa yang dikendalikan negara Rusia, dapat dilihat di tangki, yang menurut televisi pemerintah diyakini kosong. Menurut sebuah laporan, dugaan serangan pesawat tak berawak meninggalkan kawah sedalam 12 kaki.

Gambar kemudian menunjukkan kerusakan yang signifikan pada kompleks penyimpanan minyak.

Situs ini berjarak sekitar 100 mil dari perbatasan dengan Ukraina.

Jika serangan tersebut dilakukan Ukraina, itu akan menjadi rekor jangkauan serangan Kiev di Rusia.

Sejak dimulainya serangan Rusia di Ukraina, beberapa depot bahan bakar atau amunisi di Rusia selatan telah diserang oleh drone atau helikopter. Pihak Rusia berwenang menyalahkan pasukan Ukraina dalam serangan tersebut.

Serangan terbaru ini terjadi sehari setelah Rusia menembakkan hampir 100 rudal ke kota-kota di seluruh Ukraina, menyebabkan tiga kematian dan memutus pasokan listrik kepada jutaan keluarga.

Pada malam sebelumnya, ada laporan kejadian serupa di wilayah tetangga Bryansk.

Baca: Dubes Ukraina Tuding Rusia Sumber Ancaman Keamanan Pangan Global

Saluran Telegram SHOT mengatakan ledakan yang disebabkan oleh amunisi yang dijatuhkan drone terdengar di terminal minyak Zhecha, sekitar 30 mil dari perbatasan dengan Ukraina.

Itu terjadi ketika Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengatakan kepada mitra G7 dan NATO bahwa ledakan rudal di Polandia timur kemarin disebabkan oleh rudal pertahanan udara Ukraina, kata sumber NATO kepada Reuters pada hari Rabu.

Ledakan yang menewaskan dua orang itu menimbulkan kekhawatiran dunia bahwa konflik Ukraina dapat meluas ke negara-negara tetangga.

Ukraina sendiri menyalahkan Rusia atas insiden tersebut. Namun Rusia membantah jika misilnya menghantam Polandia.

Biden mengatakan kepada wartawan di Indonesia bahwa rudal itu tidak mungkin ditembakkan dari Rusia.

Duta besar NATO dijadwalkan mengadakan pertemuan darurat pagi ini untuk menanggapi ledakan di sebuah pengering biji-bijian di dekat perbatasan Ukraina, yang terjadi saat rentetan rudal Rusia menghantam kota-kota di seluruh Ukraina.

Baca: Pejabat AS Duga Rudal yang Hantam Polandia Ditembakkan Pasukan Ukraina

(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Dilaporkan Akan Mengundurkan Diri pada Senin
Harga BBM di AS Belum...
Harga BBM di AS Belum Turun Signifikan, Trump Sebut Konsumen Ditipu
Rekomendasi
Sekolah Garda Terdepan...
Sekolah Garda Terdepan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Belajar
Sering Dibully karena...
Sering Dibully karena Kondisi Fisiknya, Debi Ceper Mengaku Tak Pernah Sakit Hati
Istri Gus Yaqut Apresiasi...
Istri Gus Yaqut Apresiasi KPK Bantarkan Suaminya
Berita Terkini
Mengapa Negara-negara...
Mengapa Negara-negara Arab Khawatir Kesepakatan Iran Jadi Titik Balik yang Membawa Bencana?
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Seluruh WNI di Venezuela...
Seluruh WNI di Venezuela Aman, Gedung KBRI di Caracas Tidak Rusak
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
Infografis
4 Negara Arab yang Siap...
4 Negara Arab yang Siap Bantu Qatar Balas Serangan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved