India Tuding Pakistan Alami Kebuntuan Militer, Berikut 5 Alasannya

Selasa, 13 Mei 2025 - 02:20 WIB
loading...
India Tuding Pakistan...
India tuding Pakistan alami kebuntuan militer. Foto/X/@narendramodi
A A A
NEW DELHI - Sekitar 40 personel keamanan Pakistan dan 100 pejuang telah tewas dalam operasi militer India di negara tetangga. Itu diungkapkan Letnan Jenderal Rajiv Ghai dari India.

India Tuding Pakistan Alami Kebuntuan Militer, Berikut 5 Alasannya

1. 11 Pangkalan Militer Pakistan Hancur

Ghai, yang merupakan direktur jenderal operasi militer New Delhi, menambahkan bahwa 11 pangkalan udara di Pakistan hancur dan kerusakan signifikan terjadi pada kemampuan militer negara tersebut.

India meluncurkan Operasi Sindoor minggu lalu untuk menargetkan teroris dan infrastruktur teroris di wilayah yang dikuasai Pakistan, dan bukan angkatan bersenjata negara itu, Marsekal Udara A.K. Bharti, direktur jenderal operasi udara Angkatan Udara India (IAF), mengatakan pada jumpa pers di New Delhi pada hari Senin.

2. Rudal China Meleset saat Menembak Sasaran

"Namun, sangat disayangkan bahwa militer Pakistan memilih untuk campur tangan dan membela pejuang, yang memaksa kami untuk menanggapi dengan cara yang sama." Bharti menunjukkan video serangan terhadap India, di mana ia mengatakan Pakistan kemungkinan menggunakan rudal PL-15 asal China, yang meleset dari sasarannya.

Baca Juga: Siapa Aurangzeb Ahmed? Arsitek Perang Pakistan yang Suka Menerapkan Strategi Militer China Kuno

"Senjata lain yang ditemukan adalah roket jarak jauh," kata Bharti. "Kami telah berbicara tentang amunisi loiter dan sistem udara tak berawak. Semua ini telah dijatuhkan oleh kru terlatih dan sistem pertahanan udara kami."

3. Tidak Menyerang Fasilitas Senjata Nuklir

Serangan balik India mencakup pengerahan senjata pertahanan titik seperti senjata pertahanan udara tingkat rendah, Sistem Pertahanan Udara Portabel Manusia yang ditembakkan dari bahu, dan rudal permukaan-ke-udara jarak pendek, kata pejabat pertahanan India kepada Hindustan Times.

Ketika ditanya apakah IAF telah menyerang fasilitas nuklir di Kirana Hills, Bharti menjawab, "Terima kasih telah memberi tahu kami bahwa Kirana Hills menampung beberapa instalasi nuklir. Kami tidak mengetahuinya. Dan kami belum menyerang Kirana Hills, apa pun yang ada di sana."

4. Menggunakan S-400 dan Rudal BrahMos

Laporan media mengindikasikan bahwa India menggunakan sistem rudal permukaan-ke-udara bergerak S-400 buatan Rusia untuk mencegat rudal Pakistan, serta rudal BrahMos Indo-Rusia untuk menyerang sasaran.

Bharti membantah tuduhan Pakistan tentang penghancuran pangkalan udara India. “Semua pangkalan dan sistem militer kami tetap beroperasi penuh dan siap untuk menjalankan misi apa pun,” katanya pada hari Senin.

5. Ada Risiko dalam Setiap Pertempuran

Ketika ditanya oleh seorang wartawan lokal pada hari Minggu apakah India telah kehilangan pesawat Rafale buatan Prancis dalam operasi tersebut, Bharti menjawab bahwa “kerugian adalah bagian dari pertempuran.”

Ia menambahkan, “Mengenai rinciannya, apa yang mungkin terjadi, berapa jumlahnya, platform mana yang hilang… saat ini saya tidak ingin mengomentari itu, karena kami masih dalam situasi pertempuran dan jika saya mengomentari apa pun, itu hanya akan menjadi ‘keuntungan musuh.’”
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bicara dengan Presiden...
Bicara dengan Presiden Iran, PM Pakistan Desak AS dan Iran Komitmen pada Pakta Perdamaian
Nasib Apes Pesawat Boeing...
Nasib Apes Pesawat Boeing 737 Hilang Kontak, Ditemukan Jadi Puing-puing di Laut Arab
Inti Kunjungan PM Modi:...
Inti Kunjungan PM Modi: India Akan Pasok Rudal BrahMos dan Astra ke Indonesia
PM India Narendra Modi...
PM India Narendra Modi Disambut Jet F-16 dan Su-30 Indonesia, Diajak ke Candi Prambanan
Kunjungan PM India ke...
Kunjungan PM India ke Indonesia Jadi Momentum Perkuat Dialog Perlindungan Minoritas
China Diduga Berupaya...
China Diduga Berupaya Perluas Ekspansi Senjata ke Timur Tengah via Pakistan
Menpar: Prambanan Jadi...
Menpar: Prambanan Jadi Jembatan Pariwisata Budaya dan Spiritual Indonesia-India
Helikopternya Jatuh,...
Helikopternya Jatuh, Komandan Angkatan Laut AS Tewas di Laut Arab
Israel Hancurkan 90%...
Israel Hancurkan 90% Wilayah Gaza, Runtuhkan Banyak Bangunan di Masa Gencatan Senjata
Rekomendasi
Pukat UGM: Penetapan...
Pukat UGM: Penetapan Tersangka Febrie Adriansyah Bisa Gugur Bila Tanpa Pemeriksaan
Akademi Persib Bandung...
Akademi Persib Bandung dan Putri Garut Berebut Gelar Juara U-18 HYDROPLUS Soccer League All-Stars
Kane vs Haaland: Duel...
Kane vs Haaland: Duel Mesin Gol Penentu Tiket Semifinal
Berita Terkini
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
4 Alasan Mojataba Ingin...
4 Alasan Mojataba Ingin Balas Dendam Kematian Ayahnya, Ingin Mewujudkan Kemenangan Total
Ukraina Tidak Akan Produksi...
Ukraina Tidak Akan Produksi Rudal Patriot meski Trump Beri Lisensi, Ini 3 Alasannya
8 Fakta Menarik tentang...
8 Fakta Menarik tentang Norwegia, Negara Paling Bahagia dan Matahari Tak Terbenam di Musim Panas
Deretan 66 Negara yang...
Deretan 66 Negara yang Memiliki UU Melarang LGBT
Mojtaba Janji Balas...
Mojtaba Janji Balas Dendam atas Darah Tak Bersalah Ayahnya
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved