Korban Tewas Demonstrasi di Iran Sentuh Angka 300 Lebih, 43 Anak-anak

Minggu, 13 November 2022 - 08:48 WIB
loading...
Korban Tewas Demonstrasi...
Korban tewas aksi demonstrasi di Iran menyentuh angka 300 lebih, 43 diantaranya anak-anak. Foto/Los Angeles Times
A A A
TEHERAN - Pasukan keamanan Iran telah menewaskan sedikitnya 326 orang dalam tindakan kerasnya terhadap aksi protes nasional sejak kematian Mahsa Amini. Demikian pembaruan yang dikeluarkan Hak Asasi Manusia Iran (IHR).

Republik Islam itu dicengkeram oleh aksi protes yang meletus atas kematian Amini pada 16 September, tiga hari setelah penangkapannya karena dugaan pelanggaran aturan berpakaian yang ketat untuk perempuan di negara itu.

Protes yang awalnya dipicu oleh kemarahan atas aturan berpakaian bagi perempuan, kini telah berkembang menjadi gerakan luas melawan teokrasi yang telah memerintah Iran sejak revolusi 1979.

"Setidaknya 326 orang, termasuk 43 anak-anak dan 25 wanita, telah dibunuh oleh pasukan keamanan dalam protes nasional yang sedang berlangsung," kata IHR yang berbasis di Oslo dalam sebuah pernyataan yang diposting di situsnya seperti dikutip dari Al Arabiya, Minggu (13/11/2022).

Baca: Dukung Aksi Unjuk Rasa, Rapper Iran Terancam Hukuman Mati

Jumlah korban terbaru merupakan meningkat 22 sejak kelompok hak asasi manusia itu mengeluarkan angka sebelumnya pada 5 November lalu.

Ini termasuk sedikitnya 123 orang yang tewas di provinsi Sistan-Baluchistan, di perbatasan tenggara Iran dengan Pakistan, sebuah angka yang juga naik, dari 118 korban terakhir IHR.

Sebagian besar dari mereka tewas pada 30 September ketika pasukan keamanan menembaki pengunjuk rasa setelah salat Jumat di Zahedan, ibu kota Sistan-Baluchistan – yang oleh para aktivis menjuluki pembantaian itu sebagai “Jumat Berdarah.”

Protes itu dipicu oleh dugaan pemerkosaan dalam tahanan seorang gadis berusia 15 tahun oleh seorang komandan polisi di kota pelabuhan provinsi Chabahar.

Analis mengatakan Baluchi terinspirasi oleh aksi protes yang berkobar atas kematian Amini, yang awalnya didorong oleh hak-hak perempuan tetapi berkembang dari waktu ke waktu untuk memasukkan keluhan lainnya.

Baca: Pengadilan Iran Beri Sinyal Hukum Berat Para Demonstran

Direktur IHR Mahmood Amiry-Moghaddam meminta komunitas internasional untuk bertindak sesegera mungkin untuk menghentikan tindakan keras tersebut.

“Membangun mekanisme investigasi dan akuntabilitas internasional oleh PBB akan memfasilitasi proses meminta pertanggungjawaban pelaku di masa depan dan meningkatkan harga atas penindasan berkelanjutan oleh republik Islam,” katanya dalam pernyataan itu.

Kelompok hak asasi lainnya, Amnesty International, juga menyerukan mekanisme seperti itu, yang katanya didukung oleh petisi yang ditandatangani oleh lebih dari satu juta orang.

IHR mengatakan masih menyelidiki laporan kematian lainnya, yang berarti jumlah sebenarnya yang terbunuh "pasti lebih tinggi."

Baca: Iran Panggil Dubes Norwegia atas Komentar Intervensi Dukung Aksi Protes

(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menteri Zionis: AS Akan...
Menteri Zionis: AS Akan Segera Berada di Jalur Bentrokan dengan Israel
Menlu AS Jual Kesepakatan...
Menlu AS Jual Kesepakatan Damai dengan Iran ke Negara-negara Arab
Trump Ungkap Dana Iran...
Trump Ungkap Dana Iran yang Dilepaskan akan Digunakan untuk Beli Barang-barang AS
Trump: Produsen Mobil...
Trump: Produsen Mobil AS Bisa Produksi Rudal
Oman dan Iran Bentuk...
Oman dan Iran Bentuk Kelompok Kerja Bersama untuk Bahas Pengelolaan Selat Hormuz
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
AS Rilis 14 Poin Perjanjian...
AS Rilis 14 Poin Perjanjian yang Disepakati dengan Iran untuk Akhiri Perang
Viral! Sekuriti Apartemen...
Viral! Sekuriti Apartemen Temukan Emas Ratusan Juta di Tempat Sampah, Kembalikan ke Pemilik
Rekomendasi
Gus Yaqut Sakit, KPK...
Gus Yaqut Sakit, KPK Bantarkan Penahanannya ke RS Polri Kramatjati
Pertamina Cetak Laba...
Pertamina Cetak Laba Bersih Rp55,2 Triliun di 2025, Setor ke Negara Rp360 Triliun
Hari Kedua Audisi Liga...
Hari Kedua Audisi Liga Bintang Juara GTV di Depok, 32 Tim SD Berebut Tiket ke Jakarta
Berita Terkini
Pengaruh Wali Kota Muslim...
Pengaruh Wali Kota Muslim New York Ini Makin Kuat, Siapa yang Didukungnya Menang!
Menteri Zionis: AS Akan...
Menteri Zionis: AS Akan Segera Berada di Jalur Bentrokan dengan Israel
Rusia Klaim Senjata...
Rusia Klaim Senjata Nuklir Jadi Satu-satunya Jaminan pada Perang Global, Ini 3 Alasannya
Bill Gates Ngaku Jadi...
Bill Gates Ngaku Jadi Korban Epstein, tapi Fakta Berbicara Lain
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved