Penasihat Sebut Putin Absen di KTT G20 karena Takut Dibunuh

Jum'at, 11 November 2022 - 19:28 WIB
loading...
Penasihat Sebut Putin...
Presiden Rusia Vladimir Putin dipastikan absen dalam KTT G20 di Bali pekan depan. Foto/Reuters
A A A
MOSKOW - Presiden Rusia Vladimir Putin memilih untuk tidak hadir dalam KTT G20 di Bali minggu depan karena khawatir atas kemungkinan upaya pembunuhan. Hal itu diungkapkan ahli strategi politik Rusia dan penasihat Putin, Sergey Makarov.

Makarov menuding bahwa upaya pembunuhan itu akan dilakukan oleh dinas rahasia Inggris, Amerika Serikat (AS), atau Ukraina.

"Alasan mengapa Putin tidak pergi ke G20 adalah ada kemungkinan besar upaya pembunuhan terhadap Putin dari dinas rahasia AS, Inggris, dan Ukraina," katanya seperti dikutip dari Daily Mail, Jumat (11/11/2022).

Dalam poin lain, ia juga menyebut bahwa Putin takut dipermalukan dalam pertemuan para kepala negara itu.

"Kemungkinan situasi yang memalukan. Misalnya, beberapa aktivis sosial yang cacat menjatuhkan Putin - seolah-olah tidak sengaja - dan semua media memercikkan gambar dengan judul 'Presiden Rusia merangkak," katanya.

Baca: Rusia Konfirmasi Putin Tidak Akan Hadiri KTT G20 di Indonesia

"Saya yakin situasi seperti ini sedang direncanakan oleh beberapa orang Barat yang benar-benar gila," sambungnya.

Sebelumnya diwatakan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin dipastikan absen dalam KTT G20 di Bali pekan depan.

Kedutaan Rusia di Indonesia memberikan konfirmasi tentang hal itu pada Kamis (10/11/2022).

"Saya dapat memastikan bahwa (Menteri Luar Negeri) Sergei Lavrov akan memimpin delegasi Rusia ke G20. Program Presiden Putin masih dalam proses, ia dapat berpartisipasi secara virtual," kata Yulia Tomskaya, kepala protokol Kedutaan Rusia, yang dikutip AFP.

Mengutip CNN, keputusan Putin untuk tidak menghadiri KTT G20 secara langsung menyelamatkannya dari rasa malu karena dihadapkan—atau dijauhi—oleh para pemimpin dunia lainnya atas invasi Rusia ke Ukraina.

Baca: Putin: AS Mengancam Nilai-nilai Tradisional Rusia

Menjelang acara tersebut, negara-negara Barat dan Ukraina telah menekan Indonesia, tuan rumah G20, untuk meningkatkan kecamannya terhadap Moskow dan menarik undangannya untuk Putin.

Namun pemerintah Indonesia menolak tekanan negara-negara Barat dan Ukraina dan berusaha untuk tetap pada posisi netral. Indonesia telah mengundang Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky ke KTT G20 sebagai tamu.

Zelensky mengatakan bahwa Ukraina tidak akan ambil bagian dalam KTT G20 jika Vladimir Putin hadir.

Sementara itu Presiden China Xi Jinping, yang bertemu Vladimir Putin di Uzbekistan pada September, juga diperkirakan akan menghadiri KTT G20. Perkembangan terakhir menyebutkan bahwa Presiden AS Joe Biden akan bertemu dengan pemimpin China itu di sela-sela KTT G20. Ini adalah pertemuan langsung pertama mereka sejak Biden menjabat dua tahun lalu.

Baca: Sutradara Hollywood Sebut Putin Penyintas Kanker

(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Kemlu Pastikan 3 WNI...
Kemlu Pastikan 3 WNI di Venezuela Aman Pascagempa Dahsyat M7,1
Nah, Menteri Israel...
Nah, Menteri Israel Ini Sebut Perdamaian AS-Iran Tak Tahan Lama
Rekomendasi
Ketum IPSI Sambut Komitmen...
Ketum IPSI Sambut Komitmen Presiden Prabowo soal Pelatnas Jangka Panjang, Optimistis Pencak Silat Mendunia
Gelar Santunan Yatim...
Gelar Santunan Yatim dan Dhuafa, PT Pegadaian CPS Pondok Aren Perkokoh Komitmen ESG
BPDP Unjuk Gigi Tampilkan...
BPDP Unjuk Gigi Tampilkan Produk Turunan Kakao EastFood Indonesia 2026
Berita Terkini
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
Infografis
Daftar 5 Presiden Terkaya...
Daftar 5 Presiden Terkaya di Dunia, Nomor 1 Vladimir Putin
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved