AS dan Rusia Akan Adakan Pembicaraan Perjanjian Nuklir

Rabu, 09 November 2022 - 17:25 WIB
loading...
AS dan Rusia Akan Adakan...
AS dan Rusia akan adakan permbicaraan perjanjian nuklir. Foto/Ilustrasi/Sindonews
A A A
WASHINGTON - Diplomat Amerika Serikat (AS) dan Rusia akan bertemu untuk membahas perjanjian pengurangan senjata nuklir New START dalam waktu dekat. Hal itu diungkapkan juru bicara Departemen Luar Negeri AS Ned Price kepada wartawan, Selasa waktu setempat.

Sebelumnya, Bloomberg dan Kommersant mengutip sumber yang mengatakan bahwa pertemuan Komisi Konsultatif Bilateral (BCC) akan segera diadakan di Mesir.

“Kami telah sepakat bahwa BCC akan bertemu dalam waktu dekat. Di bawah ketentuan perjanjian START Baru, pekerjaan BCC bersifat rahasia, tetapi kami berharap untuk sesi yang konstruktif,” kata Price pada konferensi pers seperti dilansir dari Russia Today, Rabu (9/11/2022).

Baca: Terungkap, Gedung Putih Diam-diam Minta Bank-bank AS Berbisnis dengan Rusia

Price menambahkan AS percaya pada kekuatan transformatif diplomasi dan dialog tetapi “bermata jernih dan realistis” tentang apa yang dapat dicapai ketika datang ke Rusia. Percakapan itu berfokus pada pengurangan risiko tetapi Washington ingin memastikan bahwa kemampuan untuk menyampaikan pesan bolak-balik dengan Moskow “tidak berhenti berkembang.”

“Jika ada, dan sepertinya akan ada, pertemuan BCC, itu hal yang baik,” tambah Price, sebelum mengoreksi dirinya untuk mengatakan bahwa pertemuan itu pasti akan terjadi.

Sementara Price tidak menyebutkan tempat pertemuan, Bloomberg menyebut Kairo sebagai lokasi netral yang lebih dapat diterima Rusia daripada Jenewa, karena Swiss telah mengambil bagian dalam sanksi AS dan Uni Eropa terhadap Moskow atas konflik Ukraina.

Baca: Konfirmasi Terlibat Pembicaraan dengan Rusia, AS Peringatkan Risiko Penggunaan Nuklir

Perjanjian New START adalah perjanjian kontrol senjata nuklir terakhir yang tersisa antara AS dan Rusia, yang akan berakhir pada 2026 kecuali diperbarui. BCC terakhir bertemu pada Oktober 2021.

Moskow menangguhkan rezim inspeksi di bawah perjanjian pada bulan Agustus, mengutip sanksi Barat yang telah mencegah inspektur Rusia melakukan pekerjaan mereka di AS, sehingga menempatkan Washington pada keuntungan yang tidak adil.

Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan inspeksi akan berlanjut setelah prinsip paritas dan kesetaraan dipulihkan. Inspeksi sebelumnya terganggu oleh penguncian sebagai tanggapan atas pandemi Covid-19.

Baca: Pejabat Tinggi Gedung Putih Gelar Pembicaraan Rahasia dengan Rusia
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Pemimpin Oposisi Zionis:...
Pemimpin Oposisi Zionis: Kesepakatan Damai AS-Iran Berarti Tak Satu Pun Tujuan Perang Israel Tercapai
Perseteruan Memanas,...
Perseteruan Memanas, Jet Tempur Swedia Cegat Pesawat Militer Rusia
Jenderal Jerman Duga...
Jenderal Jerman Duga Rusia Bakal Kerahkan Senjata Nuklir ke Luar Angkasa, Bisa Picu Kiamat Satelit
Uni Emirat Arab Bayar...
Uni Emirat Arab Bayar Iran Rp355,5 Triliun agar Berhenti Menyerang
Swedia: Konflik Rusia-NATO...
Swedia: Konflik Rusia-NATO Bisa Pecah dalam Waktu Dekat
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Eks Presiden Korsel...
Eks Presiden Korsel Divonis 30 Tahun Penjara Terkait Operasi Drone ke Korut
AS Klaim Perjanjian...
AS Klaim Perjanjian Damai dengan Iran Diteken Hari Ini, Teheran: Tak  Akan Terjadi!
Rekomendasi
Erick Thohir Terharu...
Erick Thohir Terharu Saksikan Pernikahan Justin Hubner dan Jennifer Coppen
Kemendagri Sebut Transformasi...
Kemendagri Sebut Transformasi BUMD sebagai Lokomotif Ekonomi Daerah
Mengulik Alasan di Balik...
Mengulik Alasan di Balik Kenaikan Harga Pertamax: Demi Jaga Investor dan Keuangan
Berita Terkini
4 Fakta Tempat Tinggal...
4 Fakta Tempat Tinggal Elon Musk, Rumah Sewa dan Ukurannya Mungil
Apa Itu Front Kedelapan...
Apa Itu Front Kedelapan Israel? Propaganda Digital terhadap Politikus Pro-Palestina
Pejuang Hizbullah Sergap...
Pejuang Hizbullah Sergap Pasukan Israel di Lebanon
Ini 5 Bukti Perjanjian...
Ini 5 Bukti Perjanjian Damai AS dan Iran Tunjukkan Kegagalan Tujuan Perang Israel
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved