Komandan AS: Perang Ukraina Hanya Pemanasan bagi Amerika untuk Hadapi China

Sabtu, 05 November 2022 - 07:18 WIB
loading...
Komandan AS: Perang Ukraina Hanya Pemanasan bagi Amerika untuk Hadapi China
Komandan STRATCOM Amerika Serikat Laksamana Charles A Richard sebut perang di Ukraina hanya pemanasan bagi Amerika untuk hadapi China. Foto/Military.com
A A A
WASHINGTON - Komandan Komando Strategis (STRATCOM) Amerika Serikat (AS) Laksamana Charles A Richard mengatakan perang di Ukraina bukanlah konflik terbesar yang akan dilihat AS saat ini. Menurutnya, Amerika harus siap menghadapi konflik global yang melibatkan China.

"Krisis Ukraina yang kita alami sekarang, ini hanya pemanasan," kata Richard saat berpidato di "Naval Submarine League 2022 Annual Symposium and Industry Update".

"Yang besar akan datang. Dan tidak akan lama lagi kita akan diuji dengan cara yang sudah lama tidak kita uji," ujarnya, seperti dikutip Newsweek, Sabtu (5/11/2022).

"Kita harus melakukan perubahan yang cepat dan mendasar dalam cara kita mendekati pertahanan bangsa ini," katanya.

Baca juga: Langka, Presiden China Xi Jinping Kecam Ancaman Penggunaan Bom Nuklir Rusia di Ukraina

"Saya akan memberi tahu Anda, situasi saat ini dengan jelas menjelaskan seperti apa pemaksaan nuklir itu dan bagaimana Anda, atau bagaimana Anda tidak menentangnya," paparnya.

“Ketika saya menilai tingkat pencegahan kami terhadap China, kapal perlahan-lahan tenggelam. Itu tenggelam perlahan, tetapi tenggelam, karena pada dasarnya mereka menempatkan kemampuan di lapangan lebih cepat daripada kita,” imbuh Richard.

“Ketika kurva itu terus berjalan, tidak masalah seberapa bagus [rencana operasi] kita atau seberapa bagus komandan kita, atau seberapa bagus kuda-kuda kita—kita tidak akan memiliki cukup banyak dari mereka. Dan itu masalah yang sangat dekat."

Richard juga mengatakan bahwa AS perlu melihat perkembangan militernya di masa lalu untuk melihat bagaimana ia dapat meningkatkan dominasinya di bidang militer internasional.

"Dulu kami tahu bagaimana bergerak cepat, dan kami telah kehilangan seni itu. Kami harus kembali ke urusan untuk tidak berbicara tentang bagaimana kami akan mengurangi asumsi kegagalan kami," katanya.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2177 seconds (11.252#12.26)