Rusia Kembali Izinkan Ekspor Biji-bijian Ukraina dari Laut Hitam

Rabu, 02 November 2022 - 21:40 WIB
loading...
Rusia Kembali Izinkan...
Rusia Kembali Izinkan Ekspor Biji-bijian Ukraina dari Laut Hitam. FOTO/Reuters
A A A
MOSKOW - Rusia mengatakan pada Rabu (2/11/2022), bahwa pihaknya akan melanjutkan partisipasinya dalam kesepakatan untuk membebaskan ekspor biji-bijian penting dari Ukraina . Sebelumnya, Rusia telah menangguhkan kesepakatan itu selama akhir pekan.

Kementerian pertahanan Rusia mengaku telah menerima jaminan tertulis dari Kiev untuk tidak menggunakan koridor biji-bijian Laut Hitam untuk operasi militer melawan Rusia.

Baca: Kapal Rusia Diserang Drone, Moskow Tutup Koridor Gandum Laut Hitam

"Federasi Rusia menganggap bahwa jaminan yang diterima saat ini tampaknya cukup, dan melanjutkan implementasi perjanjian," kata pernyataan Kementerian Pertahanan Rusia, seperti dikutip dari Reuters.

Rusia menangguhkan keterlibatannya dalam kesepakatan pada hari Sabtu, dengan mengatakan tidak dapat menjamin keselamatan kapal sipil yang melintasi Laut Hitam karena serangan terhadap armadanya di sana, yang sebagian dikatakan berasal dari dalam koridor ekspor biji-bijian. Ukraina telah mengatakan bahwa itu adalah dalih yang salah.

Sebelumnya, Presiden Turki Tayyip Erdogan mengatakan, bahwa Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu telah mengatakan kepada mitranya dari Turki bahwa kesepakatan biji-bijian 22 Juli, yang ditengahi oleh Turki dan PBB, akan terus beroperasi pada tengah hari pada hari Rabu.

“Pengangkutan biji-bijian akan berlanjut seperti yang disepakati sebelumnya pada pukul 12 siang hari ini,” kata Erdogan.

Baca: Rusia Tangguhkan Kesepakatan Gandum dengan Ukraina

Harga gandum, kedelai, jagung, dan lobak turun tajam di pasar global menyusul pengumuman tersebut, yang meredakan kekhawatiran tentang semakin tidak terjangkaunya makanan.

Kapal-kapal terus membawa gandum Ukraina di rute itu meskipun ada penangguhan, tetapi itu tidak mungkin berlanjut lama karena perusahaan asuransi tidak mengeluarkan kontrak baru karena langkah Rusia, sumber-sumber industri mengatakan kepada Reuters.

“Ini adalah perubahan haluan yang tidak terduga,” Andrey Sizov, kepala konsultan pertanian Sovecon yang berfokus pada Rusia, mengatakan tentang keputusan Rusia.

“Tetap saja, kesepakatan itu tetap goyah, karena sekarang kembali dalam mode menebak apakah akan ada perpanjangan atau tidak. Dengan dua minggu sebelum perpanjangan, diskusi seputar topik ini tampaknya akan berlanjut,” tambah Sizov.

Baca: Rusia Minta UE Buktikan Gandum Ukraina Dikirim ke Negara Miskin

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengatakan sebelumnya bahwa dunia harus menanggapi dengan tegas setiap upaya Rusia untuk mengganggu koridor ekspor Ukraina melintasi Laut Hitam, yang diblokir setelah Moskow menginvasi Ukraina pada 24 Februari.

Blokade Rusia telah memperburuk kekurangan pangan dan krisis biaya hidup di banyak negara karena Ukraina adalah salah satu pemasok biji-bijian dan minyak sayur terbesar di dunia.

Dalam pidato video Selasa malam, Zelenskiy mengatakan kapal masih bergerak keluar dari pelabuhan Ukraina dengan kargo berkat kerja Turki dan PBB. “Tetapi pertahanan yang andal dan jangka panjang diperlukan untuk koridor biji-bijian,” kata Zelenskiy.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Negosiator Iran dan...
Negosiator Iran dan AS Bertemu di Jenewa untuk Babak Baru Pembicaraan Demi Akhiri Perang
Nah, Menteri Israel...
Nah, Menteri Israel Ini Sebut Perdamaian AS-Iran Tak Tahan Lama
Rekomendasi
Bukan Messi atau Ronaldo,...
Bukan Messi atau Ronaldo, Hanya Kylian Mbappe yang Kenakan Lencana Istimewa di Piala Dunia 2026
Evita: Kebijakan Bebas...
Evita: Kebijakan Bebas Visa Kunjungan Buka Lapangan Kerja dan Gerakkan UMKM
Babak Pertama: Arab...
Babak Pertama: Arab Saudi vs Cape Verde Imbang Tanpa Gol, Blue Sharks Sementara di Jalur Lolos
Berita Terkini
6 Petani Diculik Tentara...
6 Petani Diculik Tentara Israel di Lebanon Selatan
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Infografis
Rusia Akui Kerahkan...
Rusia Akui Kerahkan Tentara Korut dalam Perang Lawan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved