Pemimpin Afrika Ini Klaim Menyampaikan 'Pesan' Putin ke Zelensky

Kamis, 27 Oktober 2022 - 19:50 WIB
loading...
Pemimpin Afrika Ini...
Presiden Guinea-Bissau Umaro Mokhtar Sissoco Embalo dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Foto/Russia Today
A A A
KIEV - Presiden Guinea-Bissau, Umaro Mokhtar Sissoco Embalo, mengklaim Presiden Rusia Vladimir Putin memintanya untuk menyampaikan "pesan" kepada Presiden Ukraina Vladimir Zelensky tentang pentingnya "dialog langsung" antara Moskow dan Kiev.

Embalo mengungkapkan hal ini pada konferensi pers bersama dengan Zelensky di Kiev.

“Saudaraku tersayang, kemarin saya berada di Rusia bersama Presiden (Vladimir) Putin, yang meminta saya untuk memberi Anda pesan, untuk berbicara dengan Anda, mengingat dialog langsung sangat penting untuk tindakan bersama kita di masa depan,” kata Embalo seperti dikutip dari Russia Today, Kamis (27/10/2022).

Sebuah video konferensi pers diterbitkan di saluran Telegram Zelensky, dengan pernyataan Embalo diterjemahkan ke dalam bahasa Ukraina.

Baca: Putin: Jadi Alat Kebijakan Luar Negeri AS, Ukraina Kehilangan Kedaulatan

Presiden Guinea-Bissau juga mengungkapkan bahwa dia melihat dirinya sebagai “pembawa impuls tertentu” dengan berkontribusi pada pemulihan hubungan antara Rusia dan Ukraina.

Sebelum pertemuannya dengan Zelensky, Embalo mengatakan kepada wartawan bahwa dia menemukan Putin sangat terbuka untuk bernegosiasi dengan Zelensky dan dia berharap untuk menyampaikan niat baik ini kepada pemimpin Ukraina itu.

Menanggapi pernyataan Embalo pada konferensi pers, Zelensky mengatakan bahwa untuk membangun jembatan antar negara, seseorang tidak boleh meledakkan infrastruktur.

Zelensky tampaknya merujuk pada serangan terhadap pembangkit listrik Ukraina yang diluncurkan oleh Rusia pada 10 Oktober dalam apa yang digambarkan Moskow sebagai pembalasan atas "serangan teroris" Kiev di Jembatan Crimea.

Baca: Zelensky: Ukraina Hancurkan Pasukan Moskow, Rusia Akan Jadi Pengemis

Pemimpin Ukraina itu juga mengatakan bahwa setiap percakapan melibatkan rasa hormat satu negara terhadap negara lain, mulai dari menghormati integritas teritorial, kedaulatan, dan perbatasannya.

Awal bulan ini, Putin mengutip penolakan Ukraina untuk berbicara sebagai alasan di balik tidak adanya negosiasi antara kedua negara. Dia juga mencatat bahwa selama pembicaraan yang dimediasi Turki pada akhir Maret, Rusia dan Ukraina mencapai kesepakatan awal, tetapi segera setelah pasukan Rusia ditarik kembali dari Kiev, kepemimpinan di Kiev kehilangan semua keinginan untuk melakukan pembicaraan.

Pernyataan Putin datang segera setelah Zelensky menandatangani dekrit yang melarang negosiasi dengannya dan menyatakan Ukraina hanya akan berbicara dengan Rusia ketika memiliki presiden yang berbeda.

Pemimpin Ukraina telah berulang kali menyatakan bahwa satu-satunya tujuannya dalam konflik adalah untuk mengalahkan Rusia di medan perang dan untuk merebut kembali kendali atas semua wilayah yang diyakini Kiev berada di bawah kedaulatannya.

Baca: Zelensky Memohon Israel Gabung Ukraina dalam Perang Lawan Rusia

(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rusia dan Ukraina Makin...
Rusia dan Ukraina Makin Jauh dari Perdamaian, Apa Pemicunya?
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Bom Ransel Meledak di...
Bom Ransel Meledak di Apartemen Monako, Oligarki Ukraina Vadym Iermolaiev Terluka
Inggris Akan Ganti 6...
Inggris Akan Ganti 6 Kapal Perusak Tua dengan 6 Kapal Perang Hibrida Pengendali Drone
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Hadiri LCAW 2026, Menteri...
Hadiri LCAW 2026, Menteri Jumhur Sampaikan Salam Presiden Prabowo kepada Raja Charles di London
Putin: Ukraina Minta...
Putin: Ukraina Minta Serangan ke Wilayah Lebih Dalam Dihentikan
Rekomendasi
Nadiem Makarim Hadapi...
Nadiem Makarim Hadapi Sidang Vonis Korupsi Chromebook, Puluhan Ojol Gelar Aksi di Luar Pengadilan
Belanda Tersingkir,...
Belanda Tersingkir, Rekor Bersejarah Berakhir
Mantan Menpora Dito...
Mantan Menpora Dito Ariotedjo Kembali Diperiksa KPK Jadi Saksi Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji
Berita Terkini
Apakah Gerakan Amal...
Apakah Gerakan Amal Bisa Menggantikan Hizbullah?
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Indonesia Lunasi Proyek...
Indonesia Lunasi Proyek Jet Tempur KF-21 Korsel Rp6,9 Triliun, Dapat Transfer Teknologi Apa?
Rusia dan Ukraina Makin...
Rusia dan Ukraina Makin Jauh dari Perdamaian, Apa Pemicunya?
Iran Ngamuk, Luncurkan...
Iran Ngamuk, Luncurkan Serangan Siber 3 Kali Lipat terhadap Israel
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
Infografis
Logo HUT ke-80 RI, Ini...
Logo HUT ke-80 RI, Ini Penjelasan Angka 80 Warna Merah-Putih dengan Garis Infinity
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved