Bom Ransel Meledak di Apartemen Monako, Oligarki Ukraina Vadym Iermolaiev Terluka
Selasa, 30 Juni 2026 - 08:31 WIB
loading...
Oligari Ukraina Vadym Iermolaiev terluka dalam ledakan bom ransel di gedung apartemen di Monako pada Senin (29/6/2026) malam. Foto/Times Now News
A
A
A
MONACO-VILLE - Sebuah bom rakitan yang dikemas dalam tas ransel meledak di gedung apartemen di Monako pada Senin malam. Ledakan ini melukai oligarki Ukraina; Vadym Iermolaiev, dan dua orang lainnya.
Pihak berwenang mengatakan ledakan bom ini merupakan dalam tindakan disengaja yang belum pernah terjadi sebelumnya di Kerajaan Monako.
Baca Juga: Langka, Putin Akui Rusia Krisis Bahan Bakar akibat Serangan Ukraina
Iermolaiev dan dua orang lainnya terluka dalam ledakan yang terjadi sekitar pukul 21.00 waktu setempat di sebuah bangunan apartemen di kawasan sepanjang perbatasan Monako dengan Prancis.
Sumber yang dekat dengan penyelidikan, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya, mengatakan kepada AFP bahwa salah satu yang terluka memang pengusaha kaya Ukraina bernama Vadym Iermolaiev.
Menteri Negara Monako Christophe Mirmand awalnya mengatakan kepada AFP bahwa ledakan itu tampaknya merupakan "serangan", tetapi kemudian menghilangkan istilah itu, menggambarkannya sebagai "ledakan yang disengaja".
Pihak berwenang mengatakan ledakan bom ini merupakan dalam tindakan disengaja yang belum pernah terjadi sebelumnya di Kerajaan Monako.
Baca Juga: Langka, Putin Akui Rusia Krisis Bahan Bakar akibat Serangan Ukraina
Iermolaiev dan dua orang lainnya terluka dalam ledakan yang terjadi sekitar pukul 21.00 waktu setempat di sebuah bangunan apartemen di kawasan sepanjang perbatasan Monako dengan Prancis.
Sumber yang dekat dengan penyelidikan, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya, mengatakan kepada AFP bahwa salah satu yang terluka memang pengusaha kaya Ukraina bernama Vadym Iermolaiev.
Menteri Negara Monako Christophe Mirmand awalnya mengatakan kepada AFP bahwa ledakan itu tampaknya merupakan "serangan", tetapi kemudian menghilangkan istilah itu, menggambarkannya sebagai "ledakan yang disengaja".
Lihat Juga :