Erdogan Uraikan Ambisi Gas Turki di Masa Depan

Senin, 24 Oktober 2022 - 16:27 WIB
loading...
Erdogan Uraikan Ambisi...
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Foto/REUTERS
A A A
ANKARA - Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan Turki berubah menjadi pusat gas alam utama yang dapat diandalkan banyak negara asing di masa depan.

Erdogan mengatakan pada Sabtu (22/10/2022) bahwa sikapnya yang seimbang terhadap konflik Ukraina telah membantu Ankara mencegah krisis energi.

Dalam pidatonya dalam acara di provinsi Malatya, Turki timur, Erdogan mengecam oposisi yang telah mendesaknya memihak dalam krisis Ukraina.

Baca juga: Erdogan Usulkan Referendum Pemakaian Jilbab di Lembaga Sipil dan Sekolah

Dia mengatakan, jika Ankara menolak terlibat dalam dialog dengan Moskow dan Kiev, mereka akan berada dalam posisi rentan yang sama dengan Uni Eropa.

“Seluruh dunia menghargai kebijakan berimbang yang kita tunjukkan dalam menghadapi krisis ini. Jika negara berada di tangan (oposisi), saya tidak tahu bagaimana kami akan menghabiskan musim dingin ini,” tegas Erdogan.

Dia mengatakan Ankara telah memilih cara lain dalam hal keamanan energi, dan tidak akan memiliki masalah dengan gas.

Baca juga: Terkena Sanksi, Jenderal Iran Cemooh UE: Belilah Batu Bara dengan Aset Saya

Erdogan menambahkan, “Istanbul akan menjadi pusat utama untuk gas alam.”

Pernyataan Erdogan mengikuti pengumumannya pada Rabu bahwa dia telah menerima proposal dari Presiden Rusia Vladimir Putin untuk membuat pusat gas alam internasional di negara itu.

Kedua pemimpin membahas masalah itu pekan lalu selama pertemuan puncak di ibu kota Kazakhstan, Astana.

Pemimpin Rusia menyarankan mengalihkan gas dari pipa Nord Stream di bawah Laut Baltik yang rusak akibat ledakan bulan lalu dalam tindakan sabotase, melalui Turki.

Sementara itu, banyak negara Barat, termasuk Amerika Serikat (AS), tidak senang dengan usulan tersebut.

Pada Rabu, juru bicara Departemen Luar Negeri AS Vedant Patel menegaskan kembali bahwa Washington terus “mendesak sekutu kami untuk mengambil langkah-langkah untuk mendiversifikasi sumber energi mereka, untuk mengurangi ketergantungan energi pada Rusia.”

Pernyataan ini digaungkan Presiden Prancis Emmanuel Macron, yang mengklaim proposal untuk mengubah Turki menjadi pusat gas “tidak masuk akal,” mengingat Eropa bertujuan melepaskan diri dari energi Rusia.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Penembakan Massal di...
Penembakan Massal di Sekolah Filipina Tewaskan 3 Siswa, 2 Pelaku Remaja Ditahan
Heboh, Menteri Perempuan...
Heboh, Menteri Perempuan Swedia Bawa Bayi ke Pertemuan Uni Eropa
Rekomendasi
Bukti Geely Serius di...
Bukti Geely Serius di Indonesia: Kapasitas Produksi EX2 Dilipatgandakan!
Amalan Jumat: Raih Cahaya...
Amalan Jumat: Raih Cahaya dengan Membaca Surat Al-Kahfi
Kinerja Solid, Laba...
Kinerja Solid, Laba Bersih MSIN Melonjak 140% Jadi Rp985 Miliar di 2025
Berita Terkini
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved