Putin Mengebom Nuklir Ukraina Dapat Picu Perang yang Bunuh 34 Juta Orang dalam 5 Jam

Sabtu, 22 Oktober 2022 - 00:11 WIB
loading...
A A A
Dr Stepanov lahir di kota Semipalatinsk, Kazakhstan, yang berjarak kurang dari 100 mil dari situs di mana otoritas Soviet pernah menguji sebagian besar senjata nuklir mereka.

Dalam serangkaian tweet, dia mengungkapkan konsekuensi apa yang diprediksi oleh Simulator Perang Nuklir dari serangan nuklir Rusia di Ukraina.

Dia mengatakan bahwa mereka akan berbeda tergantung pada kondisi angin, tetapi sangat mungkin bahwa kejatuhan akan diangkut ke arah Rusia.

"Namun, hanya sejumlah kecil yang akan disimpan di sana," tulis insinyur itu di Twitter.

"Ada kemungkinan untuk menemukan kondisi angin yang membawa kejatuhan ke arah barat.
Namun, angin biasanya lambat dan kecil kemungkinan dampak yang signifikan akan mencapai negara-negara NATO," imbuh dia.

Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa memprediksi kejatuhan nuklir sangat sulit, dan itu sangat tergantung pada angin dan hujan.

Bagaimana Perang Dapat Berkembang?

Simulasi dimulai dengan konflik non-nuklir konvensional.

Dimulai dengan Rusia menembakkan tembakan peringatan nuklir dari pangkalan di Laut Hitam, dengan tujuan untuk menghentikan kemajuan AS-NATO.

Sebagai tanggapan, NATO menyerang Rusia dengan serangan udara nuklir taktis tunggal.

Setelah ini, konflik meningkat sebagai berikut:

Fase 1: Penargetan Taktis

-Rusia menyerang pangkalan/pasukan NATO dengan 300 nuklir.
-NATO merespons dengan 180 nuklir.
-Sekitar 2,6 juta korban berjatuhan dalam tiga jam.

Fase 2: Penargetan Strategis

-Masing-masing pihak berusaha untuk mengambil kapasitas nuklir ofensif pihak lain.
-Dalam 45 menit, 3,4 juta korban tewas.

Fase 3: Penargetan Kota Utama
-Kedua belah pihak menembakkan 5-10 nuklir ke 30 kota atau pusat ekonomi terpadat musuh.
-Hal ini menyebabkan 85,3 juta kematian dan cedera dalam 45 menit.

Total Kematian dari 3 Fase: 34,1 juta jiwa.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Turki Ekspor Kapal Perang
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
MoU Ditandatangani,...
MoU Ditandatangani, Iran Nyatakan Kemenangan Atas AS
Trump: Iran Sudah Tamat!
Trump: Iran Sudah Tamat!
Rekomendasi
Paradoks Tata Kelola...
Paradoks Tata Kelola Batu Bara di Indonesia
Puji Kepemimpinan Wali...
Puji Kepemimpinan Wali Kota Agustina, Hendardji Soepandji: Budaya Semarang Kian Kuat dan Harmonis
BI Rate Diprediksi Naik...
BI Rate Diprediksi Naik sampai 6%, Waspadai Risiko Kredit dan Daya Beli
Berita Terkini
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Meski Menang dalam Negosiasi...
Meski Menang dalam Negosiasi dan Perang, Iran: Kita Selalu Hati-hati
Infografis
Respons Rusia soal Trump...
Respons Rusia soal Trump Telepon Putin untuk Akhiri Perang Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved