Putin Mengebom Nuklir Ukraina Dapat Picu Perang yang Bunuh 34 Juta Orang dalam 5 Jam

Sabtu, 22 Oktober 2022 - 00:11 WIB
loading...
A A A
Model tersebut memproyeksikan 3,4 juta korban dari fase perang ini, yang hanya akan berlangsung selama 45 menit.

Pada fase akhir konflik, kedua belah pihak saling membidik 30 kota dan pusat ekonomi terpadat masing-masing—mengerahkan 5 hingga 10 nuklir untuk masing-masing kota—untuk mencoba menghambat pemulihan masing-masing pihak dari perang.

Langkah seperti itu, para peneliti menyimpulkan, akan melihat 85,3 juta korban lainnya dalam waktu 45 menit.

Banyak negara dalam model tersebut tampaknya lolos dari sasaran langsung sebuah nuklir, seperti negara-negara di belahan bumi selatan, dan Skotlandia.

Namun, efek dari kejatuhan nuklir, runtuhnya sistem medis dan dampak jangka panjang pada iklim Bumi, populasi dan produksi pangan akan memiliki efek yang luas.

Simulasi komputer didasarkan pada penilaian independen terhadap postur pasukan AS dan Rusia saat ini, rencana perang nuklir, dan target senjata nuklir.

Tim juga menggunakan data yang tersedia untuk umum tentang senjata nuklir yang saat ini dikerahkan, target potensial untuk senjata tersebut, dan urutan ledakannya.

Alat online yang disebut NUKEMAP digunakan untuk menentukan korban jiwa langsung dan korban yang akan terjadi dalam setiap fase konflik.

Ini awalnya dipamerkan di Galeri Bernstein Princeton pada tahun 2017, tetapi tersedia untuk umum pada tahun 2019.

Meskipun awalnya menarik perhatian, video tersebut tetap berada di bawah radar hingga Februari tahun ini, ketika Rusia meluncurkan invasi skala penuh ke Ukraina.

Vladimir Putin membuat pernyataan pada bulan April menyinggung penggunaan senjata nuklir jika terancam oleh negara-negara yang campur tangan di Ukraina.

"Jika seseorang berniat untuk ikut campur dalam apa yang terjadi dari luar, mereka harus tahu bahwa itu merupakan ancaman strategis yang tidak dapat diterima bagi Rusia," kata Putin.

"Mereka harus tahu bahwa tanggapan kita terhadap serangan balasan akan secepat kilat."

"Kami memiliki semua senjata yang kami butuhkan untuk ini. Tidak ada orang lain yang bisa membual tentang senjata ini, dan kami tidak akan membual tentangnya. Tapi kami akan menggunakannya," imbuh Putin.

Sebagai hasil dari referensi tentang serangan nuklir ini, video "Plan A" kini telah ditonton lebih dari empat juta kali.

Insinyur Jerman Dr Ivan Stepanov juga telah mengembangkan program simulator perang nuklirnya sendiri, yang telah dia gunakan untuk memprediksi hasil dari serangan Rusia.

Modelnya disebut Nuclear War Simulator dan memungkinkan pengguna untuk mensimulasikan skenario skala besar yang realistis antara kekuatan besar dengan ribuan hulu ledak.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Turki Ekspor Kapal Perang
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Iran-AS Capai Kesepakatan...
Iran-AS Capai Kesepakatan Damai, Israel Tolak Tarik Pasukan dari Lebanon
Harga Minyak Dunia Naik,...
Harga Minyak Dunia Naik, Aktivitas Pelayaran di Selat Hormuz Belum Pulih
Rekomendasi
Puji Kepemimpinan Wali...
Puji Kepemimpinan Wali Kota Agustina, Hendardji Soepandji: Budaya Semarang Kian Kuat dan Harmonis
BI Rate Diprediksi Naik...
BI Rate Diprediksi Naik sampai 6%, Waspadai Risiko Kredit dan Daya Beli
Paradoks Tata Kelola...
Paradoks Tata Kelola Batu Bara di Indonesia
Berita Terkini
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Meski Menang dalam Negosiasi...
Meski Menang dalam Negosiasi dan Perang, Iran: Kita Selalu Hati-hati
Infografis
125 Juta Orang Dapat...
125 Juta Orang Dapat Binasa Akibat Perang Nuklir India-Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved