Persentase Tentara Amerika Serikat yang Mengaku LGBT

Kamis, 13 Oktober 2022 - 05:30 WIB
loading...
Persentase Tentara Amerika...
Aktivis dan pendukung LGBT berunjuk rasa di Washington, AS, 8 Oktober 2019. Foto/REUTERS/Jonathan Ernst
A A A
WASHINGTON - Dilansir dari BBC News, pada Januari 2021, Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mencabut kebijakan yang disahkan pada masa Donald Trump mengenai larangan transgender Amerika bergabung dengan militer.

Larangan itu diumumkan Trump selama tahun pertamanya menjabat sebagai presiden.

Joe Biden mengatakan anggota transgender tidak akan lagi tunduk kepada peraturan pemecatan atau pemisahan yang berdasarkan identitas gender.

Ia percaya bahwa identitas gender tidak boleh menjadi penghalang bagi dinas militer dan kekuatan Amerika justru ditemukan dalam keragamannya.

Baca juga: CEO Gazprom: Seluruh Kota di Eropa Bisa Beku saat Puncak Musim Dingin

Menurut data Departemen Pertahanan yang dianalisis Palm Center, tentara transgender yang bertugas aktif di Amerika Serikat pada tahun 2019 berjumlah 8.980 orang.

Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin yang merupakan seorang pensiunan jenderal Angkatan Darat juga akan mengindentifikasi transgender yang masuk dan bertugas di tentara militer sesuai dengan syarat yang telah ditetapkan.

Baca juga: Kini Giliran Jaringan Pipa Minyak Rusia ke Jerman yang Bocor

Dalam survei kesehatan yang dirilis RAND Corporation pada Juli 2017, sebanyak 6,1% orang di militer AS mengidentifikasi diri sebagai LGBT dan 0,6% diidentifikasi sebagai transgender.

Pria di AS yang melaporkan diri sebagai gay, biseksual, transgender rata-rata berusia 18-44 tahun.

Sedangkan menurut data dari National Library of Medicine, yang telah melakukan analisis data dari Survei Nasional Pertumbuhan Keluarga (NSFG) tahun 2002 hingga 2013, dijelaskan bahwa 4,23% pria melaporkan diri sebagai gay, biseksual, atau LSL lain di antara pria yang bertugas di militer.

Ketika dikelompokkan, ditemukan bahwa 0,78% melaporkan diri sebagai gay di antara pria yang bertugas di militer.

Proporsi pria yang diidentifikasi sebagai gay lebih rendah di militer daripada di populasi umum. Hasil ini mungkin dipengaruhi kebijakan militer historis terkait dengan orientasi seksual.

Kebijakan “Jangan Tanya, Jangan Katakan” (DADT) di militer Amerika Serikat yang dilaksanakan pada tahun 1994 dikeluarkan untuk memungkinkan pria dan wanita yang menjadi gay dan biseksual dapat bertugas di kemiliteran.

Namun, kebijakan tersebut justru berdampak buruk pada kesehatan pasukan militer di AS hingga akhirnya kebijakan itu dicabut pada tahun 2017.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Uni Emirat Arab Bayar...
Uni Emirat Arab Bayar Iran Rp355,5 Triliun agar Berhenti Menyerang
AS Habisi Bos Geng Tren...
AS Habisi Bos Geng Tren de Aragua, Markasnya di Venezuela Dibom hingga Berkeping-keping
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Trump Setuju Cairkan Aset Iran Rp426,7 Triliun yang Dibekukan AS
Korea Utara Marah AS...
Korea Utara Marah AS Jual Rudal Canggih ke Korea Selatan, Menyebutnya Ekspor Perang
Trump: AS dan Iran Teken...
Trump: AS dan Iran Teken Kesepakatan Hari Ini, Selat Hormuz Akan Dibuka untuk Semua
3 Alasan Provinsi Alberta...
3 Alasan Provinsi Alberta Ingin Tinggalkan Kanada dan Bergabung dengan AS
MUI Desak Hukuman Tegas...
MUI Desak Hukuman Tegas Bagi Pelaku dan Pengkampanye LGBT
Korban Tewas Gempa Dahsyat...
Korban Tewas Gempa Dahsyat M 7,8 di Filipina Bertambah Jadi 53 Orang
Sebelum Meninggal Dunia,...
Sebelum Meninggal Dunia, Putri Thailand Bajrakitiyabha Alami Gangguan Jantung Serius
Rekomendasi
Gejala Usus Buntu yang...
Gejala Usus Buntu yang Sering Diabaikan, Dari Nyeri Perut hingga Demam Mendadak
Mahasiswa Soroti Pemborosan...
Mahasiswa Soroti Pemborosan APBN, Qodari: Prabowo Berhasil Hemat Rp300 Triliun
Diseminasi Eksaminasi...
Diseminasi Eksaminasi Ungkap Dugaan Kekeliruan Penegakan Hukum dalam Kasus Eks Dirut Indofarma
Berita Terkini
Uni Emirat Arab Bayar...
Uni Emirat Arab Bayar Iran Rp355,5 Triliun agar Berhenti Menyerang
Swedia: Konflik Rusia-NATO...
Swedia: Konflik Rusia-NATO Bisa Pecah dalam Waktu Dekat
AS Habisi Bos Geng Tren...
AS Habisi Bos Geng Tren de Aragua, Markasnya di Venezuela Dibom hingga Berkeping-keping
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Trump Setuju Cairkan Aset Iran Rp426,7 Triliun yang Dibekukan AS
Korea Utara Marah AS...
Korea Utara Marah AS Jual Rudal Canggih ke Korea Selatan, Menyebutnya Ekspor Perang
Profesor AS: Israel,...
Profesor AS: Israel, Bukan Iran, yang Jadi Ancaman Nuklir Utama di Timur Tengah
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved