Haiti Minta Bantuan Militer Internasional Padamkan Kekacauan

Sabtu, 08 Oktober 2022 - 15:42 WIB
loading...
A A A
Polisi Nasional Haiti telah berjuang untuk mengendalikan geng dengan sumber daya yang terbatas dan kekurangan staf yang kronis, dengan hanya sekitar 12.800 petugas aktif untuk negara berpenduduk lebih dari 11 juta orang.

Geng-geng itu semakin kuat sejak pembunuhan Presiden Jovenel Moise pada Juli 2021.

Para pengunjuk rasa dan geng-geng yang semakin kuat telah membantu menjerumuskan Haiti ke dalam tingkat kekacauan yang belum pernah terjadi sebelumnya, dengan negara itu lumpuh selama hampir sebulan setelah geng-geng mengepung terminal bahan bakar besar di ibu kota Port-au-Prince, menolak untuk mengalah sampai Henry mundur.

Akibatnya, kru tidak dapat mendistribusikan sekitar 10 juta galon solar dan bensin dan lebih dari 800.000 galon minyak tanah yang disimpan di lokasi.

Para pengunjuk rasa juga telah memblokir jalan sejak Henry mengumumkan bahwa pemerintahannya tidak mampu lagi mensubsidi bahan bakar pada awal September. Pengumuman ini menyebabkan kenaikan tajam harga bensin, solar dan minyak tanah.

SPBU ditutup, rumah sakit telah mengurangi layanan penting dan bisnis termasuk bank dan toko kelontong telah membatasi jam kerja mereka.

Baca: PBB: Bentrokan Dua Geng di Haiti Tewaskan 75 Orang

Pada hari Rabu, Kantor Koordinator Kemanusiaan dan Kependudukan PBB di Haiti mengusulkan "koridor kemanusiaan" untuk memungkinkan bahan bakar dan bantuan kepada mereka yang membutuhkan. Disebutkan bahwa negara itu juga menghadapi wabah kolera baru, dengan beberapa kematian dilaporkan dan puluhan pasien dirawat.

“Orang-orang yang paling rentan adalah yang pertama menderita dari penyumbatan,” kata PBB.

(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Partai Kecoak Siap Protes...
Partai Kecoak Siap Protes Jalanan di India, Miliki Jutaan Pengikut dalam Sekejap
Rakyat Kuba Sudah Marah...
Rakyat Kuba Sudah Marah karena Krisis Energi! Kantor Partai Komunis Dijarah
Setelah Operasi Venezuela,...
Setelah Operasi Venezuela, AS Kerahkan 3 Kapal Perang ke Negara Miskin Ini, Apa Rencana Trump?
4 Fakta Kerusuhan di...
4 Fakta Kerusuhan di Minneapolis, Salah Satunya Rakyat AS Sudah Marah Besar
Gangster Mengamuk di...
Gangster Mengamuk di Guatemala, Habisi 8 Polisi dan Kuasai Penjara
Taktik AS dan Israel...
Taktik AS dan Israel Picu Demo di Iran Diklaim Tak Akan Sukses Gulingkan Khamenei
Polisi Sebut Demo di...
Polisi Sebut Demo di Bundaran HI Tidak Sesuai Aturan, Begini Respons BEM UI
Indonesia Perkuat Kerja...
Indonesia Perkuat Kerja Sama Sosial Ekonomi Perbatasan dengan Malaysia
Kisah Curacao Negara...
Kisah Curacao Negara Berpenduduk 150.000 Jiwa, Dulu Dikalahkan Timnas Indonesia Kini Tampil di Piala Dunia 2026
Rekomendasi
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai Besok 15 Juni 2026, Usaha Nasional Didata Tanpa Terkecuali
Presiden Jerman Kunjungi...
Presiden Jerman Kunjungi Indonesia, Dijadwalkan ke Istiqlal dan Katedral
Huawei, Oppo, vivo,...
Huawei, Oppo, vivo, Xiaomi, dan Honor Dituduh Contek Teknologi iPhone
Berita Terkini
Setelah 4 Bulan Berperang,...
Setelah 4 Bulan Berperang, Ini 7 Hal yang Membuat Iran Lebih Kuat
Berlatih di Tijuana,...
Berlatih di Tijuana, Timnas Iran Dikawal 300 Pasukan Elite Meksiko
Jika Dicairkan, Aset...
Jika Dicairkan, Aset Beku Iran Jadi Oksigen Segar untuk Kebangkitan Ekonomi Iran
Militerisasi Jepang...
Militerisasi Jepang dan Bahaya Radiasi Radio Aktif
Drone Hizbullah Hantam...
Drone Hizbullah Hantam Israel, IDF Bombardir Lebanon
Inggris Caplok Armada...
Inggris Caplok Armada Bayangan Rusia, Akankah Picu Perang Besar?
Infografis
Perbandingan Kekuatan...
Perbandingan Kekuatan Militer Pakistan vs Afghanistan: Bak David vs Goliath
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved